Soekarwo Minta PTPN X Kembangkan Produksi Tebu di Madura

0
134

Nusantara.news, Surabaya – PT. Perkebunan Nusantara (Persero) X diminta terus mengembangkan produksi tebu di Pulau Madura, salah satunya dengan menaikkan harga beli dari petani tebu. Jika itu dilakukan, dapat mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat di Pulau Madura. Permintaan tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat menerima direksi baru PTPN X di Ruang Kerja Gubernur di Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Jumat (10/3/2017).

“Kemiskinan di Jatim itu 11,85 persen, dan paling besar dari Pulau Madura. Di Pantai Madura masih banyak lahan kosong, ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk kebun tebu tanah kering. Dulu pernah dikembangkan tapi berhenti karena mahalnya ongkos angkut melewati Jembatan Suramadu. Saya berharap PTPN X bisa mengembangkan ini,” pinta Soekarwo.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki kultur agro yakni tebu. Permasalahannya, ada beberapa wilayah yang kelebihan produksi tebu, dan ada juga wilayah yang kekurangan. Seperti Malang yang kelebihan produksi tebu hingga pabriknya kewalahan untuk memproduksi menjadi gula. “Kalau tebu surut, produksi padi dan jagung malah tinggi, dan sebaliknya,” tambahnya.

Sementara, ditanya soal rencana penutupan pabrik gula, Soekarwo menegaskan, penutupan ini bukan sekedar masalah efisiensi. Dirinya mengaku tidak sependapat soal efisiensi. Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata masalah efisiensi. Apalagi BUMN, harus memiliki fungsi sosial.

“Kalau mau efisiensi, ya haknya BUMN bersangkutan. Tapi tugas Gubernur adalah mengatur keadilan sosial. Pertimbangan sosiologis tentang keadilan harus masuk dalam keputusan soal ini,” katanya.

Sementara itu, Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X mengatakan, kunjungan tersebut merupakan silaturahmi para direksi baru PTPN X, usai dilantik pada 24 Februari 2017 lalu.

Menurut Dwi Satriyo, PTPN X tetap fokus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama para petani tebu di Jawa Timur. Dan, ditambahkan, dari target di tahun 2017 sebesar 419 ribu ton gula, PTPN X menyediakan lahan tebu seluas 64 ribu hektar.

Untuk diketahui, PTPN X mencatat produksi gula pada tahun 2015 sebanyak 431.020,4 ton. PTPN X juga bertekad mempertahankan posisinya sebagai produsen gula terbesar di Indonesia.

Rendemen (kadar gula dalam tebu-red) yang dibukukan pada 2015 mencapai 8,30 persen persen, itu meningkat dibanding rendemen 2014 sebesar 7,65 persen. Level rendemen PTPN X yang sebesar 8,30 itu termasuk tertinggi di Indonesia.

Dan, total tebu yang digiling mencapai 5,18 juta ton, yang dilakukan di sebelas pabrik gula milik PTPN X, yakni di Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Jombang, Nganjuk, Kediri, dan Tulungagung. PTPN X juga telah melakukan revitalisasi secara berkelanjutan, baik di bidang budidaya (on farm) maupun pabrik (off farm).

Program peningkatan efisiensi seperti elektrifikasi mesin penggerak dilanjutkan terutama untuk menekan penggunaan bahan bakar, efisiensi mesin giling, menekan tingkat kehilangan gula, dan pengurangan jam berhenti, dilakukan dengan cara memperbaiki indikator kelancaran pasokan tebu.

Permintaan Gubernur Jawa Timur kepada PTPN X tersebut kiranya patut didukung. Semoga PTPN X bisa mengemban amanat, meningkatkan kembali produksi gula, menjadikan Jawa Timur sebagai penghasil gula tertinggi nasional. Dan, tentu saja bisa mendongkrak pendapatan para petani tebu. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here