Sinyal PDIP Majukan Tri Rismaharini di Pilgub Jatim Kembali Menguat

0
156
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri

Nusantara.news, Surabaya – Kunjungan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri ke Surabaya menarik perhatian banyak pihak. Banyak yang menebak, pertemuan itu terkait konstelasi jelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018, mendatang. Dalam safari politiknya Megawati melakukan pertemuan tertutup dilanjutkan makan siang dengan Tri Rismaharini di rumah dinas, Senin (11/9/2017).

Entah apa yang telah diperbincangkan putri Proklamator Soekarno tersebut dengan Tri Risma. Soal itu, PDIP belum menyampaikan siapa cagub dan cawagub yang akan diusung PDIP untuk posisi bakal calon Gubernur Jatim.

Melihat kedekatan Tri Risma saat di Bandara Juanda menyambut kedatangan Megawati, dimungkinkan sinyal semakin kuat posisi Tri Risma untuk maju di Pilgub Jatim, meski belum mendaftarkan diri sebagai bakal calon.

Terkait itu, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyebut, Tri Rismaharini memiliki peluang sebagai bakal calon Gubernur Jatim. “Bu Risma sangat berpeluang dicalonkan, namun sampai sekarang beliau masih menolak dan itu sering disampaikan,” ujar Hasto, yang juga menyebut bakal cagub Jatim dari PDIP merupakan keputusan Ketum Megawati Soekarnoputri.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto

“Kalau kader sudah ditunjuk oleh partai, tidak bisa menolak, termasuk jika Bu Risma nantinya ditunjuk, jadi tunggu saja tanggal mainnya,” terang dia.

Jauh hari sebelumnya Tri Risma saat menjawab pertanyaan wartawan mengatakan kalau dirinya tidak akan melangkah ke Pilgub Jatim. Risma mengaku harus menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Surabaya, hingga akhir periode jabatan.

“Tidak lah, saya di Surabaya saja,” kata Risma menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Sabtu (8/7/2017).

Megawati Soekarnoputri dan Tri Rismaharini

Kembali saat digelar pertemuan, saat itu Tri Risma tidak sendiri, ikut serta dalam pertemuan ada Abdullah Azwar Anas, Saifullah Yusuf,  dan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Lalu, bagaimana peran nama-nama tersebut di mata Megawati. Apakah hubungan mereka dengan Pilgub Jatim?

Konsolidasi Pileg dan Pilpres 2019

Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo

Dimintai komentar terkait pertemuan tersebut, pengamat politik yang juga Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo menyimpulkan sejumlah nama yang ikut menyambut dan menemani Megawati dalam pertemuan di rumah dinas Wali Kota Surabaya, masih cair. Layaknya pertemuan menyambut kedatangan tokoh tertinggi partai yang dihormati.

“Menurut saya pertemuan itu masih cair. Saya rasa kedatangan Megawati kemarin bukan sekadar untuk Pilgub Jatim. Lebih dari itu adalah untuk konsolidasi Pileg dan Pilpres 2019,” kata Mochtar W Oetomo dihubungi Nusantara.news, Selasa (12/9/2017).

Sementara, keberadaan Dahlan Iskan di pertemuan itu disebutkan, memperkuat sinyalemen bahwa selama ini Dahlan dengan media Jawa Pos-nya adalah penyokong utama kesuksesan Risma.

“Menurut saya, Dahlan dengan Jawa Pos nya terbukti bisa mengantar Risma menang dalam dua kali Pilwali. Jadi agaknya ada skenario untuk kembali mambangun kolaborasi Jawa Pos dan Risma untuk kepentingan yang lebih besar apakah untuk Pilgub atau Pilpres. Disinilah arti penting Dahlan bagi Megawati,” urai dosen FISIP Universitas Trunojoyo, Madura tersebut.

Kemudian, siapa yang akan direkomendasi oleh PDIP menjadi cagub dan cawagub? Apakah Saifullah Yusuf atau Azwar Anas, atau Risma? Menurut Mochtar, itu sama sekali tidak bisa dilepaskan dari skenario PDIP menghadapi Pileg dan Pilpres 2019.

“Itu juga tidak bisa dilepaskan dari kepastian Khofifah apakah jadi maju atau tidak,” lanjutnya.

Pria berkacamata itu menambahkan, posisi Saifullah Yusuf alias Gus Ipul jelas sebagai kondensor dan fasilitator tiap kolaborasi politik yang dimungkinkan akan dibangun oleh PDIP, Nahdlatul Ulama (NU) dan para Kiai di Jatim.

“Tentu, ke depannya itu semua untuk kepentingan yang lebih besar, untuk kepentingan PDIP,” tegasnya.

Sedangkan posisi Abdullah Azwar Anas adalah investasi kader, yang juga untuk kepentingan yang lebih besar kedepannya, dengan segala potensi yang ada pada diri Anas.

“Dari hitungan politik, kemungkinan paling mungkin bagi Anas adalah sebagai cawagub, itu pun harus melalui proses yang tak mudah di internal PDIP,” lanjut Mochtar.

Peluang Khofifah di Pilgub Jatim

Khofifah Indar Parawansa

Seiring dengan munculnya sejumlah nama yang telah memastikan diri maju di Pilgub Jatim, nama Khofifah juga semakin berkibar. Ketua PP Muslimat NU itu, keberadaannya tak bisa dianggap enteng untuk menepaki kursi jabatan Gubernur Jatim.

Pertimbangannya, memiliki bekal pengalaman sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan Menteri Sosial yang disandang saat ini. Dengan pengalaman itu, dan sebagai putra daerah Khofifah layak digadang untuk memimpin Jatim menjadi lebih baik, meneruskan estafet kepemimpinan dari Soekarwo.

Dalam sebuah kesempatan sebelum berbicara di sebuah acara di PW Muhammadiyah Jatim di Surabaya, Khofifah meminta semua pihak bersabar. Dikatakan, semua yang dilakukan menjadi bagian dan proses yang terus berjalan.

“Sabar, tunggu kabar berikutnya. Saat ini, yang penting adalah bagaimana membangun Jawa Timur ke depan. Jangan mengkotak-kotakan ormas dan kiai. Jangan memaksakan semuanya harus seragam. Gus Sholah itu kiai, Kiai Asep juga kiai, jadi jangan menjeneralisir kiai mendukung ini, atau tidak mendukung itu,” ucap Khofifah,” Selasa (15/8/2017) malam.

Nama Khofifah dipastikan terus melejit meraup dukungan untuk maju di Pilgub Jatim. Lembaga survei The Initiative Institute misalnya, mencatat peluang Khofifah untuk popularitas dan elektabilitas tertinggi setelah Saifullah Yusuf, bahkan juga menyisihkan Tri Rismaharini.

“Meski Gus Ipul berada paling atas, namun itu belum menjamin bakal mudah memenangkan Pilgub Jatim. Terbukti responden yang memilih Gus Ipul sebagai calon gubernur lebih rendah dibanding sebagai calon wakil gubernur,” ujar CEO The Initiative Institute, Airlangga Pribadi.

Hasil survei itu mencatat popularitas Gus Ipul 82,8 persen dan elektabilitas 33,2 persen. Sementara Khofifah 81,4 persen untuk popularitas dan untuk elektabilitas 28,3 persen. Tri Risma popularitasnya diangka 75,4 persen, dan 26,1 persen untuk elektabilitas. Dukungan Gus Ipul menjadi calon gubernur diangka 33,17 persen, sedangkan dukungan untuk posisi calon wakil gubenur, lebih tinggi yakni 34,90 persen.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here