Strategi Cespleng Risma jadi Jurkam Gus Ipul  

0
115
Ketua Umum PDIP Megawati Seokarnoputri dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bakal all out memenangkan pertarungan di Pilgub Jatim 2018.

Nusantara.news, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) ditunjuk menjadi juru kampanye (Jurkam) calon Gubernur Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas di Pilkada Jawa Timur 2018.

Namun Risma mengaku punya strategi cespleng (ampuh) dalam melakukan kampanye. Strategi yang dimaksud adalah dengan melakukan dialog langsung ke masyarakat. Sebaliknya Risma menyebut cara-cara kampanye di atas panggung tidak biasa dilakukannya.

“Biasanya saya enggak bisa kalau disuruh kampanye di panggung, enggak bisa, biasanya saya berdialog,” ucap Risma di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, (11/12/2017).

Menurutnya, dengan mendengarkan langsung keluhan masyarakat akan efektif untuk memberikan solusi yang tepat terhadap masalah yang dihadapi. Hal itu tak akan didapat dengan berbicara kepada pendukung di panggung.

Risma menceritakan dirinya pernah menjadi juru kampanye di pemilihan gubernur Papua Barat. Saat itu dia langsung terjun ke masyarakat untuk mendengarkan keluhan. Dengan begitu Risma tahu masalah yang dihadapi masyarakat. Usai kampanye, Risma malahan selalu mengingatkan kepala daerah terpilih untuk segera menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Jika tidak, masyarakat tidak akan percaya dengan pemimpin.

“Karena hasilnya (di lapangan) real, kebutuhan masyarakat itu bisa ditangani. Jadi enggak kemudian kita ngomong saja. Saya enggak bisa kayak gitu. Saya pun turun di Papua, saya juga gitu. Makanya kemarin saya sampaikan ke Pak Gubernur Papua Barat, begitu, dia terpilih kan. Saya kampanye di sana, Pak saya masih punya utang loh, Pak. Kemarin saya janji begini, begini, begini, dengan Pak Wagub, itu artinya harus dipenuhi,” ujar Risma.

Selama kampanye, yang namanya kekuatan terkotak-kotak seperti Mataraman dan Tapal Kuda dianggap Risma sudah tak efektif lagi digunakan dalam Pilgub Jawa Timur. Seperti diketahui dua wakil calon gubernur Emil Dardak dianggap memiliki kekuatan di wilayah Mataraman, sementara Azwar Anas sangat kuat di wilayah Tapal Kuda.

Hal ini diakui Risma bukan lagi menjadi rujukan. Sebab untuk menjadi seorang pemimpin, ada banyak masalah nyata yang perlu diperbaiki di Jawa Timur. Seorang pemimpin Jawa Timur harus peduli terhadap semua permasalahan rakyatnya. Mereka tidak boleh membeda-bedakan.

Karena itu dalam kampanye nanti, Risma akan fokus pada persoalan kemiskinan dan pembangunan. “Tentang kemiskinan, tentang pembangunan infrastruktur, yang mungkin akan jadi topik besar,” sebutnya.

Dalam menjadi Jurkam, Risma mengaku saat ini tantangan terberatnya adalah melawan hoax. Di sini posisi Risma berperan untuk melakukan counter isu hoax tersebut.

“Iya, jadi sekarang emang agak berat, kalau kita turun di masyarakat, Medsos ini luar biasa, sehingga segala kelemahan itu bisa keluar, kemudian malah ditambah-tambah hoax segala macam,” urainya.

Namun Risma siap menepis semua itu. Caranya dengan membuktikan bahwa calon yang diusung PDI Perjuangan bisa membangun Jawa Timur. “Itu yang bisa meng-counter semuanya. Saya seringkali mendapat hoax seperti itu, tetapi kemudian kita punya data, kita punya itu, kemudian bisa kita counter. Jadi yang paling berat di situ memang,” jelasnya.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari menyebut, dengan Risma menjadi juru kampanye diyakini mampu mendongkrak suara pasangan Gus Ipul-Azwar Anas. Tidak hanya Risma, sejumlah kepala daerah di Jawa Timur yang merupakan kader PDIP juga akan ikut menjadi juru kampanye, khususnya di kabupaten dan kota masing-masing.

