Suap P-APBD Kota Malang, KPK Lanjut Periksa Beberapa Anggota DPRD

0
48
Ilustrasi Pemeriksaan KPK

Nusantara.news, Kota Malang – Kasus suap Perubahan-Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Malang TA 2015 yang menyeret mantan Ketua DPRD sebagai tersangka, Muhammad Arief Wicaksono, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksan beberapa anggota dewan dan pejabat eksekutif, yang disinyalir memiliki keterkaitan kasus korupsi tersebut.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha menyampaikan bahwa penyidik KPK kembali memanggil para saksi untuk kembali diperiksa.

“Beberapa anggota dewan akan diperiksa lanjut sebagai saksi untuk MAW (M. Arief Wicaksono),” katanya belum lama ini.

KPK memang kembali melakukam pemeriksaan terhadap saksi atas kasus MAW sejak Senin (5/2/2017), sampai Jumat (9/2/2017) besok.

Ketua DPRD Kota Malang, Abdul Hakim membenarkan bahwa memang ada pemeriksaan beberapa anggota DPRD. “Iya memang beberapa anggota dewan dipanggil untuk dimintai keterangan seperti sebelumnya,” katanya.

Sebelumnya, MAW memang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  (P-APBD) Kota Malang tahun 2015 pada Agustus 2017.

Dalam kasus tersebut, MAW diduga telah menerima suap ratusan juta rupiah, guna melancarkan Perubahan APBD yang tengah dilakukan kala itu, ia dijadikan tersangka bersama dengan dua orang lainnya, yaitu Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Malang tahun 2015 atau yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Jarot Eddy Sulistyono, dan Komisaris PT ENK, Hendrawan Maruszaman.

Hingga kini, KPK belum membeberkan hasilnya penyidikan yang dilakukan, entah akan ada penetapan tersangka baru atau yang lainnya, padahal sudah kesekian kali KPK melakukan pemeriksaan dan penyidikan dari para saksi.

Untuk diketahui, KPK memeriksa  43 anggota DPRD Kota Malang, berikut beberapa nama yang diperiksa untuk dijadikan tersangka, atau bahkan akan ditetapkan tersangka baru oleh Lembag anti rasuha tersebut.

Pemeriksaan tersebut dilakukan selama 3 hari yang kemudian sisa harinya digunakan untuk menggodog dan mengolah hasil keterangan informasi atas informasi yang dilakukan.

Beberapa Anggota DPRD Kota Malang, yang diperiksa pada pada hari  Senin (5/2/2018) 32. Subur Triono, 33. Suprapto Rahayu Sugiarti, Sukarno, Mohan Katelu,  Abdul Hakim, Priyatmoko Oetomo, Arief Hermanto, Hadi Susanto, Tutuk Hariyani, Sony Yudiarto, dan Sahrawi

Sementara itu, yang diperiksa pada hari Selasa (6/2/2018) yakni  Salamet, Yaqud Ananda Gudban (Bacalon Walikota Malang 2018), Choirul Amri, Teguh Mulyono, Erni Farida,  Mulyanto, Indra Tjhayono, Asia Iriani, Afdhal Fauza, Imam Ghozali, M Fadli, dan Ribut Harianto.

Pemeriksaan hari Rabu (7/2/2018) pukul 13.00 WIB yakni Zainuddin, Wiwik Hendri,  Tri Yudiani, Imam Fauzi, Choirul Anwar, Sulik Lestyowati, Heri Pudji Utami, dan  Syamsul Fajri.

Sedangkan Pada hari Kamis, (8/2/2017) pemeriksaan dilakukan kepada Saiful Rusdi, Bambang Sumarto, Harun Prasojo, Endang Ambarsar, Teguh Puji Wahyono, Suparno, Bambang Triyoso, Diana Yanti, Abdurrohman (Komisi C), Sugiarto, dan Heri Subiantoro.

Nanda Mengaku Dirinya Tak Terlibat Pembagian Kue

Salah satu Bakal Calon (Bacalon) Walikota Malang 201, Anggota DPRD Kota Malang, Dr. Ya’qud Ananda Gudban membuat perhatian awak media dalam pemeriksaan Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Batu, Selasa (6/2).

Namun, wanita yang akrab disapa Nanda itu menegaskan bahwa ia yakin tidak terlibat dalam kasus suap Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  (P-APBD) Kota Malang tahun 2015 dengan tersangka MAW.

“Sejak awal saya meyakini tidak terlibat dalam kasus ini. Saya mendukung sepenuhnya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Kota Malang,” tegasnya beberapa saat lalu.

Ia menjelaskan memang wajar pemeriksaan dilakukan oleh semua anggota DPRD, “Saya juga anggota DPRD Kota Malang, jadi saya juga diperiksa, tapi saya yakin saya tidak terlibat kasus tersebut,” jelasnya.

Sebagai warga negara yang baik ia menegaskan bahwa dirinya memang harus memenuhi panggilan pemeriksaan KPK di Mapolres Batu. “Sebagai warga negara yang taat pada hukum dan konstitusi, saya hadir dan memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut,” pungkasnya.

Staff Ahli Petahana Turut Diperiksa

Selain Nanda, Bakal Calon yang terindikasi adanya keterlibatan yakni sang Petahan Walikota Malang. Beredar kabar bahwa dua staf Walikota Malang, yaitu Handi Priyanto dan Mulyono juga diperiksa. Hal tersebut mengindikasikan akan adanya keterlibatan peran staff maupun walikota dalam kasus tersebut.

Namun, Walikota Malang, M Anton mengaku tidak mengetahui kabar terkait dua staf ahlinya yang diperiksa KPK bersama 12 Anggota DPRD Kota Malang. “Saya tidak tahu terkait pemberitaan yang beredar, Saya tidak tahu.. Saya tidak tahu!,” jelas Anton saat ditemui media saat peresmian Kampung Biru Arema.

Keterangan pernyataan tersebut berbeda, dengan apa yang telah diungkapkan oleh Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha yang menyebutkan bahwa adanya pemeriksaan dari pihak ekseutif juga, salah satunya yakni staf walikota.

“Dua Staf Wali Kota juga diperiksa,” sebutnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here