Tanggapi Surat Kiai, PKB Jatim Tabbayyun ke Kiai Tanpa Halim Iskandar

0
216

Nusantara.news, Surabaya – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur Abdul Halim Iskandar akhirnya mengumpulkan seluruh pengurus di jajaran partainya. Pertemuan tertutup yang digelar di Hotel Singgasana, Surabaya membahas beredarnya surat yang ditandatangani 21 kiai sepuh.

Setelah satu jam melakukan pertemuan, kepada wartawan Gus Halim, panggilan Abdul Halim Iskandar mengatakan, pertemuan yang dilakukan membahas surat dari kiai. Dia menyebut, pihaknya sangat merespon adanya surat dari para kiai, dan akan sowan atau tabbayyun kepada para kiai. Halim mengatakan surat telah diterimanya semalam.

“Betul, surat telah saya terima semalam. Kalau sebelumnya saya menjawab tidak tahu, karena memang saya belum menerima,” kata Halim Iskandar kepada wartawan di Hotel Singgasana, Surabaya, Senin (22/5).

Dikatakan, surat tersebut bukan bersifat rahasia. Dan, terkait surat itu dirinya mengatakan akan melakukan tindak lanjut, dengan mengkomunikasikan dengan pengurus partai. Ditambahkan, soal pertemuan siang itu dia mengatakan baru prolog.

“Kita tidak mungkin berkomunikasi melalui surat-menyurat, tetapi sebagai santri saya akan sowan atau tabbayyun untuk mendapat penjelasan dari para kiai yang saya hormati. Itu saya lakukan, hari ini sampai seterusnya. Agar kita bisa memahami apa yang dimaksudkan melalui surat itu. Karena, kalau itu ditafsirkan sendiri, bisa diartikan macam-macam, bisa ke kiri, bisa ke kanan atau tengah. (Surat) itu, untuk siapa, kapan, dan bagaimana polanya? Karena ini bersentuhan dengan kiai, hanya ada satu cara kita akan silahturrahim, tabbayyun,” urai Halim.

Namun, Halim menegaskan dirinya tidak akan ikut dalam sowan kepada kiai-kiai sepuh tersebut. “Saya tidak ikut, karena saya sudah terlalu sering bertemu kiai. Nanti pertanyaannya sama, terkait saya yang maju Pilgub Jatim,” katanya.

Ditanya kemungkinan ada intervensi, Halim menegaskan itu tidak mungkin. Karena, sebagai panutan, kiai selalu santun dalam menyampaikan petuah. “Bukan, ini bukan intervensi,” tegasnya.

Sebelumnya, kemarin sempat beredar surat dari para kiai, soal arahan agar PKB kompak, keinginan itu ditandatangi oleh 21 kiai pengasuh pondok pesantren, untuk meraih kemenangan di Pilgub Jatim. Artinya, agar kekuatan PKB tidak tercerai berai seperti di pilgub lima tahun sebelumnya, yang dimenangkan pasangan Karsa (Soekarwo-Saifullah Yusuf).

Berikut isi surat dari para kiai tersebut,

Kepada yth

Sdr Abdul Halim Iskandar

Ketua DPW PKB Jatim

Di Tempat

Assalamu alaikum wr wb

Dengan berharap ridla dari Allah SWT, setelah melalui musyawarah kami para kiai dan pengasuh Ponpes yang bertanda tangan di bawah ini, ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Belajar dari pengalaman Pemilukada serentak beberapa tahun terakhir ini, diperlukan kebersamaan dan kekompakan demi kemaslahatan ummat. Para pendiri NU bisa begitu kuat dalam menghadapi cobaan dan tantangan di masa lalu karena kekompakan dan kebersamaan itu. Selain karena ikhtiar, ilmu, dan doa sebagai senjata utama.
  2. Mengikuti tradisi para pendiri NU, kiai dan pengasuh ponpes selalu menjadi rujukan utama dalam proses pengambilan keputusan organisasi maupun politik. Setidaknya dilibatkan dalam7 musyawarah dalam pengambilan keputusan tersebut sehingga betul-betul membawa aspirasi NU maupun masyarakat luas.
  1. Keterlibatan para kiai tersebut sangat penting untuk menjaga keutuhan NU, khususnya terkait dengan pemilukada Jatim mendatang. Para kiai dan pengasuh pondok pesantren tidak ingin pengalaman pemilukada yang lalu terulang karena tidak adanya kekompakan dan kebersamaan dalam perjuangan politik, saling ingin menang sendiri, sehingga mengakibatkan perpecahan di lingkungan NU yang butuh waktu panjang untuk menyatukannya kembali.
  1. Sebagai tempat kelahiran NU dan basis utama Nahdliyin, saatnya Jawa Timur memberikan contoh kepada daerah lain tentang kebersamaan, kekompakan, dan keutuhan dalam setiap perjuangan. Semua itu demi kesejahteraan warga Nahdliyin dan warga masyarakat pada umumnya.
  1. Sebagai partai yang didirikan para kiai dan NU, kami berharap PKB bersedia menjelaskan rencana pencalonan gubernur Jatim yang akan berlaga dalam pilgub 2018. Sungguh kami akan sangat bersyukur bila PKB bersedia menjadikan para kiai dan pengasuh pondok pesantren sebagai rujukan utama dalam menentukan figur calon gubernur yang akan diusung bersama.

Sebelumnya, surat dari kiai pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur tersebut, bocor dan beredar ke media.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here