Takut Pajak, Banyak Warga Banyuwangi Sembunyikan Kekayaan

0
86

Nusantara.news, Banyuwangi –  Menyembunyikan nilai kekayaan banyak terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Hal itu dilakukan masyarakat untuk menghindar dari pengawasan petugas pajak setempat.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banyuwangi Yunus Darmono di kantornya, Selasa (9/5/2017). “Kebanyakan masyarakat petani, ditanya tanah milik siapa sulit mendapat jawaban pasti. Banyak yang susah dipajakin, tapi tiba-tiba bangun rumah mewah,” kata Yunus.

Masyarakat nelayan juga, banyak yang melakukan praktik ini. Misal nelayan memiliki kapal, tapi mengaku tidak punya. Namun mampu membeli ikan ke Laut Aru 3 ratus ribu ton sekali transaksi.

“Kami kira memang perlu edukasi kepada masyarakat agar bersedia membayar pajak sesuai dengan kekayaan masing-masing. Ketentuan pungutan pajak penghasilan juga telah disesuaikan dengan kondisi masing,” tambah Yunus.

Yunus mencontohkan, misalnya sebuah keluarga dengan dua anak dan penghasilan Rp60 juta per tahun, tidak semua kemudian terkena pajak. Ketentuan tahun 2017, untuk keluarga dengan dua anak, penghasilan tidak kena pajak (PTKP) adalah Rp54 juta rupiah per tahun.

“Jadi pajak dihitung bukan dari Rp60 juta, tapi sisanya, setelah dikurangi Rp54 juta. Sisanya Rp6 juta, yang kita pungut 1 persennya saja,” pungkas Yunus.

Diharapkannya dengan pemahaman yang benar, kesadaran masyarakat akan kepedulian pada pajak meningkat. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here