Tak Ada Salahnya Amien Rais Menerima Bantuan Masyarakat

0
365
Politisi Senior PAN Amien Rais (tengah) memberikan keterangan kepada awak media tentang aliran dana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan, di Jakarta, Jumat (2/6). Amien menyebutkan bahwa pada Januari hingga Agustus 2007 ia mengaku menerima bantuan dana operasional sebesar Rp600 juta dari mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Soetrisno Bachir. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama/17

Nusantara.news, Jakarta – Sebagai public figure yang memiliki berbagai kegiatan sosial-kemasyarakatan tidak ada salahnya bagi tokoh sekaliber Amien Rais menerima bantuan dari masyarakat, selama bantuan itu tidak terkait dengan jabatan publik yang disandangnya.

Demikian tanggapan Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan saat dimintai pendapatnya tentang aliran dana Rp600 juta ke rekening Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Tokoh sekaliber Amien Rais, ujar Syahganda, tentu memiliki kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang begitu luas cakupannya. “Jadi wajar saja kalau menerima bantuan masyarakat. Tak ada salahnya,” ujar Syahganda saat dihubungi sayangi.com lewat ponselnya di Jakarta, Jumat (2/6) sore tadi.

Apalagi Pak Amien, sambung Syahganda yang meraih gelar Doktor Ilmu Kesejahteraan Sosial dari Universitas Indonesia (UI) ini, juga pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, belum lagi dia juga pendiri dan mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) serta pernah memegang jabatan publik Ketua MPR.

“Bagi Pak Amien sumbangan Rp600 juta itu masih terlalu kecil dibandingkan biaya yang harus dia keluarkan untuk meng-cover kegiatan kemasyarakatannya. Karena memang beliau masih dipercaya mengemban amanah untuk itu,” terang Syahganda Nainggolan.

Syahganda yang mengaku berkecimpung di dunia sosial kemasyarakatan tahu betul besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk menghidupi sejumlah organisasi yang pernah dipimpinnya. Dan dia pun mengaku menghimpun dana dari sejumlah kalangan yang setiap bulannya bisa habis puluhan juta.

“Apa lagi tokoh sekelas Pak Amien yang ruang lingkup kegiatannya jauh lebih luas dari saya. Sulit dibayangkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan-kegiatan beliau yang saya yakin sangat berguna untuk nusa, bangsa dan agama,” tandasnya.

Jadi Syahganda tidak begitu mempersoalkan bantuan masyarakat yang mengalir ke rekening Amien Rais. Karena dia yakin dengan rekam jejak Amien Rais selama menjabat Ketua MPR maupun Ketua Umum PAN tidak pernah tersandung kasus korupsi.

“Saya yakin dana yang dihimpun Pak Amien bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Syahganda justru risau dengan anggapan umum di masyarakat, kenapa isu aliran dana Rp600 juta dicetuskan  saat Amien Rais ingin membongkar kasus korupsi RS Sumber Waras yang diduga melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Sebagaimana diberitakan, isu aliran dana Rp600 juta yang mengalir ke rekening Amien Rais itu disebut Jaksa KPK saat menuntut kasus korupsi alat kesehatan dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari yang dituntut 6 tahun penjara.

“Kalau saya bisa memahami, mungkin tidak ada hubungan antara keduanya. Karena ini memang penelurusan yang dilakukan oleh KPK. Tapi apakah Pak Amien terlibat dalam proses pengadaan alat kesehatan di Kemenkes, saya tidak yakin itu,” beber Syahganda

Sebelumnya, Pendiri PAN Amien Rais mengakui ada aliran dana Rp600 juta dari pengusaha Soetrisno Bachir yang juga mantan Ketua Umum PAN, dalam jumpa pers di kediamannya di Kompleks Taman Gandaria, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (2/6) pagi.

Kejadian itu, ungkap Amien, berlangsung antara Januari hingga Agustus 2007. Bantuan itu seingatnya sebagai bantuan operasional dari Soetrisno Bachir (SB) yang dikenalnya sejak sebelum reformasi.

“Karena hal itu terjadi 10 tahun lalu, saya me-refresh memori saya. Pada waktu itu, Soetrisno Bachir mengatakan akan memberi bantuan untuk tugas operasional saya, untuk semua kegiatan sehingga tidak membebani pihak lain kalau saya pergi ke mana pun, travel, aksi, itu sudah kita sendiri yang bayar,” jelas Amien Rais kepada wartawan.

Dalam pandangan Amien, SB adalah pengusaha sukses dan sangat dermawan yang selalu berbuat baik dengan memberi bantuan kepada siapa pun. Namun Amien tidak tahu persis siapa saja yang pernah dibantu pengusaha asal Pekalongan, Jawa Tengah, itu.

“Waktu itu, dia selalu memberi bantuan pada berbagai kegiatan saya, baik kegiatan sosial maupun keagamaan,” kenang Amien.

Pernah suatu saat, ujar Amien Rais, dirinya bertanya kenapa SB membantu berbagai kegiatannya. Tapi SB menjawab ini amanat dari ibundanya. Sejak itu Amien Rais menganggap wajar setiap bantuan yang diterima darinya.

“Di tahun 2007 saya sudah 3 tahun tidak lagi menjabat Ketua MPR. Namun rupanya bantuan SB untuk kegiatan operasional saya berlangsung selama 6 bulan itu pada tahun 2007 itu kini menjadi salah satu topik berita yang sangat menarik dan harus saya ikuti secara tegas dan berani,” ujar Amien Rais

Untuk itu, Senin (5/6) mendatang, Amien Rais akan mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjelaskan duduk perkara dana Rp.600 juta yang mengalir ke rekening bank miliknya. Namun KPK sejauh ini belum menjadwalkan untuk menerima kedatangan Amien Rais.

Kehadirannya, terang Amien Rais, semata-mata pertimbangan teknis karena dalam waktu dekat, tepatnya pada 8 Juni ini hendak umroh ke tanah suci. “Kalau saya dipanggil KPK padahal saya masih umroh saya khawatir dianggap lari dari tanggung jawab,” tegas Amien Rais sekaligus mengakhiri perbincangannya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here