Skor Pilkada Serentak di Jabar Golkar Menang 2-1 atas PDI-P

0
398
Logo Pilkada Serentak KPU

Nusantara.news, Jakarta –Pilkada serentak 2017 di Jawa Barat diikuti oleh satu Kabupaten dan dua Kota, masing-masing Kabupaten Bekasi, Kota Tasikmalaya, dan Kota Cimahi.

Kabupaten Bekasi dan Kota Tasikmalaya masih diikuti oleh calon petahana. Sedangkan Kota Cimahi yang selama 15 tahun dikuasai oleh Partai Golkar mesti merelakan kursi walikotanya ke koalisi PDI Perjuangan, PPP, PKB, PAN dan Hanura.

Hasil gambar untuk Budi Budiman-M Yusuf

Pasangan Budi Budiman - M Yusuf saat dideklarasikan

Di Kota Tasikmalaya, hasil akhir Pleno Rekapitulasi KPUD setempat pada Rabu (22/2) menetapkan pasangan nomer urut 2 Budi Budiman-M Yusuf sebagai pemenang dengan perolehan 151.931 suara (40,06 %), disusul pasangan nomer urut 3 Dede Sudrajat – Asep Hidayat yang meraih 141.854 suara (37,40 %) dan di urutan buncit pasangan nomer urut 1 Dicky Chandra-Doni Romdoni yang hanya kecipratan 85.510 suara (22,54 %).

Budi Budiman adalah Walikota Petahana. Sukses Budi Budiman sekaligus mematahkan tradisi di Kota Tasikmalaya yang berkembang menjadi mithos siapapun calon Petahana akan kandas di kota Tasikmalaya. Pasangan ini diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar.

Sedangkan Dede Sudrajat adalah petahana wakil walikota, bahkan jabatan wakil walikota sudah diembannya dua kali berturut-turut dengan dua walikota yang berbeda. Pasangan ini diusung oleh utamanya PKS dan Gerindra.

Adapun artis sinetron Dicky Chandra yang bersama Mantan Bupati Aceng Fikri pernah memenangkan Pilkada Kabupaten Garut lewat jalur perseorangan, kali ini maju lewat PDI Perjuangan dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Jadi skor Pilkada Jawa Barat antara PDI-P Vs Golkar, adalah 1-2 untuk kemenangan Partai Golkar. Sebab selain ikut menang dalam Pilkada Kota Tasikmalaya, Partai Golkar melalui kader andalannya Bupati Petahana Neneng Hasanah Yasin yang berpasangan dengan Eka Supriatmadja kembali mengukuhkan dominasinya di Kabupaten Bekasi.

Hasil gambar untuk Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmaja diusung oleh

Pasangan Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmadja 

Nama beken Ahmad Dhani yang maju sebagai calon wakil bupatinya politisi kawakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sa’duddin dan diusung dua partai besar lainnya, Gerindra dan Demokrat, tampaknya akan keok meskipun itu baru hasil hitung cepat oleh Jaringan Suara Indonesia (JSI). Begitu juga dengan nasib pasangan Obon Tabroni – Bambang Sumaryana (Obama) yang diusung oleh PDI-P.

Dalam hitung cepatnya JSI mengumumkan kemenangan pasangan nomer urut 5 Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmadja dengan porsi 43,29 persen, disusul pasangan nomer urut 2 Sa’aduddin-Ahmad Dhani yang meraih 24,84 persen, ketiga diraih Obama yang mendapatkan 15 persen, disusul pasangan nomer urut 1 Meliana Kartika Kadir-Abdul Kholik sebesar 9 persen, dan paling buncit diduduki nomer urut 4 Iin Farihin-KH Mahmud yang hanya kecipratan 6 persen.

Hitung cepat JSI menggunakan teknik multistage random sampling dengan sampel 230 dari 3.958 TPS yang tersebar di Kabupaten Bekasi. Sampling error lebih kurang 1 %.

Hasil gambar untuk Ajay-Ngatiyana

Pasangan Ajay-Ngatiyana (baju putih) bersama partai pengusung

Sedangkan Kota Cimahi yang selama 15 tahun menjadi kotanya Golkar kali ini terpaksa lepas. Sebab calonnya Atty Suharti-Achmad Zulkarnaen bernomor urut 3 hanya mampu mendulang 76.423 suara. Masih kalah jauh dengan pasangan nomer urut 1 Ajay-Ngatiyana yang meraih 107.011 suara dan kalah tipis dari pasangan nomer urut 2 Asep Hadad Didjaya-Irma Indriyani yang meraih 80.207 suara.

Data di atas adalah keputusan Pleno Rekapitulasi Tingkat KPU Kota Cimahi yang bila merujuk selisih angkanya sulit diperkarakan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan begitu Partai Golkar gagal meraih target sapu bersih dalam Pilkada Serentak 2017 untuk wilayah Jawa Barat. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here