Simbol Anak Muda, AMPI Jatim Dukung Emil Dardak

0
187
Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) deklarasi dukungan kepada Cawagub Emil Dardak di sela-sela Musda DPD AMPI Jatim VII di Kantor DPD Partai Golkar Jatim, Minggu (26/11/2017). Bupati Trenggalek itu dipilih AMPI sebagai simbol pemimpin anak muda.

Nusantara.news, Surabaya – Bupati Trenggalek Emil Dardak mendapat amunisi baru untuk maju sebagai bakal calon wakil gubernur (Bacagub) Jatim 2018. Pasalnya, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jawa Timur mendeklarasikan dukungannya pada bupati termuda yang pernah memecahkan rekor MURI tersebut.

Bersamaan dengan pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah AMPI Jatim VII di Kantor DPD Partai Golkar Jatim, yang digelar Minggu (26/11/2017), Ketua Umum DPP AMPI Dito Ariotedjo, menegaskan Emil Dardak adalah simbol tokoh muda di era milenial yang mempunyai kemampuan luar biasa.

“Kami siap mendukung dan melakukan upaya yang beda untuk memenangkan Khofifah dan Emil. Kami akan merangkul semua pemuda untuk memilih Emil dan khoffiah. AMPI hari ini punya perjuangan yang sama dengan Emil Dardak dan Kita siap merapatkan barisan untuk sama-sama memperjuangkan kemenangan Menang di Pilgub Jatim,” kata Dito yang sembari menyerahkan kartu anggota kehormatan AMPI untuk Emil Dardak.

Dalam Musda, DPD AMPI Jatim kembali memilih dan memutuskan Pranaya Yudha Mahardika sebagai Ketua Umum untuk periode 2017-2023 mendatang.

Terkait dengan langkah politik yang ditempuh AMPI Jatim, Pranaya Yudha mengaku siap menjalankan perintah DPP AMPI. Dengan dideklarasikan dukungan pada sosok Emil Dardak, pihaknya segera melakukan konsolidasi AMPI di seluruh Jawa Timur, baik di tingkat kabupaten/kota. “Kalau perlu kita dirikan posko pemenangan hingga ke RW-RW,” ungkap Pranaya.

Seperti diketahui, struktur AMPI Jatim sudah terbentuk di seluruh kabupaten/kota. Di provinsi Jatim ada 38 kabupaten/kota. Sementara di tiap-tiap daerah terdapat 150-200 pengurus. Itu belum termasuk kader. Bahkan di Malang, bila dijumlah ada sekitar 3.000an kader AMPI.

Sementara ada juga lembaga Kartini AMPI. Lembaga ini mewadahi perempuan-perempuan muda di Jatim. Tentunya, dengan kekuatan dari generasi milenial ini, amunisi Emil Dardak akan menjadi kuat. Apalagi AMPI saat ini kerap menggelar berbagai kegiatan yang berkaitan dengan anak muda.

Sekretaris Jenderal AMPI Jatim Akbar Andi mengatakan, pihaknya sangat optimis dengan pergerakan AMPI Jatim yang dipimpin Pranaya Yudha. Kepada Nusantara.News, Akbar mengatakan, terpilihnya Yudha sebagai Ketua AMPI berlangsung dengan demokratis dan lancar tanpa kecurangan. Semua pengurus AMPI di wilayah kabupaten dan kota yang ada di Jatim kompak menginginkan Yudha untuk kembali memimpin AMPI Jatim selama lima tahun mendatang. Artinya, persatuan anak muda di Jawa Timur sangat diperhitungkan. Sehingga bila dijadikan mesin politik bagi Emil Dardak, hal ini tentu sangat menguntungkan.

“AMPI Jatim cakupannya sangat luas. Berbeda dengan daerah-daerah lain. Di provinsi ini AMPI Jatim membawahi 38 kabupaten/kota. Saya rasa itu tidak mudah. Tapi jika semua bergerak dan kompak, saya rasa ini akan sangat menguntungkan bagi calon wakil gubernur yang kita dukung,” ujar Akbar.

