Skandal Uji Knalpot pada Manusia Terbongkar, Ini Tanggapan VW

1
196
Kartun yang beredar i media sosial saat VW terbukti telah mengakali uji emisi di Amerika Serikat dengan memasang perangkat lunak ilegal pada mesinnya

Nusantara.news, Berlin – Setelah VW pada September 2015 lalu terbukti telah mengakali uji emisi di Amerika Serikat (AS) dengan menggunakan perangkat lunak ilegal, kini eksperimen tentang uji emisi knalpot diesel yang ikut didanainya ikut dipermasalahkan oleh sejumlah media di AS dan Jerman. Sebab EUGT, program riset yang didanainya terbukti melakukan uji coba asap knalpot pada manusia dan monyet.

Politisi Partai Sosialis Demokrat Jerman Stephan Weil yang juga dewan pengawas VW menyebutkan penelitian itu “sangat tidak masuk akal dan menjijikkan”.  Daimler yang bersama BMW juga terlibat dalam pendanaan EUGT ikut mengutuk eksperimen itu. Bahkan menuding Volkswagen yang terlibat skandal perangkat lunak yang menghasilkan data knalpot diesel palsu sebagai pihak di belakang eksperimen itu.

EUGT secara resmi telah bubar tahun lalu. Namun Kamis (25/1) pekan lalu Surat Kabar AS New York Times (NYT) memberitakan, penelitian EUGT memang dirancang untuk melawan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO/World Health Organization) tahun 2012 yang menyebutkan knalpot diesel sebagai karsinogen.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan asap diesel sebagai karsinogen

NYT yang melakukan investigasi atas skandal itu menemukan fakta, pada 2014 EUGT telah mengekspos eksperimennya tentang 10 ekor monyet yang dipaksa mengisap asap knalpot VW Beatle di sebuah laboratorium di New Mexico, AS. Selanjutnya akhir pekan lalu, Radio Stuttgarter Zeitung dan SWR Jerman melaporkan adanya 19 laki-laki dan 6 perempuan yang digunakan sebagai uji coba menghirup asap diesel dalam eksperimen EUGT lainnya.

Selama satu bulan tes di sebuah laboratorium kota Aachen, Jerman, mereka terkena berbagai konsentrasi asap diesel yang mengandung oksida nitrogen beracun (NOx). Meskipun tidak banyak media luar yang tahu namun media di Jerman sudah menemukan buku laporan penelitian tentang itu pada 2016 yang lalu.

Politisi Partai Sosialis Demokrat Stephan Weil mengatakan, semua ini perlu diselidiki. “Tidak ada alasan untuk pengujian semacam itu.”

Daimler perusahaan otomotif produsen mobil merk Marcedez-Benz yang ikut mendanai program itu pada Minggu (28/1) kemarin juga mengaku terkejut dengan kajian EUGT dan implementasinya. “Kami mengutuk eksperimen itu dengan ekspresi yang sangat kuat,” ujar seorang pimpinan perusahaannya.

Tentang tudingan dalam laporan investigasi NYT tentang eksperimen yang menggunakan monyet, VW lewat akut Twitter perusahaannya pada Sabtu (27/1) menulis bahwa sikap resmi perusahaannya “secara eksplisit menjauhkan diri dari segala bentuk pelecehan hewan”.

VW juga melanjutkan cuitannya, “ Kami tahu bahwa metode ilmiah yang digunakan EUGT salah dan mohon maaf dengan tulis untuk ini.”

Sebuah kajian terbaru oleh pakar otomotif Jerman, Ferdinand Dudenhöffer, menyebutkan tingkat polusi dari mobil diesel masih terlalu tinggi di 10 kota di Jerman sehingga ada kemungkinan kendaraan itu dilarang beroperasi sebelum performa emisi pada mesinnya ditingkatkan.

