Special Award dari PWI untuk Pakde Karwo

0
42

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mendapat penghargaan kategori Special Award dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur. Penghargaan itu diberikan di oleh Ketua PWI Pusat Margiono. Dalam acara tersebut turut menyaksikan Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Pemberian penghargaan tersebut merupakan salah satu acara pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI Jatim ke-71 di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (29/3/2017).

Penghargaan Special Award diberikan atas peran Soekarwo alias Pakde Karwo yang dinilai berhasil memimpin Provinsi Jawa Timur yang meraih berbagai prestasi tingkat nasional, baik dari pemerintah pusat maupun lembaga-lembaga swasta.

Sejumlah penghargaan yang diterima Pemprov Jawa Timur diantaranya adalah Juara Umum TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 dn penghargaan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016. Pemprov Jawa Timur juga berhasil menjadi yang terbaik dari total 2.476 inovasi yang dilombakan. Penghargaan itu merupakan bukti kerja keras Soekarwo membawa Pemprov Jawa Timur terus berinovasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik.

Penghargaan lainnya adalah BKN Award 2016 di mana Jawa Timur meraih Juara Dua kategori pemerintahan provinsi sebagai pengelola kepegawaian terbaik. Di tahun 2017 ini Pakde Karwo juga menerima penghargaan Astha Brata Madya Utama Pamong Praja dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Saat menerima penghargaan dari PWI, Pakde Karwo mengaku terharu dan sempat menitikkan air mata. “Tidak ada lagi yang bisa saya sampaikan selain ucapan terima kasih, terima kasih untuk semua, terima kasih juga untuk isteri saya,” ucapnya dengan kalimat terputus-putus.

Pers dan Demokrasi

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono menerima penghargaan Anugerah Prapanca Agung yang diserahkan Ketua PWI Pusat, Margiono. Penghargaan itu merupakan yang pertama diberikan PWI Jawa Timur kepada tokoh nasional. Sebagai putera asli Pacitan, Jawa Timur, SBY dinilai memiliki konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai prinsip demokrasi dan kebebasan pers. SBY juga dinilai konsisten, telaten dan sabar dalam memimpin negara. Di samping itu, ia dinilai mampu menjalin komunikasi dengan insan pers.

“Saya sungguh bangga, bersyukur dan berbahagia menerima penghargaan dari PWI Jatim ini. Semoga penghargaan ini menjadi bagian dari perjalanan hidup saya, anak Pacitan, yang ingin berbuat terbaik bagi bangsa dan negara. Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan karena berkenan mengundang saya. Semoga media makin dedikatif dan kontributif bagi negara tercinta ini,” kata SBY.

Dalam sambutannya, SBY menekankan pentingnya demokrasi. Menurutnya, banyak definisi tentang demokrasi, tapi secara sederhana, demokrasi bermakna sebagai kekuatan, kedaulatan, suara dan kemerdekaan rakyat. Demokrasi dapat dikatakan baik jika rakyatnya sungguh berdaulat, suaranya didengar dan tidak takut berbicara; demokrasi yang membuat Indonesia makin maju, adil, aman, damai dan stabil.

“Semua ini untuk kepentingan rakyat. Untuk itu dalam konteks ini semboyan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat juga berlaku,” katanya.

Pers dan media, lanjut SBY adalah pilar demokrasi, penegak kebenaran dan keadilan. Pers yang baik akan mengkanalkan suara rakyat, mengontrol jalannya pemerintahan dan mensejahterakan rakyat. Agar demokrasi makin hidup dan berkualitas, maka pemberitaan pers harus obyektif dan faktual, bukan hoax dan fake news.

SBY mengingatkan bahwa ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yakni, mengembalikan marwah pers sebagai pilar demokrasi. “Saya yakin setiap ada kesulitan selalu ada solusi. Yang diperlukan saat ini adalah kesadaran, kemauan dan keberanian kita untuk melakukan kebaikan bagi bangsa dan negara ini,” tutupnya mengakhiri pidato.

Sementara, di acara tersebut beberapa tokoh nasional dan lembaga juga mendapat penghargaan. Kategori nasional diberikan kepada Dato’ Sri Tahir mewakili kalangan pengusaha. Penghargaan kepada Ridwan Hisyam, anggota DPR RI dari Partai Golkar, untuk tokoh pemerintahan, sedangkan untuk kategori aparatur daerah diberikan kepada Heru Tjahjono, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan Wahid Wahyudi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Untuk kategori korporasi daerah diberikan kepada R. Soeroso, Direktur Utama Bank Jatim dan Ali Mashar, Kepala Perwakilan SKK Migas. Kategori tokoh daerah diberikan kepada Arum Sabil untuk bidang pangan dan Bambang Sujanto dari bidang media sosial. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here