Surabaya Bangun Trem, DPRD Pertanyakan Anggaran ke Kemenhub

0
161

Nusantara.news, Surabaya – Komisi C DPRD Surabaya dalam waktu dekat bakal menanyakan realisasi proyek Angkutan Massal Cepat (AMC) berupa trem senilai Rp2,4 triliun kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Hal itu dilakukan karena hingga kini belum ada kepastian soal proporsi pembiayaan. Jangan akan ditanggung oleh Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya.

“Sebelumnya soal biaya dikatakan sepenuhnya ditanggung oleh APBN. Sekarang kabarnya pembiayaan fifty-fifty. Bisa jadi nanti berubah lagi dan pemerintah kota sendiri yang menanggungnya,” jelas Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Buchori, di Surabaya, Selasa (31/1/2017).

Buchori menambahkan, pihaknya ingin sekali mengetahui kepastian kapan pembangunan AMC atau trem direalisasi sekaligus ingin mengetahui secara pasti besaran biaya yang harus ditanggung oleh Pemkot Surabaya.

Politisi PPP ini mengakui, kebijakan pembangunan AMC sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Namun kalangan dewan pun mempunyai kewenangan untuk melakukan kontrol.

Buchori menegaskan, apabila separuh biaya ditanggung oleh pemerintah kota, maka penganggarannya harus multi years, karena ketika reses didapati masih banyak pembangunan sarana dan prasarana yang butuh penanganan segera.

Sebelumnya, Pakar Ekonomi dan Statistik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Kresnayana menuturkan, kehadiran trem nanti diharapkan bisa menjadi ajang pembelajaran, sekaligus dapat mengubah perilaku masyarakat yang masih mengunakan kendaraan pribadi dibandingkan umum.

Kehadiran trem dengan sendirinya bisa mengurai kemacetan di Surabaya. Selain itu, pegawai tidak tahan stres akan memilih trem karena menjadi moda yang nyaman dan tidak perlu bertempur melawan kemacetan di jalan. Apalagi lintasan trem berada di kawasan tengah kota yang padat, sehingga saat jam berangkat dan pulang kerja, pegawai tidak mengeluh macet.

Kresnayana menambahkan, trem nanti bisa dikembangkan sampai ke Sidoarjo agar dampaknya lebih terasa. Setiap hari paling tidak ada 500.000 orang dari Sidoarjo yang bekerja di Surabaya dan 200.000 orang Surabaya yang bekerja di Sidoarjo.

Dengan demikian, orang Sidoarjo tidak perlu melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi hingga Surabaya sehingga kota lebih lengang dan bisa menghindari kemacetan parah yang setiap hari terjadi di jalan A Yani sebagai jalan provinsi yang menghubungkan kota satu dengan kota lainnya di Jawa Timur. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here