Soekarwo Terus Tingkatkan SDM Berkualitas

0
17
Soekarwo "Dual track strategy, yakni sektor formal dan non formal" (Foto: Humas dan Protokol Pemprov Jatim)

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo, mengaku akan terus konsisten untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayahnya, di Jatim. Itu disampaikan Pakde Karwo -sapaan Gubernur Soekarwo- di acara Peluncuran Buku Pembangunan Jatim Berkeadilan dan Berdaya Saing bersama Dewan Riset Daerah yang diketuai Profesor Hotman Siahaan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (14/11/2017).

Peningkatan SDM terang Pakde Karwo, bertujuan agar masyarakat di wilayah Jatim memiliki daya saing dan berkemampuan lebih saat memasuki era persaingan global. Berbagai program dilakukan, di provinsi yang dipimpinnya untuk menuju peningkatan kualitas SDM.

“Salah satunya adalah dengan menerapkan dual track strategy yang mencakup sektor formal dan strategi non formal. Tidak saja untuk penempatan SDM di dunia kerja. Namun juga dalam rangka menciptakan para wirausahawan yang punya daya saing untuk menguasai pasar dalam negeri maupun pasar global,” ujar Pakde Karwo.

Baca Juga: Tak Sesuai Konstitusi, Anggaran Pendidikan Jatim Hanya 1,7 Persen

Strategi formalnya akan diarahkan dengan meningkatkan kualitas lulusan SMK dengan menambah muatan kurikulum yang diampu perguruan tinggi yang ada fakultas tekniknya.

Strategi non formalnya, akan diarahkan dalam bentuk meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil dan bersertifikat.

Pemerintah Provinsi Jatim juga terus melakukan upaya meningkatkan sumber daya manusia melalui pembentukan SMK mini dan Balai Latihan Kerja (BLK). Kemudian juga dilakukan melalui pelatihan tenaga kerja terampil bersertifikat di 16 UPT pelatihan kerja. Dengan target sebanyak 30.032 orang. Kemudian, ditambah SMK mini yang sampai tahun 2016 telah dibentuk dan diselenggarakan pelatihan sebanyak 264 lembaga terakreditasi A sebanyak 132 unit, dengan akreditasi B sebanyak 90 unit. Untuk akreditasi C 26 unit serta non akreditasi sebanyak 16 unit dengan target sebanyak 52.800 lulusan.

“Setidaknya, Jatim akan bisa menyediakan sebanyak 227.825 tenaga kerja bersertifikat dan berdaya saing,” jelasnya.

Dual Track Strategy

Dijabarkan, Dual Track Strategy merupakan strategi membangun yang berkualitas, menghasilkan lulusan standar terampil bersertifikat, mampu memiliki daya saing di dunia kerja, serta mampu menjadi wirausaha yang akan terkoneksi pada saat berproduksi dengan strategi pembiayaan bunga murah maupun fasilitasi pasar.

“Baik pasar domestik maupun global. Produk-produk wirausaha hasil pembangunan SDM tersebut akan memiliki daya saing yang tinggi serta mampu meningkatkan kemandirian ekonomi Jatim,” urai Pakde Karwo.

Pembangunan SDM tersebut, lanjut Pakde Karwo juga akan mampu mempercepat Provinsi Jatim memiliki strategi pembangunan ekonomi yang berbasis keterampilan, keahlian SDM atau yang didukung oleh pemanfaatan sumber daya alam yang terkendali untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat di Jatim, untuk peningkatan kesejahteraan bersama.

Memanfaatkan, Bukan Terjebak Bonus Demografi 2019

Soekarwo, “Strategi formal itu meningkatkan kualitas lulusan SMK” (Foto: Humas dan Protokol Pemprov Jatim)

Menyadari dan tak mau terjebak dengan bonus demografi, dengan jumlah penduduk usia produktif yakni antara 15-64 tahun pada tahun 2019. Artinya, setidaknya penduduk usia produktif mencapai 69,60 persen. Jatim akan memaksimalkan itu, dan itu disadari jika tidak dipersiapkan dengan baik akan menjadi bencana.

Baca Juga: Soekarwo Tawarkan Investasi Smelter ke Singapura

Pakde Karwo menyebut, Jatim mengantisipasinya dengan melakukan pengembangan pendidikan vokasi untuk mencetak tenaga kerja terampil dan bersertifikat. Jika tidak segera dilakukan, jumlah pengangguran akan semakin meningkat dan dipastikan akan menimbulkan berbagai persoalan.

“Kami akan menggandeng beberapa perguruan tinggi negeri untuk mengampu beberapa SMK serta menyiapkan program pelatihan dan kurikulum berbasis industri bagi siswa,” jelasnya.

Patut diapresiasi langkah tepat yang dilakukan Pakde Karwo, sebelum dirinya lengser ke prabon atau mengakhiri masa jabatannya selama dua periode bersama wakilnya Saifullah Yusuf, memimpin Jatim. Menyadari ‘ancaman’ Bonus Demografi pada 2019, dia menyiapkannya dengan memperbaiki SDM untuk melahirkan tenaga kerja terampil.

Namun, apakah semua yang disiapkan itu akan disambut cerdas oleh penggantinya, mereka yang lolos di Pilgub Jatim 2018 mendatang. Jika sebaliknya, bisa dibayangkan Jatim akan menjadi ajang perebutan ‘asing dan aseng’. Sumber daya alam yang melimpah akan dinikmati dan dikuasai segelintir orang. Sementara, sumber daya manusia yang diharapkan mampu mengelola, tak kebagian peran dan tidak mustahil hanya akan menjadi penonton.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here