Tak Perlu ke Luar Negeri, Belajar Saja ke Jatim

0
183
Soekarwo terima penghargaan Layanan Publik Terbaik dari Menpan RB Asman Abnur.

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo menjadi kepala daerah yang banyak mendapat penghargaan dari Pemerintah RI, yakni memborong enam penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional 2017. Penghargaan tersebut diberikan oleh langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Asman Abnur di Gelora Joko Samudro, Gresik, Sabtu (20/5/2017).

Keenam penghargaan tersebut adalah, inovasi “HP Solusi Anak Berkebutuhan Khusus” yang dilaksanakan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur. ”Layanan Jujug Desa yang Ramah (Judes)” dilaksanakan di UPT Badan Pendapatan Daerah Jombang. Layanan “Wisata Arsip untuk Anak Sekolah (WARAS)” di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. “Mencegah Perdarahan Tali Pusat Dengan Kalisat (Karet Tali Pusat)” di RSUD dr. Saiful Anwar, Malang. “Manajemen Risiko Sanggahan dan Pengaduan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretaris Daerah (MR SAHDU), di UPT Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Inovasi “Planet Kakao, yakni Pengelolaan dan Edukasi Terpadu Kakao Melalui Kebun Rakyat Demi Indonesia Daulat Coklat” di Dinas Perkebunan Jawa Timur.

“Penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun ini, Provinsi Jawa Timur menjadi yang terbaik dari 3.054 inovasi lainnya dari seluruh Indonesia yang masuk menjadi peserta kompetisi, baik dari kementerian, lembaga, provinsi, serta BUMN/BUMD lainnya,” terang Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Benny Sampirwanto kepada Nusantara.news, Senin (22/5/2017).

Keberhasilan Provinsi Jawa Timur, juga diikuti sembilan inovasi dari pemerintah kabupaten/kota lainnya yakni Kabupaten Banyuwangi, Probolinggo, Bojonegoro, Pasuruan, Sampang, Pamekasan, Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kota Malang.

Terkait itu, Soekarwo menyebut penghargaan yang didapat merupakan buah kerja keras Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus melakukan berinovasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang berkualitas.

“Penghargaan tersebut menambah kepercayaan dan motivasi kami untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar Soekarwo.

Soekarwo kemudian berpesan agar seluruh jajaran di Provinsi Jawa Timur untuk tidak cepat puas dan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Meski sudah banyak kemajuan di bidang pelayanan publik menurutnya, tetap ada kekurangan yang harus dibenahi dan ditingkatkan.

“Pelayanan yang baik yang diinginkan masyarakat adalah yang sederhana, cepat, murah, pasti, transparan, dan berkeadilan. Jadi inovasi-inovasi yang kita lakukan selalu mengacu pada pelayanan. Saya minta harus terus bekerja untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya wong cilik,” katanya.

Kemudian, kepada Menpan RB, Soekarwo mengusulkan untuk bisa melakukan diskresi terkait penanganan jalan berlubang. “Kita meminta itu (penanganan jalan berlubang-red), jangan didasarkan atas kewenangan, tetapi untuk kepentingan umum,” ujar Pakde Karwo.

Tujuannya, sejumlah kerusakan jalan pada Januari hingga Maret dapat teratasi, sehingga tidak menyulitkan pengguna jalan yang menyebutnya ‘juglangan sewu’ (seribu lubang-red).

Jika usulan tersebut disetujui, lanjut Pakde Karwo, Pemprov Jawa Timur dan pemerintah kabupaten/kota dapat membantu memperbaikinya yang selama ini menjadi kewenangan kementerian PU. Langkah tersebut, kata Pakde Karwo merupakan salah satu kelanjutan dari inovasi pelayanan publik.

Di kesempatan itu, MenPAN RB Asman Abnur menyebut Jawa Timur adalah Barometer Pelayanan Publik. Pihaknya memuji, keberhasilan Jawa Timur memborong enam penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2017 menjadi bukti bahwa Jawa Timur merupakan barometer. Serta mengajak pemerintah daerah lainnya mengikuti dan belajar dari keberhasilan Jawa Timur.

“Tidak perlu studi banding ke luar negeri, dari dulu membanding-bandingkan tapi tidak pernah selesai. Datang saja ke Jatim, lakukan studi tiru Jatim. Contoh saja, pelayanan publik yang dilakukan sudah bagus kemudian terapkan ke daerah masing-masing. Semoga yang dilakukan Pakde Karwo dapat menjadi gerakan massal secara nasional,” ujar Asman Abnur.

Lanjut Asman, masyarakat merindukan pelayanan publik yang baik dan berkualitas. Karena itu, pemerintah terus gencar menerapkan pelayanan berbasis teknologi informasi. Yakni, model pelayanan yang transparan, cepat, efektif, dan efisien.

“Kedepan, siapa yang cepat akan memenangkan persaingan. Jadi bukan lagi tergantung siapa yang besar atau kecil, dan kuat atau lemah. Pelayanan yang cepat akan mendatangkan investasi. Karena itu, solusi dan jawabannya adalah pada teknologi,” tegasnya.

Untuk diketahui, Jawa Timur saat ini juga tengah meluncurkan inovasi kemudahan pembayaran pajak di masyarakat pedesaan. Petugas pajak hadir ke desa-desa melalui program ‘Judes’. Masyarakat di desa tidak perlu datang ke bank yang ada di kecamatan atau samsat di ibukota kabupaten, cukup di desa masing-masing.

Semoga saja, keberhasilan Jawa Timur ini bisa ditiru dan diterapkan di daerah lain. Karena layanan cepat dan murah, berbasis teknologi tidak hanya dapat dirasakan masyarakat di Jawa Timur, tetapi juga menjadi hak masyarakat lainnya yang ada di seluruh Indonesia.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here