Tak Hanya Untuk Jatim, Khofifah Digadang Memajukan Indonesia Timur

0
112
Renville Antonio Sekretaris DPD PD Jatim (Foto: Tudji Martudji)

Nusantara.news, Surabaya – Perjalanan jelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, 2018 terus bergulir. Babak baru, selanjutnya ditempuh DPD Partai Demokrat Jatim, yakni menyerahkan semua formulir pendaftaran dari bakal calon yang sebelumnya telah mendaftar di DPD PD di Jalan Kertajaya Indah Surabaya, ke DPP PD di Jakarta. Dengan pendaftar terakhir adalah Khofifah Indar Parawansa.

Sekretaris DPD PD Jatim Renville Antonio mengatakan telah mengirimkan semua berkas pendaftaran ke DPP PD di Jakarta, kemarin 8 Oktober 2017. Dikatakan berkas-berkas yang dikirim adalah formulir pendaftaran sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) di Pilgub Jatim 2018.

“Kemarin telah kita serahkan (8 Oktober 2017), selanjutnya menjadi domain DPP untuk melakukan verifikasi dan dilakukan dalam rapat mejelis tinggi,” kata Renville, Kamis (5/10/2017).

Enam nama yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur. Mereka adalah Saifullah Yusuf, Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti, Inspektorat Provinsi Jatim Nurwiyatno atau Cak Nur, Ketua DPP PD Nurhayati Ali Assegaf. Seorang perwira dari Mabes Polri Kombes Pol Syafi’in atau Gus Syaf. Kemudian, Khofifah Indar Parawansa.

Lanjut Renville, dalam rangkaiannya, di DPP PD akan dilakukan musyawarah oleh majelis tinggi partai. Kemudian diterbitkan surat tugas untuk nama-nama yang pendaftar sebagai bakal calon gubernur, bekal untuk menjaring koalisi partai politik, serta menentukan bakal calon wakil yang diinginkan.

“Kewenangan DPP, setelah dibahas dalam musyawarah majelis tinggi, kemudian diterbitkan surat tugas untuk kandidat,” terangnya.

Para kandidat bakal calon berkewajiban menyusun rencana koalisi parpol termasuk mengajukan nama bakal calon sebagai pendampingnya, di posisi wakil. “Prosedurnya memang seperti itu, dan itu kewenangan majelis tinggi dan sesuai dengan AD/ART,” terang anggota Fraksi PD di DPRD Jatim itu.

Demokrat Dukung Khofifah, karena Elektabilitasnya Tinggi

Sekretaris DPD PD Jatim Renville Antonio

Sebelumnya, di Jakarta, Wakil Ketua Umum PD, Syarief Hasan menegaskan kalau partainya sangat yakin dengan elektabilitas Khofifah Indar Parawansa dan akan didukung untuk maju di Pilgub Jatim 2018.

“Elektabilitas Khofifah di Jawa Timur masih tinggi dibandingkan dengan calon lain. Di dalam analisa Partai Demokrat, Ibu Khofifah itu memang elektabilitasnya cukup tinggi, dan sangat tinggi. Dari pengalaman di Pilgub periode dua kali sebelumnya memang Ibu Khofifah, itu cuma dikalahkan oleh Pakde Karwo,” terang Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Selisih suara Khofifah dengan Soekarwo hanya sedikit. Pihaknya juga mengakui Khofifah memiliki kompetensi tinggi sebagai seorang kepala daerah dengan segudang pengalaman dan prestasi. Soal kepastiannya, Syarief mengaku itu menjadi kewenangan DPP yang akan diumumkan secepatnya. “Menjadi pertimbangan kuat untuk mendukung Ibu Khofifah, itu akan kami formalkan dalam waktu dekat,” tegasnya.

Sebelumnya, Sabtu (30/9/2017) malam seperti yang dikatakan Ketua DPD PD Jatim Soekarwo, Khofifah Indar Parawansa melalui suruhannya telah mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Gubernur Jatim di DPD PD.

