Soekarwo Terima Penghargaan Pembina Tagana Berprestasi

0
193

Nusantara.news, Jakarta – Kerja keras dan kerja cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam menanggulangi setiap kejadian bencana dan upaya membina Taruna Siaga Bencana (Tagana) di wilayah yang dipimpinnya mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Apresiasi itu ditandai dengan pemberian piagam penghargaan Pembina Tagana Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2017 yang diberikan oleh Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa di Puncak Hari Ulang Tahun ke-13 Tagana yang dilaksanakan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat, (24/3/2017).

Penghargaan itu melengkapi sederet prestasi penghargaan di bidang yang sama oleh Soekarwo. Jawa Timur sebelumnya yang sukses menjadi juara umum Lomba Simulasi Tagana tingkat Nasional, pada 2010 dan 2016.

Pakde Karwo—sapaan Gubernur Jawa Timur Soekarwo—mengatakan, penghargaan yang didapat ini berkat keseriusan seluruh instansi dan lembaga yang terkait dalam penanganan bencana, baik pada saat terjadinya bencana maupun setelahnya. Upaya nyata dalam membina Tagana yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur dituangkan dalam Pergub No. 71 Tahun 2016.

“Secara teknis, penanganan bencana dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bersama lembaga terkait seperti TNI, Polri, swasta, dan masyarakat,” ujar Soekarwo, yang dikatakan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Benny Sampir Wanto, Sabtu (25/3/2017).

Bentuk kebijakan dan perhatian untuk pra bencana dilakukan dengan menginisiasi terbentuknya Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (KSB) di kabupaten/kota yang rawan terjadi bencana di seluruh Jatim. Inisiasi ini juga didukung oleh koordinasi lintas sektor, instansi dan lembaga terkait saat ditetapkan Tanggap Darurat Bencana. Di dalamnya tercakup penyiapan logistik dalam bentuk lauk pauk dan paket Kit untuk 19 Lumbung Sosial KSB.

Dukungan juga diberikan kepada Tagana, seperti honor kepada petugas Posko Tagana,  seragam PDH dan PDL Tagana sebanyak 300 stel per tahun, bantuan transport Tagana untuk Upacara Hari Besar sebanyak 9 kali dalam setahun, serta  Bhakti Sosial Tagana Pra Bencana untuk 150 orang per tahun.

Demikian pula, telah dilakukan pembentukan KSB mulai Tahun 2010 yang saat ini tercatat sebanyak 9 lokasi KSB. Upaya berikutnya adalah  peningkatkan kapasitas kelembagaan pengelola bencana dan logistik Tagana serta KSB sebanyak 5 kali per tahun, serta pemberian Tali Asih kepada 1.600 orang Tagana dengan total bantuan sebesar Rp 8, 217 miliar, sejak 2013 sampai sekarang.

Sementara, untuk kondisi Tanggap Darurat, Pakde Karwo mengalokasikan anggaran khusus untuk keperluan dapur umum. Misalnya, penanganan pengungsi Syiah sejak 2013 hingga sekarang dan saat terjadi erupsi Gunung Bromo, 2011. Penyelenggaraan dapur umum lapangan di tujuh titik posko saat terjadi bencana erupsi Gunung Kelud dengan alokasi anggaran Rp1,987 miliar.

Untuk pasca bencana, Pemprov Jawa Timur juga memberikan bantuan simultan kepada korban bencana. Setiap tahun dialokasikan anggaran senilai Rp1,285 miliar untuk pemulihan sosial eks korban bencana. Alokasi itu mencakup bantuan peralatan penggilingan tepung dan kelapa mulai tahun 2013 sampai sekarang, serta memberikan  bantuan transport untuk anggota Tagana dalam Bhakti Sosial sebanyak 150 orang mulai tahun 2013 sampai sekarang.

“Tagana adalah garda terdepan bila ada bencana, dengan tugas sangat berat. Saat pra bencana mereka memberikan sosialisasi tanggap bencana kepada masyarakat terdampak dan mendirikan KSB. Pada saat bencana juga membantu BPBD dan SAR untuk evakuasi korban, mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik. Sementara pasca bencana mereka melakukan psikososial dan pendampingan korban. Itulah sebabnya kami mengapresiasi dan sangat memperhatikan Tagana,” kata Soekarwo.

Tangani Bencana dengan Cepat

Pada kesempatan itu Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan terbaik kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo karena mampu menanggulangi bencana dengan baik dan cepat. Bukti kepedulian keberadaan Tagana antara lain terlihat dari Peraturan Gubernur serta pemberian anggaran untuk kesejahteraan anggota Tagana.

“Kami memberikan penghargaan ini karena prestasi Pakde Karwo yang mendukung Tagana dengan luar biasa, seperti membentuk sembilan titik KSB sejak tahun 2010. Menyiapkan lumbung sosial, pemberian lauk pauk, honor, setiap tahun memberi 300 stel seragam PDH dan PDL kepada Tagana, dan memberikan bantuan stimulan pada eks korban bencana,” ujar Khofifah di acara tersebut.

Lanjut Khofifah, bukti konsistensi dan kepedulian Pakde Karwo membina Tagana juga dibuktikan saat menggelar Jambore Tagana di Balikpapan, Kalimantan Timur pada September 2016 lalu,  di mana kontingen Tagana Jawa Timur berhasil menyabet juara umum.

“Semoga prestasi Jawa Timur ini menginspirasi provinsi dan kabupaten/kota lainnya untuk juga serius dalam membina Tagana,” ujarnya.

Ditambahkan, salah satu alasan penting pemerintah membina Tagana, karena pemerintah dan masyarakat membutuhkan bantuan Tagana menanggulangi bencana dengan cepat dan baik. Apalagi menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 323 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang tergolong rawan bencana.

“Tahun 2016, setidaknya ada 2.171 kejadian bencana di Indonesia, dengan korban meninggal dunia sebanyak 567 orang, dan 489 mengalami luka berat. Tagana berperan besar dalam membantu pemerintah menanggulangi bencana. Saat ini sudah ada 29.734 Tagana dan 600 sahabat Tagana yang siap membantu masyarakat. Terima kasih Tagana yang sudah membantu dengan ikhlas dan bekerja keras dan cepat dalam penanganan penanggulangan bencana” katanya.

Lima Provinsi Terima Penghargaan  

Selain Jawa Timur, penghargaan Pembina Tagana Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2017 juga diberikan oleh Menteri Sosial RI kepada empat provinsi lainnya, yaitu DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Gorontalo, dan Jawa Barat. Dalam kesempatan itu  dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Mensos tentang Perlindungan Sosial dalam Penanggulangan Bencana.

Bersamaan dengan acara tersebut juga digelar berbagai kegiatan mengisi acara HUT ke-13 Tagana di Pulau Pramuka, diantaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pengecatan fasilitas, penanaman mangrove, aksi bersih pantai dan pembuatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, pemberian alat bantu bagi PMKS, dan pelepasan anak penyu ke laut. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here