Politik yang Dikemas ala Anak Muda

AMPI sebagai salah satu organisasi sayap Partai Golkar lebih condong kepada anak muda. Soal politik, para pemuda AMPI tidak semuanya pragmatis. Hampir sebagian besar pemikiran anak muda di AMPI justru sangat terbuka.

Karena itulah Dito Ariotedjo mengajak seluruh kadernya agar ikut bersama-sama kembali ke khittahnya yang menjadi organisasi pemuda. AMPI dimiliki dan dimanfaatkan oleh anak muda, tidak sebatas politik semata.

Bicara soal politik ayo, soal ekonomi kreatif juga ayo. Bicara apa saja, selama itu berhubungan dengan kawula muda, AMPI sangat aware. Bahkan untuk hal-hal yang lebih ekstrem lagi, AMPI sangat siap menggerakkan semangat anak muda agar melahirkkan potensi-potensi besar yang dimiliki pemuda Indonesia.

Menurut Akbar, Indonesia sudah saatnya dipimpin anak muda. Politik butuh regenerasi. Dan, Emil satu-satunya wakil yang pas untuk generasi muda. Sebab dia bisa membawa perubahan.

“Banyak anak muda yang melek politik. Namun mereka tidak mau terbawa arus. Dalam berpolitik mereka punya jalannya sendiri. Inilah alasan kami mendukung Emil. Selain usianya masih muda, gaya berpikir Emil sama dengan kita,” tegas Akbar.

Ditambahkan Akbar, jauh hari sebelum rekomendasi Golkar turun ke pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, AMPI Jatim sudah mendukung program-program Emil di Kabupaten Trenggalek. Sehingga bagi AMPI bukan hal yang aneh jika kemudian pihaknya mendukung suami artis Arumi Bachsin tersebut.

“Melalui DPP AMPI yang dikoordinasikan ke DPD AMPI, kami sering menggelar program-program bersama Emil. Dari sini kita tahu bahwa AMPI dan Emil satu visi,” tandasnya.

Selain mengikuti mekanisme Partai Golkar, dikatakan Akbar, AMPI juga melihat sosok Emil yang masih muda dan energik. “Emil satu generasi dengan kita. Itu alasannya. Jika Kabupaten Trenggalek belum pernah masuk dalam radar nasional, tapi setelah kepemimpinan Emil, kabupaten tersebut sudah banyak mengalami kemajuan. Dengan naiknya jabatan Emil sebagai Cawagub, kami kira ini sesuatu yang bagus. Artinya Emil akan meneruskan tongkat estafet sebagai kepala daerah yang bisa menyukseskan Jawa Timur. Bila dia dan Khofifah menang di Pilgub Jatim 2018, maka kewenangannya akan bertambah. Dan secara otomatis Kabupaten Trenggalek akan semakin meningkat,” tuturnya.

Untuk saat ini, target AMPI Jatim adalah mengkonsolidasikan seluruh generasi muda yang disebut milenial, dari usia 17 hingga 35 tahun. Mereka akan masuk ke cara berpikir anak-anak muda tersebut dengan berbagai cara.

“Kita paham bagaimana cara berpolitik mereka. Sangat berbeda. Bagi mereka yang suka dengan kondisi alam, mereka membuat komunitas pecinta alam. Gaya berpikirnya dinamis. Begitu pula dengan kalangan mahasiswa. Mereka memiliki gaya politik yang tidak biasa. Karena itulah kami akan menampung aspirasi-aspirasi mereka” katanya.

Akbar mencontohkan, selama ini AMPI di Pusat sudah menjalin hubungan dengan para mahasiswa dari berbagai komunitas. Sebut saja komunitas bersepeda. Kata Akbar, di Jakarta komunitas sepeda sudah menjalin kerjasama dengan Provinsi DKI Jakarta.

