Tak Sesuai Aturan, Lelang Bawang Merah Rp4,7 M Heboh di Malang

0
125
Ilustrasi Bawang Merah (Sumber: Tirto)

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Pengadaan bawang merah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang senilai Rp 4,7 miliar kini jadi pergunjingan masyarakat. Sebuah perusahaan yakni CV KJA semula ditetapkan sebagai pemenang lelang. Persoalan muncul karena proses lelang dinilai tidak sesuai aturan. Alamat kantor CV KJA juga diduga fiktif.

Heboh kasus tersebut membuat DPRD Kabupaten Malang turun tangan. Tim Saber Pungli Polres Kabupaten Malang ikut melakukan pengusutan.

DPRD Kabupaten Malang sontak langsung bereaksi atas dugaan pelanggaran persyaratan pemenang lelang pengadaan bawang merah Pemkab Malang yang mencapai anggaran sebesar  Rp 4,7 miliar yang dimenangkan CV KJA dan diduga berkantor fiktif.

DPRD Kabupaten Malang melalui komisi yang membidangi tanaman pangan dan hortikultura berencana akan melakukan mediasi atas permasalahan ini dengan masing-masing pihak. DPRD akan mengundang keduabelah pihak, yakni Pemkab Malang dan perusahaan pemenang lelang akan diundang ke DPRD untuk memberikan penjelasan.

“Saat ini kami masih dalam proses mengumpulkan informasi detail terkait lelang bawang merah tersebut.  Apabila benar ada kejanggalan, maka akan ada tindak lanjut dari pihak kami,” kata Bendahara Fraksi PDIP Kabupaten Malang, Darmadi di Malang, Rabu (17/5)

Darmadi mengemukakan, DPRD mengetahui adanya lelang tersebut. Tetapi, DPRD hanya menyetujui angkanya. Sememntara teknis lelang diserahkan kepada pemkab.

“Apabila ada kecurangan dan pelanggaran pada proses lelang, maka penyetujuan anggaran untuk pengadaan bawang merah bisa dicabut atau dilakukan lelang ulang,” katanya.

Darmadi mengatakan, lelang itu ada aturannya, ada persyaratan, ada kewajiban dan ada larangan.

“Tunggu saja informasi dan kelanjutannya, apakah ada bukti-bukti yang muncul terkait dugaan lelang yang tidak sesuai aturan. Kalau ada akan kita tindak lanjuti. Bentuknya bisa cabut persetujuan anggaran, atau lelang ulang,” katanya.

Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Malang pun turun tangan melakukan pengumpulan keterangan dan data.

Ketua Tim Saber Pungli sekaligus Wakapolres Malang, Kompol Decky Hermansyah mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan pencarian bukti-bukti.

“Kami masih melakukan pengumpulan keterangan dan pengumpulan data tentang dugaan proses lelang yang tidak sesuai aturan,” katanya Selasa (16/5).

Dikatakan, apabila ada indikasi permainan dalam proses lelang, maka pihaknya akan menindaklanjuti ke jenjang yang lebih tinggi. “Angka pengadaan lelang Rp4,7 miliar, tidak sedikit itu,” katanya.

Decky Hermansyah menegaskan, penyelidikan akan dilakukan secara bertahap dan mendalam. “Jika sudah ada pengerjaan, berarti sudah ada uang yang keluar. Ini masalah besar,” tandas Kabag Ops Polres malang tersebut. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here