Soekarwo Ajak UNESA Ikut Tingkatkan Kualitas SDM di Jatim

0
65

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ikut tampil dalam berbagai hal untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Jawa Timur. Salah satu bentuk keikutsertaan peningkatan SDM berupa menyelenggarakan pendidikan selama setahun bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bertumpu pada community college.

“Tujuannya, agar lulusan SMK melalui program community college, nantinya memiliki keterampilan khususnya di bidang teknologi. Selain itu, lulusan tersebut juga akan memiliki skill tambahan agar bisa bersaing dalam dunia kerja,” ujar Soekarwo, di acara Kuliah Umum Pendidikan dan Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Jawa Timur di Auditorium Kampus UNESA, Surabaya, Rabu (10/5/2017).

Ditambahkan, dunia kerja saat ini, membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian. Para lulusan SMK wajib memiliki kualitas SDM agar bisa bersaing. “Oleh sebab itu, UNESA agar ikut bagian di dalamnya,” tegas Pakde Karwo panggilan Soekarwo.

Ditambahkan, jumlah SMK di Jawa Timur jumlahnya tiap tahun terus bertambah. Pada tahun 2015 ada sekitar 1.525 SMK yang dikelola oleh swasta, dan ada 288 SMK dikelola oleh pemerintah. Sedangkan di tahun 2016 jumlahnya meningkat, menjadi 1.663 SMK yang dikelola oleh swasta, serta 291 dikelola pemerintah. Jumlah SMK tersebut diimbangi dengan jumlah siswa yang banyak mencapai 704.033 siswa di tahun pelajaran 2016/2017.

Namun, masih banyak SMK yang belum memiliki standarisasi ISO. Ada sekitar 1.294 SMK swasta dan 105 SMK Negeri belum standarisasi ISO. Sedangkan, yang masih proses akreditasi sebanyak 137 SMK Swasta dan 14 SMK Negeri. Kemudian, untuk yang sudah standarisasi ISO ada 232 SMK Swasta dan 173 SMK Negeri. Dari jumlah tersebut, masih banyak SMK yang belum memiliki standarisasi.

“Hal itu menjadi tugas UNESA dan pemerintah agar para lulusan SMK tersebut, bisa memilikl kemampuan lebih agar bisa diterima dunia industri,” jelasnya.

Pakde Karwo menambahkan bahwa persaingan di Jawa Timur, tidak lagi dengan Jakarta, Jabar, Sulsel dan Sumatera Utara tetapi bersaing dengan kota-kota di dunia di antaranya, Hanoi, Perth, Szen Chen, atau propinsi lain di India.

“Kalau kualitas SDM tidak ditingkatkan, infrastruktur tidak dibangun dan birokrasi tidak diperbaiki maka akan kehilangan kesempatan menggapai kemajuan,” tegasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here