Sudah 43 Jenasah TKI Ditemukan dalam Kecelakaan Kapal di Tanjung Rhu Johor

0
1085
foto bbc

Nusantara.news, Batam – Tenggelamnya kapal TKI di perairan Johor Bahru secara keseluruhan menewaskan 43 orang, masing-masing 25 jenasah ditemukan di Johor Bahru dan 18 jenasah lainnya ditemukan di perairan Bintan dan Batam.

Setelah sebelumnya  KJRI di Johor menemukan 16 jenasah TKI tak berdokumen (Baca: Mengenaskan Puluhan TKI Tewas di Selat Malaka demi Nafkah Keluarga), terbaru KJRI merilis telah menemukan 33 korban tenggelamnya kapal, 25 meninggal dan 8 masih dalam keadaan hidup. Diantara korban yang meninggal dunia sudah 8 jenasah yang dikirim pulang ke keluarganya.

Selain jenasah ditemukan di sekitar perairan Johor, ternyata ada juga jenasah yang terseret hingga ke perairan Batam dan Bintan. Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian yang anak buahnya terlibat aktif dalam pencarian menyebutkan, sejak pencarian Jumat (27/1/2017) pihaknya telah menemukan 18 jenasah TKI tak berdokumen.

“Jenazah yang ditemukan sudah 18 orang. Sebanyak 17 jenazah utuh dan satu jenazah hanya berupa potongan tubuh saja,”terang Sam Budigusdian di Batam, Minggu (29/1/2017).

Jenasah yang ditemukan dengan rincian 14 ditemukan di perairan Bintan terdiri dari 12 laki-laki dan 2 perempuan. Sedangkan 4 jenasah sisanya ditemukan di perairan Batam yang kesemuanya berkelamin laki-laki.  “Semua jenazah sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri di Batam. Saat ini proses identifikasi sudah dilakukan,” tambah Sam.

Kini jenasah masih dalam tahap proses identifikasi sederhana, misal dengan cara mencocokkan kartu tanda penduduk atau alat kelengkapan dokumen lainnya. Jika ada jenasah yang teridentifikasi, ujar Kapolda, pihaknya akan berkoordinasi dengan BNP2TKI untuk penyerahan ke pihak keluarga.

“Kami juga mengimbau agar jika ada masyarakat yang anggota keluarganya juga ke Malaysia dengan kapal itu agar melapor untuk diambil datanya. Kami sudah menyiapkan Posko Ante Mortem di RS Bhayangkara Batam,” kata Sam.

Sebelumnya berdasarkan data KJRI Johor sudah ditemukan 33 korban di Mersing Johor. Sebanyak 25 ditemukan meninggal, sementara delapan dalam keadaan hidup. “Yang hidup satu laki-laki WN Malaysia, lima laki-laki WNI dan dua perempuan WNI,” terang Sam.

Untuk korban meninggal di Johor terdiri dari 17 orang laki-laki dan 8 perempuan. Delapan orang sudah teridentifikasi dan dipulangkan ke Indonesia. “Total jumlah yang diemukan baik dalam kondisi hidup atau meninggal di Johor dan Kepri sebanyak 51 orang. Hingga saat ini belum bisa dipastikan jumlah penumpang pasti dalam kapal naas itu,” kata Sam.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Senin (23/1/2017) telah terjadi kecelakaan kapal yang mengangkut TKI tak berdokumen di Tanjung Rhu, Mersing, Johor. Sejumlah jenasah dan korban selamat ditemukan, termasuk 13 korban selamat yang berlari dari kejaran polisi Diraja Malaysia.

Karena mengangkut TKI tak berdokumen tidak ada catatan pasti jumlah penumpang dan pihak-pihak yang mestinya bertanggung-jawab atas terjadinya tragedi yang mengerikan itu. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here