Sirkus dan Akrobat Sang Petahana

0
68
H Mohammad Anton, Walikota Malang (Sumber: Jurnalis Malang)

Nusantara.news, Kota Malang – Pilkada yang merupakan singkatan dari Pemilihan Kepala Daerah dijadikan sebagai suatu ajang masyarakat untuk berkompetisi mengadu kepantasan untuk mempimpin suatu daerah. Layaknya sebuah sirkus, setiap orang dan kelompok salin beradu dan menunjukan ketangkasannya  untuk memukau para penontonnya.

Ketangkasan politik dalam Pilkada harus dimiliki setiap orang yang mengajukan diri, melalui ketangkasan tersebut yang kemudian mampu mendapat dukungan massa. Tak hanya ketangkasan politik, namun penguasaan variabel lain pun juga harus dimiliki sosial ekonomi dan lainnya sebagai seorang pemimpin daerah.

Berbicara mengenai Pilkada, di Kota Malang pada tahun 2018 mendatang akan digelar pesta demokrasi tersebut. Sebelumnya telah digelar pada tahun 2013, dan kini tepat pada 5 tahun hajatan demokrasi rakyat tersebut digelar kembali untuk memilih sosok pemimpin Kota Malang kedepan.

Sosok Walikota petahana, M Anton menjadi sorotan, dimana selama satu periode kepemimpinannya di Kota Malang banyak prestasi dan juga kritikan pun juga turut mewarnai masa kepemimpinnya. Merupakan suatu hal yang wajar pemimpin itu dipuja dan dicerca.

Ia digadang-gadang akan kembali mencalonkan dirinya di Pilkada Kota Malang 2018 nanti. Melihat gerak-geriknya dari awal hingga kini Abah Anton (sapaan akrabnya) melakukan beberapa langkah yang cukup fenomenal dan mengundang perhatian publik sebagai seorang pejabat publik.

Awalnya, Abah dikabarkan akan maju melalui jalur independen. Pengumpulan dukungan melalui KTP dan surat pernyataan sudah disebar ke masyarakat di berbagai kawasan. Upaya Anton maju lewat jalur independen itu akhirnya dipatahkan oleh PKB.

Ketika ia menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Malang, seakan menjadi magnet politik bagi partai lain. Beberapa partai besar sempat akan merapatkan barisan ke petahana untuk penjajakan koalisi. Beberapa partai tersebut yakni seperti PDIP, Golkar, Demokrat, Hanura, PAN, hingga PKS sempat membuka ruang komunikasi politik.

Dinamika politik Pilgub Jawa Timur, dikabarkan merambah ke Kota Malang, koalisi ‘Bangjo’ pun mencuat ke publik. Gabungan dua partai yakni PDI P – PKB, yang mengusung Anton sebagai kandidat bakal calon wali kota dan satu sosok dari internal PDIP ramai dibicarakan.

Berjalannya waktu dan bergain PDIP yang merupakan salah satu partai pemenang di Pileg 2013 lalu dengan mnyabet 11 kursi DPRD memiliki daya tawar yang tinggi ketika akan berkoalisi dengan petahana. Namun, terdengar kabar komunikasi diantara keduannya sempat deadlock. Hanya tingal menunngu konfirmasi dimana kepastian sikap PDIP akan terlihat pada akhir desember 2017 nanti.

Sri Untari menjelaskan, kepastian rekomendasi paling tidak ditargetkan turun pada Desember 2017. Sembari melakukan penjajakan dengan PKB, PDIP juga memikirkan skema lain.

“Semua masih dinamis dan cair, jika sudah final nanti pasti ada informasi. Melihat kondisi hari ini kami masih perlu melihat mana yang paling dekat dan benar-benar mau berjuang bersama dengan kami untuk membangun Kota Malang menuju yang lebih baik,” jelas dia

Disela koalisi Bangjo, yang belum menemui kepastian poros Hanura – PAN yang mengusung politisi cantik Ya’qud Ananda Gudban terbentuk. Melihat munculnya poros kekuatan baru, Abah Anton memberikan reaksi, dirinya menyebut masih melakukan komunikasi politik dengan beberapa koalisi.

Sempat ramai lontaran Abah yang mengucapkan akan memilih kandidat bakal calon wali kota dari kalangan milenial atau generasi muda dari kader partai. Dimana era pemimpin muda pasti lebih memberikan nuansa baru di birokrasi pemerintahan.

Publik pun bertanya-tanya soal siapa yang akan mendampingi Abah Anton maju dalam Pilkada Kota Malang 2018, apakah Moreno Soeprapto dan Ya’qud Ananda Gudban mencuat sebagai kandidat yang dimaksud. Namun, terdengar bahwa sosok Ketua Umum Malang Care, Dokter Canggih Sakina Hans yang digadang-gadang sebagai calon kuat pendamping Calon Wali Kota H.M Anton.

Abah juga sempat akan membuka komunikasi politik dengan Partai Nasdem Kota Malang dan akan berbicara kepada Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur yang juga Bupati Malang, Rendra Kresna untuk bersama membangun Kota Malang.

Selain itu, beberapa waktu lalu ditemui menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat Kota Malang. Kehadiran tersebut seakan memberikan sinyal jalinan hubungan antara PKB dan Partai Demokrat.

Dalam sambutannya ia juga menghimbau beberapa ajakan untuk dapat berpatispasi dalam membangun Kota Malang bersama. Kehadirannya pun juga merupakan salah satu bentuk sillaturahmi yang dapat juga disinyalir awal pembukannya komunikasi politik dengan Partai Demokrat.

Demikianlah langkah politik sang petahana, kesana kemari bak melakukan akrobat untuk memupuk kekuatan guna turun dalam kontestasi Pilkada Kota Malang 2018 mendatang. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here