Surat Dukungan Golkar Untuk Emil Ini Hoaks Atau Panaskan Mesin?

0
115
Ilustrasi Golkar

Nusantara.news, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dihebohkan dengan beredarnya berita hoaks perihal surat DPP Partai Golkar yang memutuskan mendukung Ridwan Kamil alias Emil berpasangan dengan kader Golkar, Daniel Mutaqien Syafiuddin di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Surat yang beredar di sosial media (sosmed) itu tanpa nomor surat dan tanggal, namun dibubuhi tandatangan Ketum DPP Golkar Setya Novanto dan Sekretaris Jendral Golkar Idrus Marham.

Setelah heboh, Idrus Marham memberikan keterangan persnya di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta pada Jumat (12/9/2017) yang menyatakan bahwa surat tersebut ’bodong’..

“Jadi, begini saudara sekalian. Terkait beredarnya surat yang saya istilahkan itu adalah surat bodong. Mana mungkin Golkar keluarkan surat tanpa nomor, tanggal dan stempel,” ujar Idrus dalam keterangan persnya di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta pada Jumat (12/9).

Idrus melanjutkan, sebelumnya Golkar memang telah melakukan survei dan simulasi untuk mencari pasangan yang akan diusung di Pilgub Jabar 20018. Hasilnya, muncul tiga nama, yakni Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Deddy Mizwar (Wagub Jabar( dan Dedy Mulyadi (Ketua PPD I Golkar Jabar yang juga Bupati Purawakarta). Namun, sampai saat ini Golkar belum memutuskan nama pasangan yang akan diusung.

Anehnya, Idrus tidak memberikan jawaban yang tegas apakah tandatangan dirinya dan Setya Novanto dalam surat itu asli?.  Dirinya berdalih tidak dalam posisi memberikan penjelasan karena Golkar belum mengeluarkan keputusan resmi soal pasangan calon yang akan didukung dalam Pilkada Jabar.

Di tempat terpisah, Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily curiga ada pihak yang tidak bertanggungjawab yang sengaja menyebarkan di sosmed sehingga menjadi viral. “Bisa saja ada pihak yang ingin memanfaatkan surat itu. Tapi, tidak tahu siapa,” katanya.

Menurutnya, mustahil jika Setya Novanto yang masih dalam kondisi sakit bisa menandatangani surat penting tersebut. “Pak Setnov kan masih terbaring sakit jantung dan gangguan ginjalnya,” katanya.

Soal kondisi kesehatan Ketua DPR itu juga diungkapkan Istri Setya Novanto, Deisti Novanto bahwa suaminya masih belum stabil. Setya membutuhkan tindakan operasi tahap dua pada Senin (25/9/2017).”Masih menunggu pengencer darahnya bekerja selama 5 hari baru dilakukan tindak operasi kedua. Tadi, vertigonya kambuh sampai muntah-muntah dan menggigil sampai harus ditangani di ICCU. Obatnya sudah disuntikkan melalui invus,” tutur Deisti.

Kembali ke soal penetapan pasangan calon yang akan didukung Golkar dalam Pilgub Jabar, pada 31 Juli 2017 lalu, melalui rapat yang digelar di DPP Golkar, Jakarta telah memutuskan mendukung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar. Namun Korbid Pemenangan Pemilu Jawa-Sumatera Partai Golkar, Nusron Wahid, menyatakan menganulir keputusan rapat tersebut dan menegaskan soal pencalonan di Pilgub Jabar belum final.

Pernyataan iitu dilontarkan Nusron dii Rakernas Partai Golkar di Hotel Novotel, Bogor, Jumat (18/8/2017). Alasannya, perkembangan politik yang sangat cair dan dinamis sehingga Golkar belum bisa memutuskan calon yang akan diusung. Karena itu, Golkar masih membuka pintu bagi calon lain termasuk Ridwan Kamil yang sebelumnya telah mendappat dukungan dari Nasdem dan PKB.

Kini, sebagian kader Golkar masih dibuat bingung siapa pihak yang melempar surat dukungan ‘bodong’ sehingga sempat viral di grup medsos internal Golkar. Sementara elit Golkar sendiri tampaknya masih belum mau terbuka soal siapa pihak yang mengmbil keuntungan dari hoaks tersebut. Atau mungkin itu semua skenario yang sengaja dibuat Golkar sekedar memanaskan mesin politik menjelang Pilgub Jabar?

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here