Sistem Kerja Terukur, Bupati Banyuwangi Dinobatkan Terbaik di Bidang SAKIP

0
261

Nusantara.news, Surabaya – Sistem kerja yang terukur pemerintahan yang terukur. Inilah yang menjadi kunci keberhasilkan. Dalam sistem kerja yang terukur itu, tidak ada istilah one man show. Semua merupakan hasil kerja tim. Inilah yang membuat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB) menobatkan Bupati Abdullah Azwar Anas sebagai pemerintahan kabupaten dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten terbaik tahun 2016, dengan nilai A.

Tidak kurang Menteri PAN-RB Asman Abnur sendiri yang menobatkan Bupati Abdullah Azwar Anas sebagai bupati terbaik bidang SAKIP, di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Selasa (31/1/2017).  Kabupaten Banyuwangi menjadi satu-satunya kabupaten dan yang pertama kabupaten di Indonesia mendapat predikat nilai A atau tertinggi.

“Selama ini, belum pernah ada kabupaten yang berhasil meraih nilai A di seluruh Indonesia. Banyuwangi adalah satu-satunya kabupaten yang mendapat nilai A, nggak ada temannya. Saya harapkan tahun depan ada perbaikan dari daerah lain. Sudah kita cek semuanya di Banyuwangi dengan berbagai indikator dan verifikasi lapangan, termasuk tim penilai independen. Saya sendiri ke sana. Memang belum semuanya sempurna di Banyuwangi, tapi ruh perubahan dan inovasi program cukup menonjol,” ujar Asman Abnur.

SAKIP

SAKIP adalah sebuah sistem terintegrasi dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan. Terdapat empat fokus pelaporan dan evaluasi, yaitu laporan anggaran, kinerja output program pembangunan, kinerja outcome program, dan kinerja sasaran. Paradigma pemerintahan digeser bukan lagi pada berapa anggaran yang disiapkan dan dihabiskan, tapi berapa besar kinerja yang dihasilkan.

Menurut Menteri Asman, tidak mudah untuk mendapatkan kateori A dalam penilaian SAKIP. Banyak hal yang harus dipenuhi terkait peningkatan kinerja pemerintahan. Efektivitas kegiatan diukur dengan orientasi keberhasilan kinerja, bukan semata-mata soal anggaran.

“Kita lihat mana daerah yang efektif mengeluarkan anggaran dan memiliki target dalam bekerja. Jadi SAKIP ini bukan seperti lomba atau kompetisi, tapi sistem yang mengukur sejauh mana daerah menanfaatkan anggarannya secara efektif, punya target dan hasil kerja yang jelas,” terang Asman.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here