Tancap Gas Anas, Garap Generasi Milenial Geluti Ekonomi Kreatif

1
62
Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kiri) dan pasangannya Azwar Annas diperkenalkan disaksikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ketika rakor pengumuman calon gubernur dan wakil gubernur di Kantor DPP PDI Perjuangan Jakarta, Minggu (15/10). PDI Perjuangan resmi mengusung Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk bertarung dalam Pilkada Jawa Timur serta Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman untuk bertarung di Pilkada Sulawesi Selatan 2018 mendatang. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc/17.

Nusantara.news, Pamekasan – Strategi Koalisi PKB-PDI Perjuangan mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 Jawa Timur, langsung menyasar generasi milenial. Sosok Anas yang dengan kreativitasnya mampu menyulap Banyuwangi dari daerah kantong kemiskinan menjadi kabupaten yang memiliki perkembangan ekonomi pesat, jadi ujung tombak untuk menarik calon pemilih.

Seperti ketika menjadi pemateri dalam acara Latihan Kader I (LK-1) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan yang diikuti perwakilan berbagai Perguruan Tinggi se-Madura, Minggu (28/10/2017). Di beberapa daerah di Jawa Timur, termasuk di Madura banyak potensi yang menurut dia bisa dikembangkan.

Stigma Madura sebagai salah satu kawasan tertinggal memang masih kental kendati akses darat dengan Jawa sudah terbuka dengan dioperasikannya Jembatan Suramadu. Pemimpin muda menjadi salah satu solusi yang ditawarkan Anas yang sempat menyandang predikat sebagai kepala daerah termuda se-Indonesia ketika memenangi Pilkada Banyuwangi.

“Madura membutuhkan aktivis muda kreatif untuk menyumbangkan gagasan dan mengawal kemajuan pembangunan di Pulau Madura. Jika bisa terpenuhi, saya yakin kemajuan pembangunan di Madura akan lebih cepat nantinya,” katanya

HMI memang menjadi kendaraan awal Anas dalam karir politiknya. Karenanya, dia berharap kader HMI di Madura punya kemampuan visioner dalam membangun daerahnya. Pola pendidikan efektif seperti yang dilakukan HMI, menurut dia, merupakan salah satu upaya sistemik pembentukan kader berkualitas yang harus terus dilakukan.

Anas mengakui jika Madura memiliki banyak potensi ekonomi kreatif yang memiliki peluang bagus untuk dikembangkan. Dengan konsep tepat, potensi itu sebenarnya bisa dikembangkan mengacu pada kunci sukses ketika memimpin Banyuwangi yang dijadikan Presiden Joko Widodo masuk dalam daftar 10 destinasi wisata andalan Indonesia sehingga proyek infrastruktur seperti Tol Trans Jawa yang berujung di Banyuwangi menjadi prioritas dalam periodenya.

Salah satu potensi ekonomi kreatif yang sempat disinggung Anas dalam kunjungannya ke Pamekasan adalah kerajinan batik tulis di Desa Klampar, Kecamatan Proppo. Di desa itu, jumlah pengrajin batik mencapai 3.000 kepala keluarga. “Ini kan luar biasa, potensi ekonomi yang sangat bagus apabila bisa dikelola secara profesional dengan pola pemasaran yang profesional pula,” ujarnya.

Di tengah lesunya laju pertumbuhan ekonomi nasional, industri kreatif memang diharapkan bisa menjadi alternatif agar Indonesia mengerem keterpurukannya. Terkait hal ini, Anas sepertinya memang dijadikan ujung tombak untuk mendekati pemilih dari generasi muda. Termasuk membagikan kiat sukses untuk terus mengembangkan potensi diri.

Jawa Timur memang butuh pemimpin yang tidak sekedar membangun pencitraan. Dengan potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia melimpah, kesuksesan pembangunan harus bisa dirasakan warganya. Dalam kapasitas ini yang membuat Anas dipasangkan untuk menutup kekurangan Gus Ipul. Lalu, bagaimana dengan pasangan cagub-cawagub lainnya? Semoga saja, prinsip untuk sejahterakan warga Jawa Timur menjadi tema bersama sehingga tidak lagi terdengar ada warga yang kurang beruntung menghiasi pemberitaan media di masa mendatang.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here