Sinyal Mega Bagi Pemburu Rekom PDIP, Yang Tak Terpilih Jangan Mutung, ya

0
235
Mantan presiden sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri (kiri) berbincang dengan Ketua Umum PBNU KH.Said Aqil Siraj (kanan) saat peringatan hari lahir (Harlah) Presiden Soekarno ke 116 di Kompleks Makam Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Senin (5/6) malam. Malam puncak peringatan harlah Soekarno serta peringatan harlah Pancasila yang diisi dengan salat tarawih bersama dan pembacaan tahlil tersebut, diikuti oleh sejumlah menteri, anggota DPR dan pengurus PDI-P se-Indonesia. ANTARA FOTO

Nusantara.news, Blitar – Satu pesan penting tersirat dari Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ditujukan kepada calon yang berburu rekomendasi untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Yakni tidak gampang mutungan (gampang menyerah, Jawa), jika keinginannya tidak dipenuhi.

“Bagi yang tidak mendapatkan rekomendasi, jangan mutung. Saya melihat, menimbang, menaksir, karena yang saya putuskan bukan demi saya,” katanya saat memberikan pidato di hadapan ribuan kader PDI Perjuangan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni di areal makam mantan Presiden Soekarno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (5/6) malam.

Ia mengaku keputusan partai tersebut juga demi keuntungan partai bukan dirinya. Keputusan itu pun dipertimbangkan dengan baik sebelum diserahkan. “Apa sih keuntungan saya, tidak ada, keuntungan partai ada. Jika ketum katakan belum saatnya pasti ada pertimbangan yang logis, nanti ada waktunya, selalu ada waktunya, nanti yang dirugikan partai sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur Kusnadi mengatakan, proses penjaringan calon gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub) masih berlangsung saat ini. Baru dua yang sudah mengambil formulir, yaitu Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai cagub dan dirinya sebagai cawagub dalam Pilgub Jawa Timur 2018. “PDI Perjuangan sedang proses. Kami berjalan apa adanya, setelah proses internal selesai nanti dilaporkan ke DPP dan kami menunggu,” katanya.

Ia juga mengatakan, PDI Perjuangan dipastikan akan berkoalisi karena keterwakilan kursi di legislatif tidak mencukupi. Disinggung dengan partai mana saja, Kusnadi enggan merinci. Namun yang pasti, tambah dia, adalah dengan PKB sebagai satu-satunya parpol yang berhak mengusung sendiri tanpa koalisi.

Dalam sejarah Pilgub Jawa Timur sebelumnya, PDI Perjuangan memang tidak pernah mengusung cagub non kader. Khusus untuk tahun depan, kemungkinan itu bisa saja berubah kendati internal partai banyak yang menyodorkan beberapa nama potensial. Termasuk nama Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang balihonya mulai bertebaran di jalanan.

Usulan itu pertama kali diapungkan DPC PDI Perjuangan Surabaya. Namun karena belum memenuhi mekanisme, seperti mengambil formulir pendaftaran, DPD PDI Perjuangan belum bisa memproses keinginan itu. “Bagi kami, siapa yang ikut proses akan kami laporkan, yang tidak ikut proses bagaimana cara melaporkannya,” katanya.

Praktis, dalam situasi saat ini Gus Ipul masih punya peluang terbesar sebagai penerima rekom kecuali Mega tidak sreg dengan mantan menteri di era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut. Karenanya, Gus Ipul punya strategi lain dengan menggelar komunikasi intensif. Termasuk 2 hari beruntun menyambut Megawati di Blitar. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here