Sikapi Ahok, AUMA Waspadai Kebangkitan PKI

0
204

Nusantara.Surabaya – Usai pertemuan ulama yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Sampang, Selasa (7/2/2017), Aliansi Ulama se-Madura (AUMA) mengeluarkan pernyataan tegas terkait sikap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tersandung kasus penistaan agama dalam persidangan 31 januari 2017.

Sikap Ahok dan kuasa hukumnya terhadap KH Ma’ruf Amin, Ketua MUI Pusat sekaligus Rais A’am PBNU ketika menjadi saksi ahli dalam persidangan, dinilai merendahkan nilai-nilai etis. “Rapat Ulama se-Madura dari NU, MUI, Bassra, Auma, FKM, dan HP3M ini membuahkan hasil dan memutuskan mengirimkan surat ke Komisi Yudisial (KY),” tegas Sekjen AUMA KH Fadholi Mohammad Ruham usai pertemuan kepada wartawan.

Dia menuturkan, dalam pertemuannya tersebut telah disusun pernyataan sikap terbuka ulama Madura terhadap perlakuan Ahok beserta tim kuasa hukum saat proses persidangan. “Bahkan, hal ini merupakan bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) gaya baru,” terang KH Fadholi. Ia mengecam keras dan menilai tindakan Ahok tidak berperikemanusiaan terhadap KH Makruf Amin.

“Bisa dibayangkan, beliau (KH Ma’ruf Amin) dicecar pertanyaan selama 7 jam selayaknya terdakwa, padahal saksi lain durasi waktu berselang 3-4 jam. Lalu kenapa yang sudah sesepuh KH Ma’ruf menerima perlakuan yang terkesan mengintimidasi untuk bisa menjawab pertanyaan yang selalu diulang itu,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya mendesak aparat hukum segera menahan Ahok karena telah terbukti berulang-ulang menebarkan kebencian dan menciptakan kegaduhan yang merusak nilai-nilai toleransi dan mengancam stabilitas nasional.

Selanjutnya, masyarakat muslim khususnya masyarakat Madura DKI Jakarta diminta untuk tidak mendukung dan tidak memilih pemimpin yang menurutnya nyata-nyata terbukti memusuhi Islam, Al Quran, dan Ulama. “Kami juga mengimbau Presiden Jokowi untuk mewaspadai dan mengambil langkah-langkah konkrit terhadap indikasi bangkitnya PKI gaya baru,” tuturnya. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here