Stok Nasional Terbatas Bukan Alasan Mengimpor Gula 

0
129

Nusantara.news, Jember – Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Arum Sabil menolak rencana impor satu juta ton gula tahun ini, jika dilakukan tanpa kehati-hatian dan tidak didasari pemahaman yang komprehensif mengenai gula. Arum menyatakan, dia mencemaskan nasib petani tebu kecil di daerah.

Sebelumnya, Enggartiasto dalam kunjunganya ke Jember menyatakan, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula masyarakat, pemerintah harus melakukan impor karena produksi dalam negeri tidak dapat mencukupi. “Jumlah kebutuhan untuk industri sendiri sekitar 3,5 juta ton sedangkan untuk konsumsi 3 juta ton. Sekarang jumlah produksi gula dalam negeri hanya 2,2 ton. Untuk menyiasati selisih tersebut pemerintah terpaksa melakukan impor gula,” ungkap Enggartiasto.

Arum Sabil meminta pemerintah berhati-hati dalam melakukan kebijakan impor, agar tidak ditunggangi kepentingan tertentu. “Saya tidak mengecam pemerintah. Saya tidak anti impor. Tapi impor harus berdasarkan kuota kebutuhan dalam negeri. Sekarang banyak orang yang mendorong agar impor tidak berdasarkan kuota, supaya rakyat dapat harga gula murah. Kedengarannya memang enak. Tapi dalam jangka panjang ini sangat berbahaya,” ungkapnya, Senin (20/3/2017).

Dengan potensi keuntungan yang besar, impor gula rawan menjadi ladang perburuan rente kelompok tertentu. Arum Sabil berharap pemerintah lebih jeli dalam melihat industri gula secara komprehensif.

“Impor ini dengan segala cara biar biasa mulus, agar bisa diterima masyarakat, bisa dimaklumi masyarakat, di-branding sedemikian rupa dengan berbagai argumentasi. Pertama, seolah-olah produksi kita tidak mencukupi. Kedua, kebutuhan dalam negeri tidak bisa dipenuhi produksi dalam negeri,” tegasnya.

Arum berujar, harga gula dan stok dalam negeri jangan dijadikan alasan untuk melakukan impor. Dirinya takut jika impor gula menjadi ajang pembagian keuntungan di antara sejumlah pihak yang berkepentingan, apalagi ketika mendekati masa pemilu. “Fee impor gula tidak sedikit, lho,” tegas Arum Sabil. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here