“Komunitas AMPI di Jakarta sudah bertemu dengan Pak Wagub Sandiaga Uno. Kami sepakat untuk membuat gerakan pengiriman surat dengan sepeda. Nah, nantinya di Jatim akan dibuat hal serupa. Program-program seperti inilah yang nanti kita terapkan untuk mendukung Emil,” terang Akbar.

Untuk bisa melakukan pendekatan ke anak muda, pihaknya tentu harus masuk dan menggeluti dunia mereka. “Yang namanya anak muda tidak bisa dipaksa. Tapi diajak untuk berkreasi dan berpikir kreatif. Dari data kependudukan nasional ada sekitar 40-50 persen generasi milenial. Dan target kita 20 persen,” imbuhnya.

Karena itu AMPI berharap Cawagub Emil Dardak dapat memajukan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Jawa Timur, terutama kalangan generasi muda. “Yang tahu persoalan anak muda ya tentu pemimpin muda. Banyak hal yang kita dukung dari Emil. Dia adalah representatif pemuda milenial yang berprestasi dan memiliki komitmen yang tinggi dalam pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat. Emil bisa menciptakan ekonomi kreatif, birokrasi, budaya dan lain-lain. Karenanya kami siap menggaet anak muda dan merangkul seluruh potensi pemuda yang nantinya akan kita gabungkan untuk menjadi kekuatan AMPI kepada Partai Golkar maupun kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Golkar Jatim Sahat Tua Simanjuntak memuji Emil sebagai tokoh muda yang tahan banting dan tahan makian di Pilgub Jatim. “Emil Dardak ini Tokoh muda milenial yang disiapkan untuk menjadi pemimpin di Jawa Timur, wajar banyak yang kaget,” kata Sahat.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim ini memuji sosok Bupati Trenggalek ini sebagai tokoh muda yang murah senyum dan tahan makian. Karena diketahui bersama, Emil sejak mendapat rekom maju pilgub dari Partai Demokrat dan Partai Golkar, langsung dikecam banyak pihak terutama partai-partai yang tidak mengusungnya.

“Meski dimaki-maki belakangan ini, tetapi Emil cukup Membalas marah dengan senyuman,” puji Sahat yang dalam kesempatan itu berkali-kali menyebut bahwa Emil adalah cawagub mendampingi ibu Khofifah yang diusung partai Golkar.

Menurutnya, kalau ada opini negatif kepada calon gubernur diusung Golkar itu hal yang wajar. “Mereka itu adalah pohak-pihak yang tidak ingin Golkar punya gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur,” tegas Sahat.

Di tempat yang sama, Emil Dardak menyambut baik dukungan yang diberikan AMPI Jatim terhadapnya. Adanya dukungan dari AMPI, Emil semakin optimis melangkah maju di Pilgub Jatim 2018. Dia bahkan mengaku tidak takut dengan apapun bentuk kampanye negatif yang ditujukan kepadanya. “Jangan dikira anak muda itu mudah ditakut-takuti,” seru Emil.

Emil juga menegaskan meski maju Pilgub Jatim, bukan berarti dia akan meninggalkan rakyat Trenggalek. Karena sesuai aturan Undang-undang seorang kepala daerah tidak perlu mundur ketika mencalonkan diri sebagai Cagub-Cawagub. “Kami tetaplah masih bisa memimpin di Trenggalek. Kami tidak menghianati masyarakat Trenggalek. Karena saya dipilih atau tidak dipilih (Pilgub) kami tetap menjabat hingga 2019,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Bupati Seluruh Indonesia ini berharap kader-kader AMPI seluruh Jawa Timur membantu menjelaskan ke masyarakat. “Kami generasi milenial bukan haus kekuasaan tapi kami anak muda haus prestasi dan inovasi pelayanan publik untuk masyarakat lebih luas,” pungkas mantan pejabat di Bank Dunia sejak 2001 ini.[]

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here