Sinyal Arah Politik Pilgub 2018 Jawa Timur dari Ponpes Al Qodiri?

0
205

Nusantara.News, Jember – Sejak hiruk pikuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 Jawa Timur berdengung, baru pertama kali beberapa figur penting yang digadang-gadang bakal bertarung, seperti Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur (wagub) Saifullah Yusuf bertemu dalam satu lokasi yang terpantau publik. Keduanya hadir dalam Haul Imtihan Manaqib Syech Abdul Qodir Jailani di Pondok Pesantren Al Qodiri Jember, Kamis (18/5/2017) malam.

Spekulasi politik pun merebak dalam acara yang dipenuhi ribuan santri dan masyarakat umum ini. Apalagi selain Khofifah dan Gus Ipul panggilan akrab wagub, juga hadir beberapa ulama, tokoh masyarakat dan partai politik. Seperti Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mattalitti, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Mukhlas Sidik serta Ketua Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) KH Fahrur Rozi.

Salah satu spekulasi adalah kans ada warga nahdliyin yang terpilih jadi gubernur. Keinginan yang sebenarnya gampang terealisasi melihat modal Jawa Timur sebagai penyumbang anggota Nahdlatul Ulama (NU) terbesar di Indonesia. Ini diperkuat dengan perolehan suara dalam pemilihan legislatif 2014. Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Persatuan Pembangunan (PKB-PPP) yang bisa dianggap jadi representasi nahdliyin menyalurkan hak politiknya, masing-masing meraup 1.472.592 dan 434.504 suara dari total 6.582.977 suara yang masuk.

Ketika dikonfirmasi melalui aplikasi whatsapp terkait arti komunikasi politik ini, Prof Akhmad Muzakki Sekretaris Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur yang juga salah satu staf pengajar di UIN Sunan Ampel Surabaya, enggan menjawab gamblang. Ranah sikap politik NU struktural tersebut justru dilimpahkan ke ulama sepuh. “Langsung ke kiai-kiai sepuh saja ya,” cetusnya, Jumat (19/5/2017).

Salah satu intelektual muda NU yang mengajar Komunikasi Politik di Universitas Airlangga Surabaya, Fahrul Muzzaki hingga berita ini ditayangkan, juga belum memberi tanggapan tentang dinamika ini. Yang pasti, kehadiran Khofifah dan Gus Ipul dalam satu momen merupakan kesempatan langka yang bisa berarti banyak dalam pertarungan di 2018 nanti.

Acara di ponpes Al Qodiri sendiri dihadiri ribuan santri dan masyarakat umum. Khofifah datang di lembaga pendidikan yang berada di kawasan Patrang sekitar pukul 20.00 WIB langsung menuju kediaman KH Muzzaki Syah. Ketika menunggu acara dimulai, La Nyalla dan Khofifah sempat menjalin komunikasi sekitar 15 menit, terpisah dari tamu-tamu lainnya dan hanya didampingi Bupati Jember Faida.

Beberapa saat berselang, semuanya menuju panggung untuk mengikuti haul. Sekitar 1 jam, Khofifah lalu kembali ke kediaman KH Muzakki Syah merebak ribuan jamaah yang memadati lokasi. Di sinilah pertemuan dengan Gus Ipul terjadi yang bermaksud menuju panggung. Kendati jadi rival dalam 2 pilgub terakhir dan kini rumornya masih berlanjut, sesungging senyum Ketua PP Muslimat NU itu langsung terlontar disambut dengan salam.

Terkait pertemuan kedua tokoh ini, KH Muzakki Syah mengaku memang disengaja. Selain untuk memberi sambutan di sela-sela zikir dan ceramah agama, khusus untuk Khofifah diberi amanah menyampaikan soal kekuatan majelis pengajian agama dan Salawat Nabi untuk mencegah perpecahan bangsa. Ulama yang di masa Pilpres jadi pendukung Prabowo tersebut, bahkan terus terang memuji Khofifah sebagai kader NU yang paling bersinar. “Mari kita doakan kalau maju, beliau dikabulkan menjadi Gubernur Jawa Timur,” sebutnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here