Soekarwo : Kemerdekaan Sebagai Momentum Wujudkan Keadilan

0
43

Nusantara.news, Surabaya – Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 harus dijadikan sebagai momentum dalam mewujudkan masyarakat yang adil, karena ketika keadilan terwujud maka akan tercipta kemakmuran. Keadilan, menjadi konsep utama sebab disparitas menjadi problem serius yang saat ini dialami Bangsa Indonesia.

Kutipan kalimat ini  disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (17/8/2017).

Soekarwo menjelaskan, konsep keadilan berarti negara memberikan akses terhadap pihak yang kecil dan lemah, agar tidak menimbulkan disparitas. Apalagi, saat ini satu persen masyarakat Indonesia menguasai 49,7 persen kekayaan negara.

“Masalah disparitas ini harus dipikirkan secara serius, bila tidak maka akan muncul konflik sosial,” kata Pakde Karwo sembari menambahkan bahwa persatuan akan terwujud bila ada keadilan.

Selain sebagai momen mewujudkan keadilan, peringatan kemerdekaan ini juga menjadi momentum sakral dalam proses kontemplasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, serta sebagai bentuk rasa terimakasih kepada para pejuang.

“Setelah itu kita harus melakukan perenungan apakah jalan yang dilakukan untuk mewujudkan adil dan makmur sudah ditemukan,” lanjutnya.

“Bersama atau bersinergi ini bisa diwujudkan melalui gotong royong,  khususnya jelang pilpres dan pilkada serentak yang melibatkan seluruh masyarakat Indonesia,” terangnya.

Lebih lanjut diharapkan, kasus dan cara pandang masalah politik yang terjadi di Jakarta tidak terjadi di Jatim. Saat ini fokusnya agar jangan sampai pikiran kepala negara atau presiden sampai mempengaruhi pemilihan gubernur. Hal ini penting dilakukan supaya politisasinya tidak menjadi sangat berat.

“Meskipun ada hal-hal yang perlu kita waspadai, tapi saya yakin rakyat Jatim sudah dewasa. Masyarakat Jatim akan melihat masa lalu, masa kini dan masa depannya seperti apa. Sehingga kejadian seperti di daerah lain tidak akan terjadi di Jatim,” harapnya.

Ditambahkan, beberapa kali telah melakukan pengecekan lapangan bersama forkopimda dan BIN terkait kesiapan pilkada, dan kondisinya masih sangat rasional. Yang perlu diperhatikan hanya wilayah Madura, karena kejadian pilkades beberapa waktu lalu sudah rawan.

“Oleh sebab itu sejak awal saya ingin mengajak forkopimda untuk muter untuk melakukan silaturahim ke kyai dan ulama,” terangnya.

Gubernur yang menjabat dua periode itu juga berpesan bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika terjalin silaturahim yang baik. Oleh sebab itu, para pemimpin harus sering bersilaturahim dengan para ulama.

“Saat ini hubungan seperti inilah yang harus diisi, sehingga tercipta hubungan yang egaliter atau lebih bersifat fungsional,” pungkasnya.

Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72

Upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI tersebut diikuti oleh satu unit korsik satpol PP Prov Jatim, satu kompi Korp Wanita TNI dan Polwan, satu kompi Taruna AAL, satu pleton TNI AD, satu pleton TNI AL, satu pleton TNI AU, dan satu kompi Polri. Juga, satu kompi gabungan KORPRI (Badan Pendapatan Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan), satu kompi mahasiswa (Politeknik Pelayaran, ATKP dan Univ. Hang Tuah), satu kompi ormas kepemudaan (TAGANA dan Bela Negara), dua kompi pelajar SMA (SMA Hang Tuah I dan IPIEMS) dan satu kompi pramuka dan SMA Barunawati Surabaya.

Pasukan upacara dipimpin Komandan Upacara Letnan Kolonel Infanteri Arynovian Hany Sampurno yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Kodim 0832 Surabaya Selatan, Korem 084/BJ dan sebagai Perwira Upacara Mayor Chb M. Abdullah yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Sub Garnisun 0832/Surabaya Selatan Kogartap III, berjalan dengan tertib dan khidmad. Sebagai pembaca naskah Proklamasi adalah Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar, dan sebagai pembaca doa Kepala Kementerian Agama wilayah Jawa Timur Syamsul Bahri.

Pengibaran bendera dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berjumlah 76 pelajar SMA di bawah komando Kapten Marinir Taufiq Hidayat berjalan lancar. Terbagi dalam formasi 17, 8, dan 45. Pembawa baki (duplikat bendera pusaka) Nanda Putri Maharani (SMAN 2 Kab. Pacitan).

Petugas pengibar bendera yakni Zulkifli Iskandar (SMAN 1 Boyolangu Kab. Tulungagung), Imelda Halim (SMAK Stella Maris Surabaya), Alfian Budi Setiyawan (SMAN 2 Kab Bojonegoro). Sebagai serpihan antara lain Daffa Arkan Atha (SMAN 3 Kota Madiun), Amelia Putri (SMAN 2 Sumenep), Deky Maxi Wangkar (SMAN 1 Plosoklaten, Kediri). Paskibraka di bawah binaan Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur.

Sebagai Komandan Paskribraka AKP Muhammad Indra Najib, SIK yang sehari-hari menjabat Pama Polda Jawa Timur.

Sementara, yang mewakili Jawa Timur sebagai Paskibraka Nasional pada Upacara Peringatan ke-72 HUT Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta yakni M. Wildan Arsyad Muzaki dari MAN 1 Kab. Pacitan dan Fariza Putri Salsabila dari SMAN 1 Kota Blitar.

