Sinyal Reshuffle dari Istana, Ini Menteri yang Bakal Digusur

0
135
Johan Budi

Nusantara.news, JAKARTAReshuffle kabinet  jilid III tampaknya benar-benar akan terjadi. Pihak Istana Kepresidenan memberi sinyal kuat akan adanya perombakan kabinet Jokowi-JK.

Juru Bicara Presiden Johan Budi melontarkan pernyataan yang bisa dibaca sebagai sinyal akan adanya perombakan kabinet. “Iya, kemarin saya sudah tanya langsung kepada Presiden mengenai sejumlah pergantian menteri. Dengan tegas Presiden menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada reshuffle kabinet,” ujar Johan.

Namun, lanjut Johan, tidak menutup perombakan kabinet bisa saja dilakukan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi kinerja para menteri. “Saya kan ngomong-nya hari ini. Bisa saja berubah. Jangankan besok, lima jam ke depan kan enggak tahu kita. Jadi, saat ini memang belum ada,” pungkasnya.

Lantas siapa kira-kira menteri yang bakal didepak dari posisinya saat ini? Pengamat politik Ray Rangkuti menilai ada dua hal yang akan menjadi pertimbangan Presiden Jokowi dalam melakukan perombakan pembantunya. Pertama, alasan kinerja dan kedua faktor politik.

Dari dua alasan mendasar itu, lanjut Ray, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno masuk daftar paling atas. Karena, secara politik, mantan Menteri Perindustrian di era Megawati itu semakin menjauh dari PDIP. “Padahal kita tahu bahwa saat ini PDIP partai berkuasa. Tapi, Rini menjauh dari kandang banteng,” kata Ray kepada Nusantara.news, Jumat (7/4).  Apalagi, lanjutnya, kinerja Rini juga kurang begitu menggembirakan. Bahkan, nyaris tak ada prestasi yang patut dibanggakan.

Selain itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi PAN RB) Asman Abnur juga kemungkinan besar masuk kotak. Pasalnya, Partai Amanat Nasional (PAN) yang merupakan partai asal Asman belakangan kerap mbalelo. Sebagai bagian dari pemerintahan, PAN justru kerap bersikap layaknya oposisi. Sejumlah langkah politik PAN seringkali membahayakan posisi Jokowi. “Misalnya soal hak angket untuk menyelidiki kebijakan pemerintah mengaktifkan kembali Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta justru ikut dimotori PAN. Jadi, secara politis PAN tidak bisa dipegang atau tidak committed. Jadi, saya rasa Jokowi akan pertimbangkan itu,” jelas Ray.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here