Sopir Angkot Menentang Gagasan Revolusi Transportasi Walikota Malang

0
121
Walikota Malang Moch. Anton

Nusantara.news, Kota Malang – Tidak lama setelah pengemudi taksi dan angkot konvensional menggelar aksi mogok memprotes transportasi online, Walikota Malang Moh. Anton justru menggagas revolusi transportasi. Tentu saja gagasan ini dianggap tidak adil oleh pengemudi angkot dan taksi.

“Revolusi Transportasi. Harus siap bersaing,” katanya saat ditemui wartawan di Hotel Santika, Rabu (22/2/2017) lalu.

Sekadar informasi, Pemkot Malang Pemkot Malang telah menyusun detail engineering design (DED). Dalam DED tersebut, Pemkot Malang berencana membangun landasan monorel sepanjang 7 km.

Monerel tersebut mulai Stasiun Kota Malang sampai Jalan Veteran (depan Universitas Brawijaya). Kehadiran monorel di Kota Malang sebagai solusi pemecah kemacetan.

Selain itu, pemerintah juga memberlakukan bus kota dan bus sekolah yang dikhawatirkan sopir angkot akan menggerus penumpangnya.

Sunaryo,  sopir angkot yang kembali ditemui Nusantara.news, terang saja langsung menentang rencana walikota yang akrab dipanggil Abah.

“Apa revolusi yang katanya abah memang berkeadilan untuk semua?, kok ya kayak disingkirkan perlahan dengan adanya rencana monorel dan bus itu mas” ungkapnya dengan resah kepada Nusantara.new, Kamis (23/2/2017).

Pihaknya berharap bahwa bisa berbuat adil semua, bukan di salah satu pihak, dan pihak lain yang dikorbankan dan bisa melihat posisi kami sebagai sopir angkot dengan keterbatasan modal.

“Semoga Abah, masih peduli dan melihat nasib kami wong cilik,” harap Sunaryo. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here