Stok Blangko E-KTP Kurang, Warga Geram Karena Tak Kunjung Jadi

0
94
Ilustrasi

Nusantara.news, Kota Malang – Mega korupsi e-KTP di Jakarta tampaknya berimbas ke Kota Malang. Selama berbulan-bulan masyarakat yang sudah diambil datanya untuk e-KTP belum segera mengantongi kartu plastik itu. Setelah KTP lama diambil kini mereka hanya diberi selembar surat keterangan sebesar kertas HVS A4.

Anisah Rahmawati, Warga Kendalsari Kelurahan Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru mengaku resah dan geram karena korupsi tersebut berdampak langsung pada dirinya. “Susah mas apabila belum punya E-KTP, pastinya yang merasakan seperti ini bukan hanya saya saja tapi banyak warga juga merasakan hal yang sama” ujarnya kepada Nusantara.news, Rabu (26/4/2017)

Ia merasa kurang nyaman dengan surat keterangan sementara pengganti E-KTP “KTP saya yang lama diganti dengan lembar kertas HVS ukuran A4, dan apabila mengurus apa-apa atau terjadi apa-apa harus bawa itu, ribet dan susah. Kalau KTP/E-KTP kan kecil mudah dibawa kemana-mana diselipkan di dompet,” imbuhnya

Ia berharap permasalahan ini segera tuntas, agar tidak merugikan masyarakat yang terbentur segala urusan karena tidak punya E-KTP “Kami berharap segera diselesaikan, ditangkap, diintakan gantirugi agar pengurusan E-KTP bisa kembali normal dan tidak merugikan masyarakat banyak,” harap wanita berusia 41 tahun tersebut

Berdasarkan penelusuran nusantara.news, Kota Malang baru menerima blangko sebanyak 10.000 keping dari pemerintah pusat. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) sudah mengambil blangko itu melalui Pemerintah Provinsi.

Namun, permasalahannya adalah jumlah kebutuhan tidak sebanding dengan stok blangko yang ada. Terhitung mulai 3 Oktober 2016 hingga 31 Maret 2017, Dispendukcapil sudah menerbitkan Surat Keterangan (Suket) kependudukan pengganti KTP.

Kepala Bidang Kependudukan Dispendukcapil Kota Malang, Slamet Utomo menuturkat terkait kebutuhan blangko E-KTP Kota Malang “Sebenarnya kebutuhan blangko KTP elektronik (E-KTP) di Kota Malang sekitar 87.179 keping,” tuturnya

Pihaknya sebelumnya pernah mengajukan pemberitahuan terkait nominal angka kebutuhan dari blangko E-KTP Kota Malang “Sudah jauh hari secara bertahap dan periodic kami sudah mengajukan jumlah itu kepada pemerintah pusat untuk dipenuhi,” ungkapnya.

Namun kenyataannya akhir April ini Kota Malang hanya dijatah 10.000 keping blangko. “Harapannya tentu semua kebutuhan bisa terpenuhi, dan pastinya akan ada tambahan tapi belum tahu kapan pasti turunnya stok blangko E-KTP tersebut.” imbuh Slamet

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil, Eny Hari Sutiarny, ketika dikonfirmasi masih mencarikan alternatif solusi, untuk bisa membackup masalah E-KTP ini. “Memang kini ada masalah yang sangat luar biasa hingga distribusi blangko macet, sejauh ini kami masih mencari formulasi ideal untuk distribusi dan solusi atas permaslahan yang terjadi saat ini,” pungkas dia.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here