Tanggapan PKB Hadapi Poros Koalisi Besar

0
64
DPC PKB Kota Malang (Sumber: Suara Malang)

Nusantara.news, Kota Malang – Terdengar kabar akan ada poros koalisi besar yang akan menghadapi Sang Petahana, M Anton dan koalisinya yakni PKB, PKS dan Nasdem. Pihak Pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang menanggapi santai kemungkinan adanya poros besar dari enam partai politik di Kota Malang.

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Kota Malang Arief Wahyudi menanggapi fenomena tersebut dengan santai. ”Santai saja, kan itu juga belum pasti dan semua masih proses. Semua bisa saja terjadi atau berubah nanti, tahu sendiri kan politik sangat dinamis. Setiap waktu menit, detik, jam dapat berubah,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/12/2017).

Ia menjelaskan bahwa, kini PKB juga terus menjalin komunikasi dengan Parpol lain selain yang sudah menyatakan diri memberikan dukungan kepada bakal calon dari PKB.

“Masih belum pasti semua, perlahan kami masih terus mengembangkan jaringan massa dan berkomunikasi. Dengan PDIP kami juga intens komunikasi, apalagi ada Pilgub. Berharap bisa linier dengan Pilgub,” pungkas Arief.

Melihat adanya dinamika poros koalisi besar bersatu melawan petahana pihaknya berharap banyak untuk bisa bekerja sama dengan PDIP dimana merupakan salah satu partai terkuat di Kota Malang, dengan memilik 11 kusri legislatif daerah di Kota Malang. “Doakan saja yang terbaik,” jelasnya.

Dinamika politik di Kota Malang menjelang Pilkada terus berkembang. Pihak DPC PKB Kota Malang menggelar konsolidasi internal di Posko Pemenangan Pemilu dan Pilkada PKB Kota Malang di Dinoyo, Minggu (17/12/2017) kemarin malam.

Konsolidasi internal itu diikuti oleh komponen PKB mulai dari tingkat ranting (DPRT/Dewan Pimpinan Ranting) sampai penguruc cabang (DPC/ Dewan Pimpinan Cabang) juga badan otonom. Arief menuturkan ada sekitar 300an orang yang bakal terlibat dalam konsolidasi itu.

“Iya mulai kita massifkan dan eratkan kembali barisan akar rumput, karena itu nanti yang akan berpengaruh besar dalam kontestasi Pilkada mendatang, dari ranting sampai ke cabang,” jelas Arief.

Pihaknya juga mulai menggodok isu-isu pembangunan yang akan diangkat sebagai bergai dan penawaran kepada masyarakat untuk Kota Malang yang lebih baik. “Konsolidasi menjelang Pilkada, langkah-langkah yang harus dipersiapkan, tentunya ada banyak hal yang akan dibicarakan. Isu-isu yang ada saat ini, dapat dikendalikan dan himpun sebagai kekuatan,” imbuh Arief.

PKB sampai saat ini belum menentukan koalisi resmi. DPP PKB juga belum menurunkan rekomendasi nama yang akan diusung dan didaftarkan ke KPU. “Iya karena kami masih terus untuk mencari peluang penggalangan dukungan massa, tidak menutup kemungkinan dengan parpol lain juga,” beber dia

Di internal PKB Kota Malang dan internal koalisi yang sudah terbentuk hingga kini, sudah sepakat mengusung nama M Anton sebagai bakal calon wali kota.

Jika ketiga Parpol ini resmi berkoalisi maka terkumpul 10 suara. Koalisi ketiga Parpol ini sudah bisa mendaftarkan pasangan calon ke KPU Kota Malang. Anton sendiri telah memilih nama Syamsul Mahmud sebagai bakal calon pendampingnya, dan sudah mendapat rekom dari DPP Nasdem. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here