Siti Aisyah Rentan Dijadikan Tumbal Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam

1
170
Warga negara Indonesia, Siti Aisyah (tengah), digiring petugas kepolisian Malaysia saat meninggalkan gedung pengadilan seusai menjalani persidangan kedua di Mahkamah Sepang, Malaysia, Kamis (14/3). Persidangan Siti Aisyah yang didakwa membunuh Kim Jong-nam digelar di Mahkamah Sepang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./kye/17.

Nusantara.news, Jakarta – Tiga warga negara Korea Utara tersangka kasus pembunuhan Kim Jong-nam, satu di antaranya Ri Ji-u alias James yang berperan merekrut terdakwa Siti Aisyah dalam program Reality Show, dipulangkan ke negaranya bersama jasad Kim Jong-nam pada Jumat (14/4) pekan lalu.

Pemulangan ini bagian dari kesepakatan pertukaran tiga warga negara Korea Utara serta jasad Kim Jong-nam dan sembilan warga negara Malaysia yang disandera di Pyongyang. Sedangkan Siti Aisyah, buruh migran asal Indonesia dan Doan Thi Huong, warga negara Vietnam sudah menjalani persidangan kedua di Mahkamah Sepang, Malaysia, pada Kamis (13/4) lalu. Persidangan akan dilanjutkan pada 30 Mei mendatang.

Polisi Malaysia yang menangani kasusnya, kepada kantor berita Reuters, Jumat (31/3) mengaku telah memeriksa ketiga tersangka. “Kami telah mendapatkan apapun yang kami inginkan dari mereka. Mereka telah membantu kami dan mereka telah diizinkan untuk meninggalkan Malaysia,” ujar Kepala Polisi Malaysia Khalid Abu Bakar sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters.

Pemulangan Ri Ji-u alias James, komentar Direktur Eksekutif Migrant CARE Wahyu Susilo kepada Nusantara.news, Senin (17/4) sangat merugikan Siti Aisyah. “Ada dugaan kuat Siti Aisyah akan dijadikan tumbal dalam kasus pembunuhan ini,” tandas adik kandung penyair Wiji Thukul ini saat dihubungi Nusantara.news lewat panggilan WhatsApp-nya.

Lebih jauh Wahyu Susilo memaparkan, berdasarkan investigasi Migrant CARE dan keterangan-keterangan yang diperoleh dari pihak pengacara, sejatinya Siti Aisyah hanyalah korban dari tindak kejahatan politik tingkat tinggi yang tidak mungkin berangkat dari inisiatif Siti Aisyah semata.

Direktur Eksekutif Migrant CARE Wahyu Susilo

“Dari latar belakang sosial ekonomi Siti Aisyah memperlihatkan bahwa dia hanyalah tumbal dari kejahatan transnasional terorganisir yang biasa menggunakan perempuan yang terjebak dalam sindikat perdagangan manusia sebagai pelaku di tingkat lapangan. Modus serupa dialami para perempuan yang terjebak secara ganda sindikat perdagangan manusia dan sindikat perdagangan narkotika,”beber Wahyu Susilo.

Untuk itu, lanjut Wahyu Susilo, Migrant CARE mendesak Pemerintah RI, dalam ini Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur dan Tim Pengacara Siti Aisyah secara cermat mengkonstruksi pembelaan dengan argumen bahwa Siti Aisyah hanyalah korban. “Tentu upaya ini harus didukung investigasi yang komprehensip,” terang Wahyu.

Sebab, tandas Wahyu, kriminalisasi Siti Aisyah dengan ancaman hukuman mati berpotensi memutus mata-rantai penyelidikan otak utama di balik pembunuhan Kim Jong Nam.

Pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng yang ditunjuk Pemerintah Indonesia melalui KBRI Malaysia. Foto: Antara.

Keputusan Pemerintah Malaysia yang memulangkan tiga tersangka pembunuhan itu juga disayangkan oleh Ketua Tim Pengacara Siti Aisyah Gooi Soon Seng. Terutama pemulangan Ri Ji-u alias James yang sebelumnya bersama dua tersangka lainnya, masing-masing Sekretaris Duta Besar Korea Utara di Kuala Lumpur Hyon Kwan Sung dan karyawan maskapai penerbangan Korea Utara Kim Uk-il pulang ke negaranya.

Dengan pulangnya James, ujar Gooi, akan merusak upaya pembelaan terhadap Siti Aisyah. Üntuk alasan apapun semestinya mestinya James tidak diperbolehkan pulang,”kecam Gooi.

Untuk itu Tim Pengacara Siti Aisyah telah berkirim surat ke Jaksa Agung Malaysia meminta kasus ini dipertimbangkan kembali dengan alasan telah terjadinya kegagalan pengadilan dan oleh karenanya Siti Aisyah harus dibebaskan.

“Kami sudah menyampaikan keberatan kepada pengadilan dan berharap ada respon dari kepolisian. Jika tidak ada respon kami akan mengirin surat ke Jaksa Agung. James penting untuk pembelaan Siti Aisyah dan sekarang jelas tidak mungkin dia akan kembali ke Malaysia,”papar Gooi.

Memang, sebelum ketiga warga Korea Utara dipulangkan ke negaranya bersama jasad Kim Jong-nam, penyidik mengaku telah mendapatkan rekaman pernyataan dari ketiganya. Namun dalam persidangan Kamis (13/4) lalu Jaksa keberatan untuk memberikan kopi rekaman ke Tim Pengacara Siti Aisyah.

Jadi memang benar apa yang dikatakan Wahyu Susilo, terdakwa Siti Aisyah rentan dijadikan tumbal untuk memutus mata-rantai otak pembunuhan yang sebenarnya. Kalau itu yang terjadi, pemerintah Indonesia memang benar-benar tidak memiliki marwah di hadapan pemerintah Malaysia. Apalagi yang kita harapkan sebagai sebuah negara-bangsa?[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here