Sinergi Kadin dan Pemda Kunci Peningkatan Ekonomi Jatim

0
51
Ketua Kadin Jatim, La Nyalla Mattalitti

Nusantara.news, Surabaya – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mendorong Kadin-Kadin di kabupaten/kota untuk lebih kreatif dalam melaksanakan program kegiatan. Program yang disusun harus bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Dan berharap Kadin juga harus bisa bersinergi dengan pemerintah daerah agar ekonomi lokal bisa berkembang pesat.

Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti menyatakan bahwa banyak potensi ekonomi yang bisa dikembangkan, mulai dari sektor industri, wisata, serta jasa dan perdagangan. Namun semuanya itu tidak akan bermanfaat kalau tidak ada program dan infrastruktur penunjangnya, kerjasama dengan semua pihak baik instansi pemerintah maupun swasta sangat diperlukan agar ekonomi Jatim lebih baik lagi.

Nyalla mencontohkan Kota Probolinggo, menurutnya, pertumbuhan ekonomi wilayah Probolinggo setiap tahunnya tumbuh 6% dan terus meningkat. Ini sudah di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan nasional. “Saya berharap Kadin Kota Probolinggo bisa makin giat mendorong pertumbuhan ekonominya. Sehingga hasilnya, bisa dinikmati seluruh masyarakat dan merata. Bukan hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang kaya saja,” tegas La Nyalla di Probolinggo, Jumat (5/5/2017).

Kota Probolinggo mempunyai banyak potensi ekonomi yang bisa dikembangkan, mulai dari sektor industri, wisata, serta jasa dan perdagangan. Pendapatan per kapita Kota Probolinggo tercatat sebesar Rp35,2 juta per orang per tahun, relatif cukup baik dibanding sejumlah daerah lain di Jatim.

“Desain pengembangan ekonomi Kota Probolinggo tentu tidak bisa dipisahkan dari daerah-daerah sekitarnya, seperti Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan. Jadi bisa disebut ini kluster Bromo. Harus saling menopang seperti, Kadin Kota Probolinggo sinergi dengan Kabupaten Probolinggo untuk mengembangkan bisnis wisata dan peternakan yang secara geografis,” pesannya.

Mantan Ketua PSSI ini juga berujar bahwa Kadin adalah satu-satunya organisasi pengusaha yang dilindungi dan diatur oleh Undang-Undang, sehingga posisinya sangat strategis. Posisi tersebut harus dimanfaatkan dengan berperan optimal dalam pengembangan daerah dan masyarakat. “Jangan sampai status sebagai pengurus Kadin hanya jadi status, tapi tidak bermanfaat bagi ekonomi rakyat,” tegas La Nyalla.

La Nyalla menambahkan, Kadin juga harus bisa bersinergi dengan pemerintah daerah agar ekonomi lokal bisa berkembang pesat. “Sinergi ini penting karena Kadin harus bisa membantu pemerintah daerah. Selain soal pengembangan usaha, sinergi perlu dilakukan dalam bidang sosial, seperti pengentasan kemiskinan. Contoh riilnya, pengusaha Kadin di daerah bisa menjadi bapak asuh siswa dari keluarga kurang mampu,” pungkas La Nyalla.

Sebelumnya, saat meresmikan Kadin Lamongan Nyalla juga menyatakan bahwa potensi besar sektor kelautan Lamongan sangat signifikan, seiring dengan letak geofrafisnya yang strategis karena dekat dengan Surabaya sebagai sumber pertumbuhan utama dan hubungan ke kawasan Indonesia Timur. Lamongan dikenal mempunyai banyak komoditas strategis, di antaranya perikanan, jagung, dan peternakan. Bahkan untuk jagung termasuk yang terbaik karena produktivitasnya bisa menembus angka 10 ton per hektare.

”Tapi saya harapkan teman-teman di Lamongan bisa kreatif, olah jagungnya, beri nilai tambah sehingga harganya bisa lebih mahal, otomatis manfaatnya bisa lebih terasa bagi petani maupun teman-teman pengusaha yang bermitra dengan para petani. Tinggal bagaimana teman-teman di Lamongan mengolah potensi yang ada, sehingga bisa memberi dampak ekonomi ke masyarakat,” papar La Nyalla.

Tidak hanya itu, lanjut Nyalla, Lamongan punya sumber daya perikanan yang cukup besar. Dengan letak geografis yang dekat dengan kota-kota besar sebagai sasaran pemasaran, tentu lebih menguntungkan bagi pengusaha Lamongan.

“Saya meminta Kadin Lamongan bisa memfasilitasi para nelayan dan UMKM bidang perikanan untuk bisa meningkatkan nilai tambah produknya. Diajak bermitra, dilatih, diberi kemasan yang bagus, dicarikan channel distribusinya, dan jangan lupakan pemasaran online. Pasarkan produk lewat online, latih UMKM-UMKM Lamongan untuk go digital,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here