Sinyal Kuat, Soekarwo Pilih AHY Dampingi Khofifah

0
251
Soekarwo bersama Khofifah Indar Parawansa (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Teka-teki sosok yang digadang akan mendampingi Khofifah Indar Parawansa sebagai bakal calon wakil gubernur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018, semakin kuat. Soal itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jatim, Soekarwo juga angkat bicara. Pakde Karwo, sapaan gubernur yang memimpin Provinsi Jatim selama dua periode itu menyebut, sosok tersebut adalah kader Demokrat yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA). Hal itu sesuai aturan partai.

Namun Soekarwo juga tidak menampik, sejumlah nama lain yang hingga saat ini terus bermunculan untuk mendampingi Khofifah. Di antaranya, Bupati Ponorogo Ipong Muchlisson, Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak, Harsono yang saat ini menjabat sebagai Kepala BLUD RSUD dr Soetomo. Kemudian juga Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Heru Tjahjono, dan yang tak kalah santer menjadi perbincangan adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), anak mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Soekarwo meyakini, nama yang ideal untuk mendampingi Khofifah maju di Pilgub Jatim adalah sosok dari Mataraman. Namun, dia menegaskan semua pilihan ada pada Khofifah, siapa pun nantinya yang akan dipilih untuk kemudian maju di Pilkada Jatim, Juni 2018.

“Kami mengusulkan, yang dinilai layak dan menurut saya kuat di kawasan Mataraman, tapi tentu saja Bu Khofifah sangat berpengaruh untuk menentukannya,” terangnya di Kantor Gubernur Jatim,  Selasa (31/10).

Sementara, disinggung terkait partai koalisi lainnya, Soekarwo yang juga menjabat sebagai anggota majelis tinggi DPP Partai Demokrat mengaku untuk sementara terdapat dua partai yang pasti sebagai pendukung, Partai Golkar dan Partai NasDem. Sementara satu partai lainnya yang dimungkinkan untuk ikut bergabung adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Untuk posisi pendamping bakal calon adalah dari yang memiliki suara dan kursi lebih banyak, misalnya dari Partai Demokrat.

“Yang pasti, untuk posisi pendamping dari partai yang suara dan kursinya lebih banyak, yaitu Demokrat,” jelasnya.

Sosok yang Digadang Mendampingi Khofifah

Agus Harimurti Yudhoyono

Mengacu pada penegasan Soekarwo, bisa diartikan kalau nama Nurwiyatno yang sebelumnya santer disebut-sebut siap maju di Pilgub Jatim akan kandas, karena dipastikan tidak memiliki KTA partai. Itu lantaran, Nurwiyatno masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) alias Pegawai Negeri Sipil di Inspektorat Provinsi Jatim. Jika benar ketentuan itu anut, maka mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Surabaya itu akan terganjal langkahnya.

Meski sebelumnya, Nurwiyatno diantar ratusan pendukungnya dari elemen nasionalis dengan menggunakan mobil Jeep terbuka mendaftarkan diri ke DPD Partai Demokrat Jatim di Surabaya, Minggu (16/7/2017).

Lantas, apakah sosok yang disinggung Soekarwo itu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang tak lain “putera mahkota” dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)? Bisa jadi iya. Sebab, nama AHY santer menjadi perbincangan banyak pihak sebagai bakal Cawapres Khofifah.

AHY, selain sebagai trah Mataraman sebagaimana kriteria yang diutarakan Soekarwo dan sudah dikenal luas sejak ikut kontestasi Pilkada Jakarta 2017 lalu, juga dinilai sebagai sosok pemuda yang cerdas, dan punya kemampuan memimpin. Kemunculan namanya banyak dikaitkan dengan cita-cita untuk menjadikan Provinsi Jatim menjadi lebih baik.

Ipong Muchlissoni Bupati Ponorogo

Ipong Muchlissoni Bupati Ponorogo

Ipong Muchlissoni, lahir di Lamongan 1967 dan hingga saat ini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Ponorogo, menjabat sejak 17 Februari 2016. Kiprah politiknya di awali dengan menjadi anggota PKB hingga tahun 2013, kemudian dilanjutkan ke Partai Gerindra. Catatan pendidikannya, di awali di SD Muhammadiyah Lamongan (1973-1979), kemudian SMP Negeri 1 Babat dan lulus tahun 1982. Dilanjutkan ke SMA Negeri 1 Lamongan, lulus 1985. Pendidikan perguruan tingginya di tempuh di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan dan lulus tahun 1990.

Sejak di Kalimantan, dia pernah memegang beberapa jabatan di sejumlah perusahaan di Kalimantan. Di antaranya, sebagai Kepala Sie Administrasi dan Sumber Daya Manusia PT. Kaltim Parna Industri pada tahun 1991. Kemudian, menjadi Wakil Kepala Tata Laksana (Wakatalak) Sumber Daya Manusia PT Kiani Lestari pada tahun 1992. Serta pernah menjabat sebagai Katalak SDM PT Alas Helau periode 1992-1994. Dan, Komisiaris PT Diyatama Persada Raya sejak tahun 2000 hingga sekarang.

Lelaki yang dibesarkan dari keluarga taat beragama itu juga kenyang berorganisasi. Sejak duduk di bangku kuliah, Ipong muda tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa Jawa Timur di Samarinda pada tahun 1991.

Kemudian, juga pernah menjadi Pengurus Daerah (Pengda) Perbasi di Kalimantan Timur. Kemudian, masuk dunia politik dengan menjadi anggota Dewan Pengurus Wilayah PKB, dan menjabat beberapa jabatan di sana: wakil ketua (1999), sekretaris (1999-2001), dan ketua (2003-2013). Tercatat juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur periode 1999-2004 dan 2004-2009. Setelah itu pindah partai menjadi kader Gerindra dan menjadi Ketua DPD Kaltim sejak 2013.

