Tak Mau Latah Open Tender, Golkar Usung Kader Internal untuk Pilkada Malang 2018

0
52
Ilustrasi Golkar

Nusantara.news, Kota Malang – Tak mau latah seperti beberapa partai di Kota Malang yang tengah mempersiapkan calon untuk berkontestasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pikada) Kota Malang 2018, Partai Golkar menyelesaikan dengan rapat dan musyawarah mufakat internal partai untuk lebih memantapkan calon yang akan diusungnya.

Pihak DPD Partai Golkar Kota Malang, diakui sangat percaya diri mengusung calon langsung dalam Pilkada 2018 di Kota Malang. DPD Partai Golkar Kota Malang akan mengusung calon dari kader sendiri, tanpa membuka open tender pendaftaran terbuka kepada khalayak umum.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Partai Golkar Kota Malang, Bambang Sumarto mengatakan partainya tidak ingin latah seperti partai lain dengan membuka pendaftaran.

“Belum ada wacana buka pendaftaran. Kami tidak latah seperti partai lain,” kata Bambang  kepada wartawan, Senin (31/7/2017).

Ia menjelaskan kekurangan dan kelebihan terkait pendaftaran yang sangat terbuka mendekati momentum Pilkada 2018. “Ada baiknya dan kekurangan juga terkait model pendaftaran terbuka yang kerap digencarkan beberapa partai kali ini,” imbuhnya.

Ia menilai memang sangat bagus apabila menggunakan metode keterbukaan kepada khlayak, siapapun dapat menjadi Walikota atau kepala daerah. “Dari situ stigma partai tidak terkesan elitis dan ekslusif,” jelas Bambang.

Namun, apabila prinisp keterbukaan tersebut dilakukan H – beberapa bulan dari pilkada itu sedikit kurang rasional. Pasalnya, dalam partai pasti memiliki nilai-nilai yang akan dibawa dan akan dilaksanakan dalam sebuah pemerintahan. Itu adalah misi dalam kepartaian.

“Nah, sekarang apabila dibuka secara mendadak H-beberapa bulan menjelang Pilkada diragukan militansi dan pemahaman akan nilai dalam kepartaian yang dibawa. Alangkah lebih baik dalam internal partai sendiri apalagi yang sudah lama dan mengerti faham akan nilai serta misi kepartaian,” tandasnya.

Sofyan Edi Jarwoko menjadi nama yang diusung partai berlambang beringin tersebut. Sofyan yang kini juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Malang terpilih berdasar pada  hasil keputusan rapat partai. Edy dinilai sebagai politisi senior dan terbaik dalam partainya.

“Kami sudah menentukan sikap mengusung Pak Edy, untuk turun dalam kontestasi politik Pilkada Kota Malang 2018 mendatang,” ungkap Bambang.

Sebelumnya, Edy juga sempat maju dalam Pilkada 2013. Saat itu mengisi plot N2 yang berdampingan dengan Heri Pudji Utami. Tapi pasangan Heri dan Edy belum berhasil meraih kemenangan dalam Pilkada 2013. Pihaknya mengantongi urutan kedua setelah calon yang terpilih dari 4 pasangan calon walikota. Pasangannya meraih 68.971 suara, atau sekitar 27,36 persen pemilih.

Namun Bambang masih belum bisa menjelaskan Edy akan mengisi plot N1 atau N2. Partai Golkar masih berkomunikasi dengan partai lain untuk mempersiapkan diri menghadapi Pilkada 2018.

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here