Tak Ada Alasan Kenaikan Harga Pangan

0
29

Nusantara.news, Surabaya – Menghadapi bulan suci Ramadhan, Dewan Provinsi Jawa Timur menjamin stock bahan-bahan kebutuhan pokok aman dan juga tidak ada kenaikan. Untuk menjaga stabilitas stock dan harga, Komisi B telah membuat sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga barang pokok atau Siskaperbapo yang berbasis web dan android.

Anggota Komisi B DPRD Jatim Agus Maimun saat dikonfirmasi Nusantara.news via telepon selulernya mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pantauan setiap tahunnya rata-rata kenaikan sekitar 10%. Dan semua dalam pantauan dewan, bahkan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim menyatakan ketersediaan sembako terpenuhi sampai dua bulan ke depan. Ini artinya tidak ada alasan jika sampai nanti ada kenaikan harga.

“Kami kunci jaminan paparan Disperindag. Kami juga tidak tinggal diam, bahkan bersama Desperindag melakukan sidak ke beberapa pasar yang ada di Surabaya. Untuk memantau pergerakan stock dan harga pangan kami juga membuat sebuah sistem informasi, kedepan, masyarakat juga bisa memantau harga sembako setiap harinya,” jelasnya, Selasa (30/5/2017).

Ketua Fraksi PAN ini menambahkan bahwa saat ini telah dibentuk Satgas Pangan Polda Jati. Kedepan, tim ini bertugas untuk memantau serta memonitoring mengawasi ketersediaan pangan, termasuk juga soal pendistribusian sembako. Bah, jika nantinya ditemui ada yang melampaui ahrga eceran tertinggi, satgas harus segera mengambil tindakan tegas. “Jika terjadi penyimpangan, kami merekomendasikan agar tim memberi sanksi, bisa saja mencabut iizin yang sudah dimiliki,” tandas Maimun.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim M Ardi Prasetyawan saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya bersama dengan Bulog telah melakukan sidak ke beberapa pasar, hasilnya, harga barang-barang masih stabil dan kenaikan tidak terlalu signifikan.

“Seperti tradisi sebelum-sebelumnya bahwa kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran semakin meningkat. Angkanya meningkat sekitar 10% berdasarkan pantauan di lapangan. Jumlah penduduk tidak bertambah tapi yang bergerak adalah kegiatannya. Kami bersama para mitra telah melakukan pemantauan di pasar,” ungkapnya.

Ditambahkan Ardi, Desperindag bersama dengan Bulog terus melakukan stabilisasi harga kebutuhan pokok di pasaran. Satu diantaranya adalah mendirikan Kios Pangan Operasi Pasar (Kippas). Kippas ini menjual sejumlah komoditi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, telur, gula, hingga kecap. “Harganya lebih murah dibandingkan dengan harga eceran tertinggi di pasaran,” tambahnya.

Disperindag sendiri menargetkan untuk mendirikan 78 Kios Pangan Operasi Pasar yang tersebar di sejumlah Daerah. Sejak 18 Mei lalu, hingga kemarin sudah terealisasi 57 outlet, baik dalam bentuk kios permanen, maupun dalam bentuk mobile. Sebelumnya, Anggota DPD RI Dapil Jatim Ahmad Nawardi bersama Disperindag Jatim memantau harga kebutuhan pangan di beberapa pasar di Surabaya seperti di Pasar Pucang maupun Tambahrejo cukup stabil.

“Tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan disini. Daging sapi misalnya, di daerah lain harganya di atas Rp100 ribu. Di sini, harga daging sapi tidak mencapai Rp.110 ribu – Rp.120 ribu. Bahkan bawang putih Rp45 ribu, dan untuk bawah putih kating Rp.58 ribu per kilogram,” ungkap dia.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here