“Jauh hari sudah berkomunikasi, beliau mengatakan niatnya kalau mau mendaftar, juga bertanya bagaimana caranya. Dan, mengatakan kalau saat itu dirinya memang sibuk. Kemudian, mengatakan bagaimana kalau mendaftar melalui orang suruhan. Saya bilang bisa, asal ada surat kuasa,” ujar Soekarwo saat ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (2/10/2017), kemarin.

Saat itu, Soekarwo juga sempat menceritakan proses rapat DPP di sebuah hotel di Jakarta yang kemudian memerintahkan dan menjadi keputusan untuk dibuka perpanjangan waktu pendaftaran bakal calon.

NasDem Juga Optimistis Dukung Khofifah

Sekjen DPP Partai NasDem Johnny G Plate

Tak hanya Partai Demokrat yang simpatik kepada Khofifah Indar Parawansa, Partai NasDem juga sama, simpatik dan lebih sreg dengan wanita asal Surabaya yang saat ini menjabat Menteri Sosial di Pemerintahan Joko Widodo itu.

Sekjen DPP Partai NasDem Johnny G Plate menegaskan, partainya akan mengusung Khofifah untuk maju di Pilgub Jatim 2018. “Pasti, NasDem mengusung Ibu Khofifah dan saat ini tengah berlangsung komunikasi,” ujar Johnny di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Ditambahkan, Nasdem optimistis terbentuknya koalisi bersama Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan. “Semoga Partai Demokrat juga, yang sudah menunjukkan perhatian kepada Ibu Khofifah,” tegas anggota Komisi XI DPR RI, saat itu.

Dia menyebut, Khofifah merupakan figur yang tepat untuk kelahiran Jatim menjadi lebih baik. Khofifah dinilai memiliki kapabilitas tinggi untuk memulai Jatim, sebuah wilayah yang memberi dampak domino terhadap wilayah Indonesia Timur.

Johnny menjabarkan, perlu monitor kebijakan Gubernur Jatim yang tidak semata-mata pada rakyat Jatim. Juga termasuk untuk wilayah Indonesia bagian timur. Itu karena, Provinsi Jatim merupakan gerbang ekonomi wilayah Indonesia bagian timur.

Johnny mencontohkan, inflasi yang terjadi di Jatim akan berdampak terhadap kenaikan harga barang kebutuhan yang sampai ke wilayah Indonesia timur.  “Setiap ada perubahan kebijakan ekonomi di Jatim, maka ada dampak terhadap komoditas asal wilayah Indonesia bagian timur yang diperdagangkan di bagian barat. Untuk itu, kami juga memperhatikan memilih Gubernur Jatim yang dalam kebijakannya bukan hanya untuk Jatim, tapi ada multiflyer effect untuk masyarakat di Indonesia timur. Jadi penting sekali memilih pemimpin yang tepat,” ujar Johnny.

Sadar dirinya terus mendapat dorongan untuk maju di Pilgub Jatim, yang semata bukan hanya demi jabatan. Tetapi, panggilan rakyat Jatim dan untuk memajukan Indonesia timur membuat semangat Khofifah tak pantang menyerah.

Dalam berbagai kesempatan, Khofifah menegaskan banyak mendapat dukungan sejumlah partai politik. Tidak tanggung-tanggung, partai pendukung tersebut memiliki kursi cukup mengantar dirinya melangkah sebagai calon Gubernur Jatim, 2018.

“Jatim itu (dukungan) parpol minimal 20 persen atau 20 kursi kalau yang di DPRD. Kalau dihitung itu, ya cukup,” kata Khofifah di depan wartawan saat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Sesuai Pasal 5 Ayat 2 PKPU Nomor 9 Tahun 2016, partai politik atau gabungan partai politik bisa mengusung calon jika memiliki sedikitnya 20 persen kursi di DPRD. Atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah yang diperoleh saat pemilihan legislatif. Tak hanya itu, Khofifah juga terus melakukan pendekatan dan membangun komunikasi dengan partai politik lainnya.

Ketua PP Muslimat NU itu menegaskan keseriusannya akan segera diwujudkan dengan menyetor berkas pendaftaran sebagai calon Gubernur Jatim, ke KPUD Jatim pada awal Januari 2018, mendatang.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here