Emil Dardak, Generasi Nusantara yang Cerdas

Emil Dardak, Bupati Trenggalek

Emil Elestianto Dardak atau Emil, lahir di Jakarta, 20 Mei 1984. Emil dikenal sebagai seorang politikus, penyanyi dan eksekutif muda yang mencapai jabatan gemilang yakni sebagai Bupati Trenggalek, sejak 17 Februari 2016 berpasangan dengan Wakil Bupati, Mochamad Nur Arifin, yang memenangkan pemilihan kepala daerah serentak di Kabupaten Trenggalek tahun 2015. Catatan perolehan suara yang berhasil dikantongi sebanyak 292.248 suara atau sekitar 76,28 persen. Emil dan Mochamad Nur Arifin menjadi pasangan termuda pada Pilkada serentak 2015.

Emil adalah cucu H. Mochamad Dardak, salah satu kiai Nahdlatul Ulama (NU). Dia dikenal sebagai generasi muda cerdas, itu dibuktikan sebagai peraih gelar Doktor Ekonomi Pembangunan termuda, di Jepang, yakni dari Ritsumeikan Asia Pacific University di usia 22 tahun.

Ayahnya adalah Hermanto Dardak, Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode tahun 2010-2014. Sementara ibunya bernama Sri Widayati, dari sang ibu mengalir darah Letjen Anumerta Wiloejo Poespojudo, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) pertama di era pemerintahan Soekarno.

Dari pernikahannya dengan artis Arumi Bachsin , pada 30 Agustus 2013 pasangan ini dikaruniai anak perempuan, perempuan Lakeisha Ariestia Dardak, dan yang laki-laki yang diberi nama Alkeinan Mahsyir Putro Dardak. Pendidikannya yang sangat mumpuni dan kariernya yang cemerlang kemudian mengantar suratan takdir menduduki jabatan bupati, bahkan di usianya yang masih sangat muda.

Tahun 2001, saat berusia 17 tahun, Emil Dardak memperoleh gelar diploma dari Melbourne Institute of Business and Technology. Kemudian melanjutkan pendidikan S1 di Universitas New South Wales, Australia. Sedangkan gelar S2 dan S3 didapatkan dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.

Pada tahun 2001-2003, Emil menjadi World Bank Officer di Jakarta, dan Media Analysis Consultant di Ogilvy. Puncak karier Emil dicapai saat didaulat menjadi Chief Business Development and Communication-Executive Vice President di PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

Karier politiknya diawali pada 27 Juli 2015, saat itu Emil bersama Mochamad Nur Arifin mendaftarkan diri menjadi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek ke KPUD Kabupaten Trenggalek.

Pasangan itu ikut berkompetisi di Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2015, yang digelar 9 Desember 2015. Mereka dicalonkan oleh koalisi tujuh partai politik, yakni Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Hati Nurani Rakyat, dan Partai Persatuan Pembangunan.

Menurut hasil resmi KPUD Trenggalek, Emil menang terhadap lawannya yang juga mantan Wakil Bupati Trenggalek, pasangan Kholiq-Priyo dengan perolehan suara sebanyak 292.248 suara atau sekitar 76,28 persen. Nama Emil pun mencuat dan digadang bisa mendampingi Khofifah, diharapkan bisa mengungguli nama Abdullah Azwar Anas yang berpasangan dengan Saifullah Yusuf.

Selain kedua nama di atas, ternyata nama Harsono juga ikut meroket. Harsono, yang saat ini menjabat sebagai Kepala BLUD RSUD dr Soetomo itu digadang oleh Partai Golkar untuk bisa mendampingi di Pilgub Jatim.

“Nama Harsono menjadi satu di antara sejumlah nama yang sedang digodok untuk bisa menjadi wakil Bu Khofifah,” kata Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Wilayah Jawa dan Sumatera, Nusron Wahid, dalam sebuah kesempatan di Surabaya.

Sebelumnya, Harsono juga pernah menjabat Bupati Ngawi dua periode tahun 1999-2010. Serta Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Direktur Utama RSUD dr Seotomo sampai masa purnatugas. Kemudian diangkat oleh Gubernur Jatim Soekarwo sebagai kepala BLUD RSUD dr Soetomo Surabaya.

Nama berikutnya adalah Heru Tjahjono, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan. Heru disebut-sebut juga layak untuk mendampingi Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa untuk maju di Pilgub Jatim.

Soal Gus Ipul, Pakde Karwo Enggan Komentar

Kembali ke Pakde Karwo, meski selama dua periode menjadi pendampingnya sebagai wakil gubernur, Pakde Karwo enggan memberikan komentar tentang sosok Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang juga maju sebagai kandidat gubernur. Gus Ipul yang berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas diusung PKB dan PDI Perjuangan.

“Yang jelas, Gus Ipul itu teman saya,” ucap Pakde Karwo singkat sambil menghindar pertanyaan lebih jauh soal Gus Ipul.

Sinyal yang disampaikan oleh Pakde Karwo, apa benar mengisyaratkan kalau dirinya lebih sreg dengan nama AHY, bisa jadi benar bisa juga tidak. Tetapi, pihaknya juga menegaskan, kalau partainya (Demokrat) mengincar nama bakal calon dari wilayah Mataraman.

Soal hasilnya, ditunggu saja 5 Nopember, bertepatan dengan tim 9 (para kiai di Jatim) yang mengumumkan hasil survei terhadap 8 nama yang masuk radar verifikasi. Selanjutnya, nama-nama tersebut disampaikan ke partai pengusung, kemudian ke Khofifah yang mendapat kewenangan untuk memilih.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here