Tantangan SMSI Jatim: Kesejahteraan, Profesionalitas dan Kemerdekaan Pers

0
37

Nusantara.news, Surabaya – Media online di Jawa Timur resmi punya wadah dengan terbentuknya Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Elemen ini merupakan tindaklanjut dari terbentuknya kepengurusan SMSI pusat pada 17 Maret 2017 yang diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

“Kami mendapatkan mandat dari PWI untuk mengakomodasi dan memfasilitasi pengelola dan pemilik media siber di Jatim agar mereka punya payung organisasi. Dan, Alhamdulilah hari ini terbentuk SMSI Jatim dan segera kami laporkan ke pusat,” kata Ketua PWI Jatim, Akhmad Munir di Surabaya, Jumat (21/4/2017).

Organisasi baru ini, terang Kepala LKBN Antara Biro Jawa Timur tersebut, menjadi wadah resmi pengelola maupun pemilik media siber dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Termasuk sebagai badan usaha untuk kesejahteraan karyawannya. “Media siber harus dikelola seperti mengelola bisnis pada umumnya, sehingga bisa menghasilnya keuntungan yang akan menjadikan karyawannya sejahtera. Namun, juga harus menjalankan tugas jurnalistik sesuai dengan kode etik,” katanya ketika paparkan SMSI di depan 101 pengelola dan pemilik media siber di Jawa Timur.

SMSI, tambah Munir, diharapkan jadi wadah untuk berproses perubahan lebih baik anggotanya, termasuk dalam tugas-tugas jurnalistiknya.

SMSI Jawa Timur sesuai kesepakatan para pengelola dan pemilik media siber yang ikut paparan di PWI Jawa Timur, menunjuk Eko Pamuji (duta.co) sebagai ketua, Syaiful Anam (jatimpos.com) sebagai sekretaris dan Andy Setyawan (surabayaonline.co) sebagai bendahara.

Sebelumnya, secara nasional SMSI sudah terbentuk di 28 provinsi, termasuk Jatim. Awalnya didirikan di Jakarta pada 21 Maret 2017 dalam sebuah pertemuan yang dihadiri pemilik dan pengelola media massa berbasis internet dari sejumlah daerah di Indonesia.

Sejumlah tokoh nonpers memperkuat SMSI, seperti budayawan Jaya Suprana, politisi Yusril Ihza Mahendra dan Ryaas Rasyid, serta mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli.

Selain itu, juga ada tokoh pers seperti Dahlan Iskan, pemilik jaringan media Chaerul Tanjung sebagai penasihat, dan Prita Kemal Gani, pendiri Perguruan Tinggi Komunikasi, London School of Public Relations (LSPR).

Ketua Umum SMSI, Teguh Santosa yang juga Pemimpin Umum Kantor Berita Politik RMOL mengatakan organisasi itu didirikan dengan dasar adanya perkembangan teknologi informasi yang telah meningkat dan pengembangan industri konten digital yang luar biasa di Indonesia.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here