Di mimbar kehormatan, nampak hadir Istri Gubernur Soekarwo Hj. Nina Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf beserta istri Hj. Fatma, Sekdaprov Akhmad Sukardi, jajaran Forpimda Jatim beserta isteri, pejabat, dan mantan pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Para undangan dan seluruh peserta  mendengarkan dengan khidmad pembacaan naskah proklamasi setelah dentuman meriam yang disertai dengan bunyi sirine dari PMK Pemkot Surabaya.

Dentuman Meriam sebanyak 17 kali itu dilaksanakan oleh Batalyon Howitser Pasmar 1 dipimpin Letkol Marinir Marhabang, SH, MTR selaku Komandan Batalyon Howitzer 1 Menart Pasmar 1.

Juga dimeriahkan oleh 1.000 siswa SMA paduan suara yang merupakan gabungan pelajar dari SMA di Jatim yang membawakan lagu-lagu perjuangan seperti Bagimu Negeri, Seuntai Manikam, Dirgahayu Indonesia, Indonesia Jaya, hari Merdeka, Bendera, Laskar Pelangi, Rayuan Pulau Kelapa, Lagon Semangat Juang 45 dan Wa’rojengan oleh Paduan Suara dan Penyanyi Nuriyah Dhawy Febrianti, siswa berkebutuhan khusus dari SMAN 8 Surabaya, Hari Merdeka, dan Bendera.

Paduan suara ini diiringi oleh Jawa Timur Youth Orcesttra di bawah binaan pelatih Lulu Ghozali di bawah binaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sebagai koordinator pelatih Moch. Reza Zulfikar, Leny.

Beri Hormat dan Apresiasi Pejuang Veteran

Dalam rangkaiannya, Soekarwo memberikan rasa hormat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada para pejuang veteran yang telah berjuang bertaruh nyawa dengan tanpa pamrih demi mewujudkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mewakili seluruh elemen di Jawa Timur, kami memberikan penghormatan dan apresiasi sebesar-besarnya kepada para pejuang veteran, serta pejuang yang telah gugur atas perjuangan yang tidak mempedulikan keringat, darah, harta dan nyawa demi kemerdekaan bangsa,” katanya, saat ramah tamah dengan para pejuang veteran, perintis kemerdekaan, dan purnawirawan, dan jenderal veteran di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Pakde Karwo mengatakan, salah satu alasan yang menguatkan tekad para pejuang kemerdkaan adalah mewujudkan cita-cita adil dan makmur bagi bangsa ini. Cita-cita tersebut menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan hingga menyatukan tekad untuk berjuang demi kemerdekaan.

“Cita-cita itu yang membuat pejuang rela bermandikan keringat dan bercucuran darah untuk melawan penjajah. Semangat itu masih tetap terpancar dari wajah para pejuang veteran yang hadir disini. Badan bisa menua, tapi semangat perjuangan tidak pernah padam,” pujinya.

“Kami doakan agar para pejuang veteran yang masih hidup agar senantiasa sehat-sehat dan terus menyebarkan semangat kepahlawanan pada generasi penerus. Kepada para pejuang yang telah gugur, kami doakan agar mendapat tempat disisiNya, serta menjadi bunga bangsa dan tauladan kita,” lanjutnya.

Usai menyampaikan sambutan, Pakde Karwo berkesempatan memotong tumpeng dan menyerahkannya secara simbolis kepada Bapak Ahmad dan Ibu Ani selaku perwakilan pejuang veteran.

Nyanyikan Lagu Kebangsaan

Usai menyerahkan tumpeng, Soekarwo didampingi istri, Nina Kirana Soekarwo, serta Wakil Gubernur Saifullah Yusuf didampingi istrinya, Fatma bersama-sama menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dengan diiringi musik dari Band Sapto and Friends.

Beberapa lagu yang dinyanyikan adalah Indonesia Pusaka, Hari Merdeka, Garuda Pancasila, kemudian dilanjutkan tembang-tembang nostalgia dengan irama keroncong seperti Sepasang Mata Bola, Bandar Jakarta, dan diakhiri dengan lagu Kemesraan ini.

Ramah tamah dengan para pejuang veteran dan perintis kemerdekaan itu dihadiri oleh Ketua DPRD bersama istri, Pangdam V/Brawijaya bersama istri, Kapolda Jawa Timur bersama istri, Kajati bersama istri, tokoh masyarakat, alim ulama, dan para konjen negara sahabat.

Ucapan Selamat dari Negara Sahabat

Gubernur Jawa Timur Soekarwo juga menerima ucapan selamat dari negara-negara sahabat yang diwakili oleh Konjen USA di Surabaya Heater Variava.

Pemberian ucapan selamat diatandai dengan toast bersama dengan para konjen, konsul kehormatan, dan perwakilan negara sahabat.

Perwakilan negara sahabat yang hadir antara lain Konjen Jepang, Konjen RRT, dan Konjen kehormatan Hungaria. Juga Konsul Kehormatan Belanda, Thailand, Perancis, Jerman Maroko, Selandia Baru, Filipina, dan Konsul Polandia.

Mendampingi Soekarwo, selain isterinya tampak ada Saifullah Yusuf beserta isteri, Sekda Akhmad Sukardi, Forpimda serta mantan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo.

“Saya sangat senang bisa merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Indonesia, semoga seluruh masyarakat Indonesia juga bahagia merayakannya,” ujar Konjen Amerika di Surabaya, Heater Variava.

Heater menambahkan, dirinya yakin hubungan kerjasama Indonesia – USA akan semakin lebih dekat dan kuat. Karena, Indonesia dan Amerika merupakan dua negara besar di dunia, dan memiliki kesamaan prinsip, seperi toleransi, keberagaman, dan demokrasi.[]


 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here