Soekarwo Dorong Birokrat Jatim Maju Pilkada Serentak

0
71
Soekarwo, Gubernur Jawa Timur.

Nusantara.news, Surabaya – Jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018, sejumlah nama pejabat di lingkungan pemerintahan provinsi itu  mulai banyak yang disebut-sebut layak maju ke bursa pemilihan. Hal itu tampaknya mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur  Soekarwo. Dia mengaku ikut mendorong karena para pejabat tersebut dinilai cukup mumpuni dalam kepemimpinan dan telah berpengalaman dalam birokrasi pemerintahan.  Selain meramaikan bursa calon di Pilgub di Jawa Timur, Soekarwo juga mendorong beberapa pejabat tersebut juga didorong untuk maju di Pilkada 2018 yang digelar serentak di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Memang ada beberapa pejabat yang saya dorong maju di Pilkada, seperti Akmal Boedianto di Bojonegoro dan Sukardo untuk maju di Pilkada Nganjuk,” katanya. Akmal Budianto adalah  Kepala Balai Pelatihan dan Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan Sukardo adalah Kepala Disnaker Provinsi Jawa Timur.

Menurut Soekarwo, itu adalah hal positif. “Semakin banyak pejabat yang berani maju mencalonkan diri dalam Pilkada Jawa Timur, saya kira itu semakin baik karena bisa memberikan alternatif yang banyak bagi masyarakat yang akan memilih pimimpin,” ujar Soekarwo saat dikonfirmasi Nusantara.news, Jumát (7/4).

Meski begitu, Pakde Karwo yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur memastikan jika pejabat itu maju sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) tentu sangat berat dan sulit. “Kapasitas mereka, saya kira cocoknya untuk Bacawagub. Kalau jadi Bacagub saya kira masih berat,” ujarnya.

Lanjut Soekarwo, sebagai orang birokrat, sejumlah nama yang disebut setidaknya telah memiliki modal kepemimpinan dan ilmu pemerintahan dan birokrasi, sehingga kalau terpilih pemerintahan yang dipimpin bisa berjalan dengan baik.

Sedikit mempromosikan diri, Pakde Karwo menambahkan, kepala daerah yang memiliki latarbelakang birokrat kebanyakan berhasil saat menjadi kepala daerah. “Syarat birokrat bisa maju Pilkada itu tinggal bagaimana mendapatkan kendaraan politik dan dukungan dari masyarakat,” jelas mantan Sekdaprov Jawa Timur ini.

“Bukan hanya penilaian saya, tapi masyarakat juga menilai. Contohnya, Bu Risma. Dia cukup berhasil memimpin Kota Surabaya, karena berpengalaman,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini ada sekitar lima orang nama pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah disebut-sebut layak untuk maju sebagai bakal calon gubernur untuk Pilgub Jawa Timur. Mereka, diantaranya, Wahid Wahyudi saat ini menjabat Kadishub Jawa Timur, Nurwiyatno saat ini menjabat sebagai Kepala Inspektorat, Asisten III Sekdaprov Jatim Fatah Jasin, Heru  Tjahyono Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, dan Saiful Rahman saat ini menjabat Kadindik Jawa Timur.

Namun, karena mereka adalah pegawai pemerintahan atau Aparatur Sipil Negara (ASN), jika maju menjadi bakal calon gubernur atau wakil gubernur harus melepas jabatannya sebagai pegawai negeri. Dan, tentu saja masyarakat Jawa Timur yang memiliki hak suara harus jeli menyalurkan suaranya. Karena pimpinan yang baik, adalah mereka yang bisa menjawab tantangan masa depan dan memajukan Provinsi Jawa Timur, bukan hanya mencari kemenangan untuk dirinya sendiri.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here