Selama kampanye untuk Gus Ipul-Anas, para kepala daerah, termasuk Risma, nantinya akan mengajukan izin cuti ke pemerintah, sehingga tidak mengganggu aktivitasnya di pemerintahan.

“Aturannya seperti itu. Kalau memang ada jadwal kampanye maka harus cuti hari itu,” kata Untari di sela-sela pertemuan tertutup dengan tim pemenangan Gus Ipul-Mas Anas di Kantor DPD PDI Perjuangan, Senin (11/12/2017).

Selama ini Risma memang sudah diplot oleh PDIP untuk menjadi juru kampanye Pilkada serentak se-Indonesia oleh PDIP. Dia menjadi juru kampanye dari Aceh sampai Papua. Tidak diusungnya Risma menjadi sebagai calon gubernur atau wakil gubernur Jawa Timur dalam Pilkada 2018, karena alasan tersebut.

Namun alasan utamanya, sosok Risma selama ini dikenal publik identik dengan kebijakan-kebijakan pro-rakyat. PDIP berharap Risma meyakinkan rakyat bahwa calon-calon yang diusung partai berlambang banteng tersebut juga akan mengeluarkan kebijakan pro rakyat. Meskipun demikian, Risma bakal lebih fokus menjadi jurkam Pilkada di Pilkada Jawa Timur.

Megawati dan Para Menteri PDIP ‘Turun Gunung’

PDIP tampaknya akan all out memenangkan pertarungan di Pilgub Jatim 2018. Semua tokoh yang dimiliki PDIP akan dikerahkan dalam kampanye nanti. Misalnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Wasekjen Ahmad Basarah turun langsung ke wilayah Tapal Kuda dan Mataraman.

“Sesuai dengan kesepakatan. Maka kami telah membagi, Pak Basarah berada di Tapal Kuda. Kemudian Pak Sekjen (Hasto) fokus tim pemenangan di wilayah Mataraman,” ujar Untari yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Pemenangan Gus Ipul-Mas Anas ini.

Selain Risma dan beberapa kepala daerah dari PDI Perjuangan, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri juga dipastikan akan turun untuk menjadi Jurkam Gus Ipul-Anas.

Dikatakan Untari, tidak hanya Megawati yang turun untuk mengawasi masa kampanye di Jawa Timur. Para menteri PDI Perjuangan juga akan melakukan hal yang sama. “Begitu juga para menteri dari PDI Perjuangan juga akan melakukan kampanye. Dengan catatan, asalkan dapat izin dari Presiden. Jika memang mendapatkan, maka kemungkinan juga akan ikut membantu kampanye di Jatim,” serunya.

Menurut Untari, turunnya Megawati, Risma, para menteri, dan sejumlah kepala daerah, untuk memberikan motivasi serta semangat pada seluruh elemen agar memenangkan Gus Ipul. Apalagi jumlah pemilih di Jawa Timur tercatat yang paling terbesar kedua setelah Jawa Barat. Sehingga PDI Perjuangan sangat fokus untuk memenangkan Jawa Timur. Sementara itu, terkait tim pemenangan gabungan PDI Perjuangan dan PKB, saat ini segera diselesaikan.

“Langkah awal ini, nanti tim yang sudah terbentuk yakni Mbak Hikmah Bafaqih ketua dan saya sekretaris nanti akan di SK oleh Gus Ipul-Mas Anas. Dalam tiga hari ini susunan tim akan selesai,” imbuhnya.

Selanjutnya, PDI Perjuangan dan PKB akan mengumpulkan seluruh pengurus di level kabupaten/kota. PDI Perjuangan misalnya, pada Rabu 13 Desember 2017 besok akan mengumpulkan seluruh DPC PDI Perjuangan se Jawa Timur. “Nanti kita petakan, mana daerah basis PDI Perjuangan dan mana yang basis PKB. Juga akan disusun tim pemenangan tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.

Selain tim pemenangan gabungan dan tim pemenangan masing-masing partai politik, juga akan segera didata tim relawan yang saat ini sudah ada. Tim relawan ini akan mengekor pada kedekatan emosional dengan PDI Perjuangan atau dengan PKB. “Misalnya, relawan yang basisnya nasionalis, nanti mereka akan berkonsolidasi dengan PDI Perjuangan. Begitu juga yang agamis akan berkoordinasi dengan PKB,” kata dia.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here