Sutiaji Kampanyekan Ekonomi Berbasis Pasar Rakyat

0
77
Hari pertama Kampanye Tim SAE, Sutiaji-Sofyan Edi (Foto: Sinergy Aditya-Nusantara.news)

Nusantara.news, Kota Malang – Hari pertama kampanye pasangan calon SAE (Sutaji Sofyan – Edi Jarwoko) berusaha mendulang suara di pasar tradisional. Dengan dikawal Timnya pasangan ini mendatangi Pasar Tradisional Tawangmangu, Sabtu (17/2) kemarin.

Di sana Sutiaji kampanye ekonomi kerakyatan dengan rencana menyisir beberapa pasar dan UMKM yang ada di Kota Malang. Sebab, beber Sutiaji, ekonomi yang paling cocok di Indonesia adalah Ekonomi Kerakyatan. “Sesuai gagasan founding father kita mas, yang menggagas ekonomi rakyat dan ekonomi berdikari, gagasan emas ini harus dilanjutkan,” jelasnya kepada wartawan, Sabtu (17/2).

Apabila terpilih. tandas Sutaji, gagasan itu akan diwujudkan di beberapa pasar di Kota Malang, kedepan. “Ekonomi kerakyatan, kita mulai dari pasar rakyat, yakni pasar tradisional yang ada di Kota Malang,” pungkasnya.

Sutiaji menjelaskan tetap akan menjaga budaya dan ketradisionalan pasar yang menjadi identitas dan jati diri masyarakat Indonesia. “Meskipun zaman berkembang, kita harus jaga budaya tradisional kita jangan sampai hilang. Tetap tradisional, budaya tawar menawar yang khas Indonesia harus tetap ada. Kedepan hanya akan kita perbaiki infrastruktur dan manajemen yang harus di tata,” tandas pria berkacamata itu.

Ke depan pihaknya akan melakukan revitalisasi pasar, yang sedikit berbeda dengan yang kemarin. Yakni dengan tidak melepaskan pasar ke pihak ketiga. Semua akan dikelola dengan pendanaan APBD. “Karena ada beberapa pasar yang bermasalah karena ada pihak ketiga. Jadi harapannya cukup pemerintah dan juga rakyat,” jelas Sutaji.

Selain itu, imbuh Sutaji, Ekonomi Kerkayatan yang akan ditanamkan ke masyarakat dengan transfer pengetahuan “sehingga mereka tahu pentingnya ekonomi rakyat, dari situ akan timbul kepercayaan diri,” bebernya.

Yang kedua adalah transfer skill, “Jadi kita berdayakan, kita kembangkan para pengusaha  muda, pelaku UMKM, dan masyarakat. Selanjutnya tinggal kita injeksikan dana untuk mendorong dan menguatkan itu semua,” pungkas pria yang akrab disapa Abah itu.

Ia menyayangkan kondisi pasar yang masih semrawut. “Kedepan akan kita tata, tidak hanya membayar infrastruktur yang kemudian infrastruktur dan kebersihan tidak terlalu diperhatikan. Ini yang harus ditegakkan,” tegasnya.

Sementara itu, Sofyan Edi Jarwoko Calon Wakilnya menjelaskan mengenai beberapa aspirasi yang ia dapat dari masyarakat dan pedagang pasar. “Secara umum masyarakat dan pedagang pasar menginginkan agar pasar tetap tradisional,” jelasnya.

Hanya saja, ia menambahkan, “Perlu untuk ditata kembali untuk bisa tertib, aman, bersih, dan tidak bocor,”

Suliadi, pedagang mebel menjelaskan memang pihaknya menginginkan untuk tetap menjadi pasar tradisional tapi juga bersih dan tertata rapi, “Kados pasar Oro-oro dowo mas, tetap tradisional, bersih dan tertata,” jelas pria 47 tahun tersebut.

Selain itu, pihaknya juga berharap adanya pembangunan  dan perbaikan Pasar Tawangmangu kedepan, “Aspalnya sudah lubang-lubang bangunan dan kios juga banyak yang bocor dan lainnya,” jelas dia.

Mendengar aspirasi tersebut, Sofya Edi sepakat untuk dilakukan perbaikan atau revitalisasi. “Pastinya tidak hanya tawangmangu saja, banyak beberapa pasar yang juga harus diperbaiki. Ingat, pasar rakyat merupakan jantung perekonomian rakyat,” jelas dia.

“Ketika sudah diperbaiki dan bersih tertib akan membuat nyaman masyarakat yang belanja dan berdagang. Pasar pun ramai dikunjungi dan roda perekonomian rakyat pun berjalan,” tandas pria yang akrab disapa Bung Edi itu. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here