‘Surabaya Memory 2017’, Memotret Ciri Khas Kampung yang Kian Hilang

0
235
Kampung Tambak Bayan, salah satu kampung tertua di pusat kota Surabaya yang terdesak bangunan modern.

Nusantara.news, Surabaya – Mei menjadi bulan istimewa bagi Kota Surabaya. Karena di bulan ini, ibukota Provinsi Jawa timur tersebut bakal merayakan hari jadinya. Beragam agenda kegiatan digelar. baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) maupun elemen lain yang bakal memanjakan warga maupun wisatawan yang datang khusus mengunjungi.

Seperti rangkaian kegiatan yang digelar Universitas Kristen (UK) Petra. Khusus untuk memeriahkan hri jadi ke-724 tahun, tema melestarikan pusaka dan sejarah melalui ‘Surabaya Memory 2017’ digeber mulai 10-14 Mei 2017. Kepala Perpustakaan UK Petra Dian Wulandari mengatakan, agenda ini bakal diisi berbagai kegiatan seperti pameran foto Surabaya, lomba mendongeng, seminar hingga workshop. “Temanya tentang ‘Kampungku Suroboyo’,” terangnya, Jumat (12/5/2017).

Menurut Dian, Surabaya Memory merupakan sebuah inisiatif yang didedikasikan bagi perekaman dan pelestarian pusaka Kota Surabaya. Selain itu, acara ini bertujuan menumbuhkan kepedulian masyarakat akan pelestarian pusaka Kota Surabaya melalui media maya (online) dan media fisik (onsite),” kata Dian.

Perkembangan kota yang pesat menjadikan sebagian ciri khas itu terancam menghilang. Termasuk keberadaan kampung-kampung lawas di Surabaya yang punya karakter berbeda. “Ciri khas itulah yang menciptakan sebuah jaringan sehingga membuat keterikatan antara satu dan lainnya dari berbagai sisi kehidupan,” sebutnya.

Keberadaan kampung yang berciri khas ini, menurut Dian, menjadi penting karena kampung itulah yang membentuk Surabaya. “Sebagai kota yang sarat dengan nilai sejarah, Surabaya layak untuk dipelajari lebih dalam, salah satunya adalah hadirnya berbagai kampung yang menjadi bagian dari Surabaya,” katanya

Pameran foto Surabaya Memory, memperlihatkan jejak sejarah kota pelabuhan di masa lalu yang kini dihuni lebih dari 5 juta penduduk ini. Tak kurang 55 karya foto Surabaya tempo doeloe serta 25 potret Kebun Binatang Surabaya (KBS) dari masa ke masa, foto prestasi kampung akseliterasi, maket karya dosen dan mahasiswa UK Petra bertema Kampung Surabaya dan desain tiga dimensi rumah KBS, dipamerkan sejak hari pertama agenda ini digelar.

Kepedulian melestarikan sejarah dari kalangan kampus memang sangat dinanti. Jika hanya mengandalkan aksi pemkot yang memiliki keterbatasan anggaran, mungkin hanya agenda yang bernuansa seremoni jadi tujuan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here