Sri Mulyani: Pendalaman Pasar Keuangan RI Masih Ketinggalan

0
44

Nusantara.news, Nusa Dua Bali – Pendalaman pasar keuangan Indonesia baru mencapai 50-60 %, jauh di bawah angka pendalaman pasar keuangan negara-negara maju yang mencapai 150-200 persen.

Penyebabnya, terang Menteri Keuangan Sri Mulyani, kita lebih banyak menaruh uang di bank. Sedangkan di negara-negara maju pendalaman pasar keuangannya lebih bagus sebab mereka lebih suka investasi di pasar modal.

“Kalau ada dana tidak mereka tabung. Melainkan lebih suka membeli surat utang (bond),” ucap Sri Mulyani saat menghadiri Annual International Forum on Economic Development and Public Policy di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/12) lalu.

Hambatan utama perluasan pasar keuangan dalam negeri, imbuh Sri Mulyani, adalah tingkat kemiskinan. Oleh karenanya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berupaya menggenjot pertumbuhan ekonomi untuk mendorong perekonomian masyarakat.

Selain itu, Kemenkeu juga mengkaji akses dan pemanfaatan dana pensiun dan iuran kesehatan agar bergerak ke arah yang produktif. Bisa jadi nantinya dana-dana itu diinvestasikan ke berbagai instrumen keuangan yang ada.

Di tempat yang sama Kepala Ekonom PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Anggito Abimanyu mengatakan pendalaman pasar keuangan dapat dilakukan dengan reformasi perbankan serta perbaikan perusahaan sekuritas.

Pasalnya, sekarang ini kontribusi pasar modal domestik hanya 1 persen, sementara tingkat kredit terhadap produk domestik bruto 45 persen tahun 2015. “Masalahnya jika uang masuk ke obligasi dan pasar modal, bisa dipakai untuk proyek nggak?” tantang Anggito.

Selain itu, lanjut Anggito, surat utang korporasi sangat bergantung pada proyek. Pembiayan dari dana pensiun juga rendah. “Oleh sebab itu, inflasi inti harus turun supaya suku bunga diturunkan. Kalau tidak ya likuiditas dicukupi,” saran Anggito.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here