Tak Sesuai Budaya Indonesia, Dindik Surabaya Larang Siswa Rayakan Valentine

0
85

Nusantara.news, Surabaya –Jelang tanggal 14 Februari 2017 yang dianggap sebagai ‘Hari Kasih Sayang’ atau lebih kerennya Valentine Day, Dinas Pendidikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuat surat edaran kepada seluruh sekolah di Surabaya terkait larangan anak didiknya untuk merayakannya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Dr Ikhsan menegaskan bahwa siswanya dilarang merayakan hari kasih sayang, menurutnya, selain tidak sesuai dengan norma-norma dan adat istiadat budaya bangsa Indonesia juga bisa memicu tindakan asusila.

Tak hanya itu saja, dalam surat nomor 000/1035/4367.1/2017, Ikhsan menghimbau kepada seluruh sekolah yang ada di Surabaya untuk membuat surat edaran yang ditujukan kepada wali murid larangan perayaan valentine day.

“Dalam surat tersebut kami tegaskan untuk melarang semua murid merayakan hari kasih sayang atau valentine day baik di dalam maupun di luar sekolah. Sekaligus menghimbau seluruh Kepala Sekolah di Surabaya untuk membuat surat edaran terkait larangan ini kepada wali murid,” jelasnya, Jumat (10/2/2017) kepada wartawan di Surabaya.

Larangan merayakan valentine day ini dirasa sangat penting bagi pelajar SMP, SMA dan SMK, selain untuk melindungi para pelajar dari tindakan asusila, Ikhsan juga menegaskan agar pelajar di Surabaya tidak terjebak dalam norma sosial dan budaya asing yang dinilai sudah tidak mencerminkan dan tidak bisa diterapkan di Indonesia.

“Intinya dalam surat edaran itu wujud dedikasi dan perlindungan Pemerintah Kota Surabaya terhadap anak-anak di Surabaya agar tidak bertentangan dengan norma sosial dan budaya asing yang belum tentu baik diterapkan disini,” katanya.

Masih menurut Ikhsan, selain edaran ke sekolah juga ditujukan ke wali murid. Ini semua dilakukan agar orang tua juga berperan aktif dalam pengawasan kepada putra-putrinya supaya tidak terjebak pada budaya-budaya yang dinilai belum memberikan nilai-nilai yang baik bagi kelanjutan masa depannya.

“Untuk implikasinya di lapangan, Dinas Pendidikan Surabaya bekerja sama dengan Satpol PP dan dinas lain untuk ikut melakukan pengawasan aktifitas pelajar di luar Surabaya. Kita di Pemkot Surabaya satu tim, kita sangat dibantu SKPD lain, karena Walikota Tri Rismaharini sangat peduli dengan anak-anak sekolah,” lanjutnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here