Tambah Kekuatan Khofifah, Demokrat Munculkan Kader Muda

0
103
Sekretaris DPD Demokrat Jatim Renville Antonio (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur optimistis Khofifah Indar Parawansa adalah sosok yang akan diusung untuk maju di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Partai berlogo segitiga mercy pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga terus melakukan pembahasan di internal partai, untuk memunculkan sosok yang dinilai memiliki kekuatan dan kelebihan untuk menambah kekuatan dan popularitas Khofifah.

Penegasan itu dikatakan Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Renville Antonio. Renville menyebut, saat ini partainya terus melakukan pemetaan, pemantauan dan berbagai strategi mendongkrak popularitas Ony, yang saat ini masih aktif sebagai Wakil Bupati Ngawi, dua periode.

“Itu terus dilakukan pembahasan. Karena akan semakin kuat jika berpasangan dengan kader muda Demokrat yakni, Ony Anwar Harsono, dari kelompok nasionalis dan mewakili kaum muda di wilayah Mataraman,” kata Renville di sela acara “Bincang Pilgub Jatim” bertema “Peta Politik Warga NU Pasca Penetapan Pasangan Gus Ipul – Abdullah Azwar Anas sebagai Pasangan Gubernur-Wagub Jatim 2018” di RM Agis, Surabaya, Senin (16/10/2017).

Bincang Pilgub Jatim digelar ISNU Jatim (Foto: Tudji Martudji)

Sebagai prosedurnya, Demokrat Jawa Timur dikatakan sudah mengirimkan daftar nama-nama yang mendaftar melalui DPD Demokrat Jawa Timur, termasuk sejumlah nama bakal calon wakil gubernur yang diminta oleh DPP.

Nama bakal calon gubernur yang mendaftar ke Demokrat di antaranya, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Nurhayati Ali Assegaf anggota DPR RI, Nurwiyatno dari Inspektorat Provinsi Jatim, Kombes Pol Syafi’in, Ketua Kadin Jatim La Nyalla M Mattalitti dan Khofifah Indar Parawansa.

Kemudian, merespon turunnya rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang diumumkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, di Jakarta, Minggu (15/10). Demokrat mengaku kader yang akan dipasangkan dengan Khofifah adalah kader andalan yang diharapkan akan mendongkrak kekuatan Khofifah menandingi Abdullah Azwar Anas, termasuk untuk mendongkrak kekuatan penuh di Mataraman.

Strategi itu diambil, agar langkah PDIP yang memunculkan pasangan Gus Ipul – Abdullah Azwar Anas, bisa diimbangi oleh Demokrat dengan tampilnya kader muda, dari internal partai yakni, Ony.

“Ini upaya kita, memunculkan kader potensial dari Demokrat yang diminati, apalagi tergolong kader muda yang cerdas,” tambahnya.

Munculnya nama Ony, Renville mengaku juga semakin kuatnya dorongan dan masukan dari konstituen di berbagai daerah. Bahwa Ony Anwar Harsono, adalah figur muda yang pas untuk mendampingi Khofifah. Sosok Ony, selain masih menjabat sebagai Wakil Bupati Ngawi, juga aktif di pengurus DPD Demokrat Jatim.

Diakui, nama Ony semakin kuat dan santer muncul dalam radar Partai Demokrat. Sosok Ony, yang menjabat sebagai wakil bupati dua periode, dan asli putra Ngawi masih berumur 37 tahun. Dan, saat menjabat wakil bupati pertama kali, Ony berumur 30 tahun. “Partai kami (Demokrat) menilai sosok Ony itu pas untuk mendampingi Khofifah,” terangnya.

Ditambahkan, Ketua Umum DPP Partai Demokrat hingga saat ini terus rutin berkomunikasi dengan Khofifah. Kemungkinan Demokrat mengusung wanita asal Surabaya itu juga semakin menguat.

“Itu dibahas cukup intens oleh ketua umum kami (SBY), Khofifah adalah salah satu kandidat yang terus mendapat perhatian dan terus dibicarakan di DPP dan majelis tinggi. Tapi kami tidak tahu bagaimana keputusannya, tunggu saja,” ujar Renville.

Ditambahkan, partainya memahami jika bakal calon gubernurnya dari santri atau NU, maka sangat tepat kalau wakilnya dari nasionalis, apalagi dari Mataraman. Soal kombinasi itu, pihaknya menyitir kalimat yang kerap dipesankan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur, Soekarwo yang selalu menegaskan hal itu.

“Ketua DPD kami (Soekarwo) selalu mengingatkan itu, bakal calon harus sesuai kultur masyarakat di Jatim, Nahdliyyin sangat ideal dipasangkan dengan nasionalis,” ucapnya.

Tim 9, Jaring Bakal Calon Pendamping Khofifah

Tak hanya di internal Demokrat, strategi dan ihtiar untuk penguatan kubu Khofifah melangkah di Pilgub Jatim dan didampingi pasangan yang cocok juga digalang oleh para kiai. Sebelumnya, pertemuan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah didapuk sebagai penggagas pertemuan, hingga kemudian terbentuk Tim 9.

Di pertemuan tertutup itu, pembahasan dilakukan untuk menentukan sosok yang akan disandingkan dengan Khofifah, sebagai bakal calon wakil gubernur. Salah satu kiai yang turut hadir dalam pertemuan itu di antaranya KH Asep Saifuddin Chalim.

“Tim 9 yang menggodok sejumlah nama yang dinilai pantas bisa menjadi calon wakil gubernur mendampingi Khofifah,” kata KH Asep, pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto.

Setelah muncul sosok bakal calon wakil gubernur yang akan dipasangkan dengan Khofifah, selanjutnya hasil kesepakatan itu akan diteruskan kepada Khofifah serta dikoordinasikan dengan partai politik koalisi sebagai partai pendukung, untuk menjadi keputusan final.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here