Sowan ke Wakil Rais Aam PBNU, Kapolda: Sekedar Silaturahmi 

0
139

Nusantara.news, Surabaya – Sebagai Kapolda yang belum lama diangkat, Irjen Pol Machfud Arifin rajin anjangsana ke sejumlah Kiai. Äda apa gerangan?

Suhu politik nasional mendekati Pilkada DKI Jakarta mulai menghangat. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin juga semakin rajin berkunjung ke rumah sejumlah Kiai. Tapi tampaknya itu tak berkait dengan menghangatnya suhu politik, sebab Kapolda yakin dengan sikap politik para Kiai yang tidak mungkin terseret arus permainan politik yang potensial merusak NKRI.

“Kami memang sudah berjanji bersilaturahmi mengunjungi ulama-ulama di Jawa Timur sekaligus memperkenalkan diri sebagai Kapolda yang baru,” beber Machfud Arifin saat beranjangsana ke Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar yang juga pengasuh Ponpes Miftahus Sunah di Jalan Kedung Tarukan, Surabaya, Selasa (7/2/2017) malam.

Dalam kunjungannya, Kapolda didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barum Mangera.

Machfud Arifin menyebut apa yang dilakukannya adalah kegiatan rutin. Sebagai Kapolda baru,sowan atau bersilaturrahim ke para kiai sepuh merupakan hal yang biasa.

“Tujuan lainnya, supaya kalau ada istighosah besar, jika kami mengundang mereka supaya tidak salah alamat juga salah nama. Jadi pendataan itu tidak ada tujuan yang lain,” tegasnya.

Mantan Kabid IT Mabes Polri itu menolak jika kegiatan silaturrahim ke sejumlah ponpes danulama itu dikaitkan dengan upaya persuasif mencegah warga Jawa Timur supaya tak ikut dalam aksi 112 di Jakarta.

“Kami ingin meningkatkan kerjasama antara ulama dan umaro,” dalihnya.

Sementara, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, mengatakan kerjasama antara ulama dan umaro sangat diperlukan, termasuk di Jawa Timur sebagai kiblatnya Indonesia. Dan, menjadi tugas ulama dan umaro mengkondisikan supaya kondusifitas bisa terwujud.

“Alhamdulillah, Kapolda Jatim datang silaturrahim ke sini meski mendadak,” terang KH Miftahul Akhyar.

Pihaknya mengapresiasi upaya Kapolda Jawa Timur bersinergi dengan para kiai dan ulama dengan cara ta’aruf dan bersilaturrahim langsung. Menurutnya, itu penting agar Polda Jawa Timur tidak salah bekerjasama.

“Polisi harus selektif dalam menjalin kerjasama dengan ulama. Silaturrahim ini bagian dari upaya memastikan kiai tersebut abal-abal atau tidak,” ungkap Kiai Miftahul Akhyar.

KH Miftahul Akhyar juga berharap ulama dan kiai-kiai di Jawa Timur tidak khawatir dengan isu pendataan yang dilakukan oleh kepolisian. Karena, Kapolda Jatim menjamin dan bertanggungjawab bahwa, semua semata-mata untuk menjalin silaturrahim dan memperkuat kerjasama antara ulama dan umaro. “Pendataan itu cuma sarana, supaya tak salah alamat dan nama kalau mereka mengundang,” katannya.

Di singgung soal aksi bela ulama atau 112, nanti, kiai kharismatik asal Surabaya itu mengaku belum mengetahui secara gamblang soal informasi tersebut.
Namun pihaknya menghimbau agar ulama dan kiai-kiai harus tahu, dibela itu untuk apa? Sebab ulama itu harusnya bisa jadikan dunia yang maslahat dan akhiratnya sukses.

“Kalau dari istilah, bela ulama itu bagus. Ulama memang harus dibela, termasuk umaro juga perlu dibela. Tapi caranya juga harus bagus. Jangan bela ulama, tapi caranya tidak simpatik, apalagi kalau malah membuat ketegangan. Masak ulama disamakan dengan suporter bola yang bondo dengkul,” kelakarnya.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here