Tak Satu pun 9 Calon Tunggal yang Dikalahkan oleh Kotak Kosong

0
199
Ilustrasi

Nusantara.news, Jakarta – Diantara 101 Pilkada Serentak 2017, ada 9 calon tunggal yang bertanding melawan kotak kosong.  Sayangnya meskipun ada satu calon bupati menjadi tersangka KPK, tapi tak satu pun yang dikalahkan oleh kotak kosong.

Kesembilan calon tunggal itu berlaga di Kota Tebingtinggi, Sumut, Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung,  Kabupaten Pati, Jateng, Kabupaten Landak, Kalbar, Kabupaten Buton, Sultra, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kabupaten Jayapura, Papua, Kabupaten Tambrauw dan Kota Sorong, Papua Barat.

Diantara 9 calon tungal itu ada 8 calon petahana dan 1 calon bukan petahana, yaitu anggota DPR-RI Karolin yang juga putri Gubernur Kalbar Cornelis. Paling sedikit calon tunggal itu diusung oleh 7 hingga 10 partai politik di masing-masing wilayahnya.

Di Kota Tebingtinggi, pasangan Umar Zainudi Hasibuan – Oki Doni Siregar yang diusung oleh Nasdem, Demokrat, Hanura, Gerindra, PKB, Golkar, PDI-P dan PPP mampu mengungguli  kotak kosong dengan suara 41.937 (71.32%) atas kotak kosong yang meraih suara 16.861 (28,68%) dari 58798 suara yang sah.

Beranjak ke Kabupaten Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung, pasangan Umar Ahmad-Fauzi Hasan yang diusung PKS, Demokrat, PPP, PDIP, Gerindra, Golkar, PAN, PKB, Hanura dan Nasdem, menang atas kotak kosong dengan peraihan 167.512 (96,75%) suara atas kotak kosong yang hanya meraih 5.625 (3,25%) suara.

Sedangkan di Kabupaten Pati, Jateng, pasangan Haryanto-Saiful Arifin yang diusung oleh PDI-P, Gerindra, PKS, PKB, Demokrat, Golkar, Hanura dan PPP meraup 523.482 (75,27%) suara mengalahkan kotak kosong yang meraih 172.004 (24,73%) suara.

Selanjutnya memutar ke pedalaman Kalbar, tepatnya Kabupaten Landak, pasangan Karolin Margret Natasa yang berpasangan dengan mantan Bupati Landak periode 2011-2016 Herculanus Heriadi mendapatkan suara 226.378 ((96,72%) suara dan hanya menyisakan 7.673 (3,28%) suara untuk kotak kosong.

Terus menyeberang ke Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, pasangan Samsu Umar Abdul Samiun – La Bakry unggul tak seberapa telak melawan kotak kosong. Uniknya lagi, Bupati petahana Samsu Umar sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak mengherankan apabila pasangan yang diusung oleh PKB, PKS, NasDem, PAN, Demokrat, Golkar, dan PBB ini dituding telah melakukan kecurangan oleh sejumlah kalangan. Terlebih pasangan ini hanya mampu meraih 27.512 (55,07%) atas kotak kosong yang meraih 22.447 (44,93%) suara dari 49.959 suara sah. Tudingan penggelembungan dan intmidasi pemilih kotak kosong akan dipidana tertuju ke pasangan tunggal ini.

Pertanyaannya, siapa yang memiliki legal standing (kedudukan hukum) yang bisa mewakili kepentingan kotak kosong apabila nantinya diperkarakan ke Mahkamah Konsttusi (MK).

Selanjutnya ke Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pasangan Tuasikal Abua – Matlatu Leleury yang diusung oleh Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, Demokrat, Nasdem, PAN dan PBB berhasil meraih 147.920 (70,78%) suara berbanding 61.063 (29,22%) suara untuk kotak kosong. Maluku Tengah adalah wilayah yang akibat konflik kekerasan di Maluku masih menyisakan sejumlah persoalan hingga sekarang.

Dari Maluku kita langsung terbang ke Kota Jayapura, Papua. Dalam perhelatan Pilkada serentak 2017 ini, pasangan walikota incumbent Benhur Tomi Mano – Rustan Saru yang diusung oleh PDI-P, Gerindra, Golkar, Nasdem, Hanura, PAN dan PKB berhasil mengalahkan kotak kosong dengan perbandingan 116.006 (83,07%) untuk dirinya dan  21.569 (16,93%) suara untuk kotak kosong.

Setelah ngopi di Kota Jayapura kita beranjak ke Kota Sorong, Papua Barat. Di sana pasangan Lamberthus Jitmau-Pahima Iskandar yang diusung koalisi besar Golkar, Demokrat, PDI-P, PAN, Nasdem, Gerindra, Hanura dan PKB juga sukses mengandaskan kotak kosong dengan perbandingan 74.885 (78,40%) suara dirinya melawan 20.634 (21,60%) suara kotak kosong.

Beralih ke Kabupaten Tambrauw yang masih satu Provinsi dengan Kota Sorong, pasangan Gabriel Asem – Mesak Metusala Yekwam yang diusung oleh Nasdem, PDI Perjuangan, Golkar, Demokrat, Gerindra, PKS, PKB dan Hanura juga memenangkan pertarungannya melawan kotak kosong dengan perbandingan 4.876 (85,98%) suara dirinya melawan 795 (14,02%) suara kotak kosong.

Dengan demikian, sepertinya hanya Kabupaten Buton  (55,07%) yang persentase suaranya paling sedikit diantara 9 calon tunggal. Peraih persentase tertinggi diraih pasangan dari Tulangbawang Barat (96,75%), disusul Kabupaten Landak (96,72%), Kabupaten Tambrauw (85,98%) , Kota Jayapura (83,07%), Kota Sorong (78,40%), Kabupaten Pati (75,27%), Kota Tebingtinggi (71.32%) dan Kabupaten Maluku Tengah (70,78%) [].

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here