Dalam penelitian Dudenhöffer, upgrade software kendaraan tidak akan cukup untuk mengatasi tingginya polusi kendaraan. Sejauh ini Munich, Stuttgart, Düsseldorf dan Cologne dikenal sebagai kota di Jerman dengan tingkat polusi yang serius.

Skandal Uji Emisi

Pada bulan September 2017 lalu, BBC News melaporkan skandal kecurangan emisi diesel yang melibatkan VW membuat perusahaan itu harus menyiapkan dana tambahan hingga 30 miliar dolar AS (sekitar Rp430 triliun). Volkswagen berkilah, persoalan yang dihadapinya jauh lebih rumit secara teknis dan memakan waktu.

Biaya tambahan itu untuk memperbaiki mesin dari produknya yang beredar di AS. Dua tahun setelah masalah emisi yang pertama diributkan media muncul Volkswagen masih berjuang mengatasi krisis di balik itu, antara lain dengan ikut mendanai program riset AUGT yang berakhir tahun lalu.

Terkait skandal emisi itu, Jaksa di Munich telah melakukan penangkapan kepada pihak-pihak yang dianggap mesti bertanggung jawab. Antara lain, berdasarkan laporan media di Jerman, adalah Wolfgang Hatz yang pernah menduduki jabatan anggota dewan direksi di unit VW Porsche.

Hatz adalah Kepala Penelitian dan Pengembangan Porsche milik VW dan diduga telah memegang peran lain dalam kelompok VW, termasuk dalam pengembangan mesin di Audi. Dia diskors oleh perusahaannya setelah uji emisi diesel terpapar ke publik. Setelah itu Hatz berhenti dari perusahaan. Kala itu Porsche mengatakan tidak ada bukti yang ditemukan atas kesalahannya.

Mengutip sejumlah laporan media di Jerman, Hatz diberitakan memiliki hubungan dekat dengan mantan CEO VW Martin Winterkorn. Sosok ini telah menolak pengetahuan tentang upgrade software yang hanya secara artifisial (hanya penampakan) mampu mengurangi emisi selama tes sebelum skandal uji emisi ini terungkap ke publik.

Seorang mantan eksekutif Audi lainnya, Giovanni Pamio, dijebloskan ke tahanan awal tahun ini atas permintaan dari Departemen Kehakiman AS. Satu orang dari jajaran eksekutif Audi disebut-sebut juga telah dipenjara. Insinyur dari Volkswagen James Liang juga telah divonis 40 bulan penjara oleh sebuah pengadilan AS pada bulan lalu.

Berita tentang membengkaknya biaya tambahan yang harus ditanggung VW dengan kendaraan yang beredar di AS telah menggarisbawahi tentang betapa sulitnya menghadapi skandal emisi dalam otoritas hukum di negeri paman Sam. Saham perusahaan mobil asal Jerman itu sempat turun tajam pada Jumat (26/1) kemarin lusa meskipun kemudian reborn hampir ke posisi semula.

“Ini adalah pengumuman lain yang tak terduga dan tak diinginkan dari VW, tidak hanya dari perspektif pendapatan dan arus kas, melainkan juga berkenaan dengan kredibilitas manajemen,” jelas Arndt Ellinghorst selaku analis Evercore ISI.

Sebelumnya VW mengaku telah menggunakan perangkat lunak ilegal untuk mengakali tes emisi di AS pada September 2015. Sejak itu VW diwajibkan mengadaptasi mobilnya agar memenuhi persyaratan hukum. Namun proses perbaikan emisi agar sesuai ketentuan memang begitu rumit di AS. Padahal di Eropa proses adaptasi mesin agar sesuai peraturan juga diharuskan, tapi prosesnya tidak serumit di AS.

Tapi kita tidak tahu, apakah kualitas uji emisi juga diberlakukan sama terhadap industri otomotif produk AS sendiri yang sudah ambruk? Adakah ini juga perang dagang yang mulai dihembuskan produk otomotif di AS yang mencoba bangkit? Kita ikuti laporan perkembangan berikutnya. []

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here