Tarif Dagang AS Picu Kemarahan Negara Sekutu

0
109
Ilustrasi/ Reuters

Nusantara.news, Washington – Arus perdagangan dunia semakin tersendat ketika AS akan memberlakukan tarif impor baja dan alumunium dari negara-negara sekutu utama – seperti Uni Eropa, Inggris dan Kanada. Tarif baja dari negara-negara sekutu utama itu akan dikenai kutipan 25% dan alumunium dikenai kutipan 10% dan berlaku mulai Sabtu (2/6) tengah malam ini.

Pemberlakuan tarif itu segera menuai aksi pembalasan dari Meksiko, Kanada, Inggris dan Uni Eropa yang menyebutkan tarif itu sebagai “proteksionis, murni dan sederhana”. Inggris sangat kecewa dengan keputusan sepihak itu – setelah berminggu-minggu kedua negara berunding.

Saling Balas

Komisaris Perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom menggambarkan itu adalah “hari yang buruk bagi perdagangan internasional”. Sedangkan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Junker menilai langkah AS itu sama sekali tidak dapat diterima.

Uni Eropa memang tidak memiliki banyak pilihan selain membawa kasus itu ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO/ World Trade Organization) dan mengenakan tarif impor balasan atas barang-barang made in AS.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pemberlakuan tarif itu sebagai penghinaan atas hubungan baik jangka panjang antara Kanada dan AS – terutama untuk “ribuan tentara Kanada yang bertempur dan tewas bersama rekan-rekan mereka asal AS di Afghanistan.

Sebagai pembalasan, Kanada akan memungut tarif senilai sekitar US$ 13 miliar mulai 1 Juli. Kasus ini juga akan dibawanya ke WTO. “Kita harus percaya pada suatu titik nanti akal sehat akan menang dan tanda-tanda itu sudah terlihat di AS itu sendiri,” ujarnya.

Kanada akan membalas dengan mengenakan tarif 25% untuk jenis baja tertentu asal AS, serta pajak 10% untuk barang-barang lainnya – termasuk yoghurt, wiski dan kopi olahan. Sedangkan Kementerian Ekonomi Meksiko merencanakan memungut tarif produk-produk AS yang masuk ke negaranya seperti baja, kaki dan bahu babi, apel, anggur, blueberry dan keju.

Eropa sebelumnya telah mendata produk-produk AS yang akan dikenai tarif seperti bourbon AS, cranberries dan celana jean’s sebagai target pembalasan.

Keamanan Nasional

Pengenaan tarif sejumlah barang – khususnya baja dan alumunium – kepada negara-negara sekutu, ucap Presiden AS Donald J Trump sejak bulan Maret lalu atas dasar keamanan nasional. Trump mengungkap kelebihan pasokan baja dan alumunium dunia yang didorong oleh China telah mengancam produsen baja dan alumunium  di negaranya – dan itu vital bagi AS.

Neraca Perdagangan Baja AS

Sejak pengumuman itu, Korea Selatan, Argentina, Australia dan Brasil sepakat membatasi volume logam yang mereka pasok ke AS sebagai pengganti tarif. Kala itu AS memberikan pengecualian sementara ke sejumlah negara sekutu – seperti negara-negara Eropa Barat, Kanada dan Meksiko. Batas waktu itu akan berakhir 1 Juni setelah diperpanjang 1 bulan.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengumumkan sanksi dari Paris, di mana dia telah bernegosiasi dengan para pemimpin Uni Eropa yang mencoba untuk menghindari tarif. Ross menyebutkan pembicaraan belum menghasilkan cukup kemajuan untuk menjamin penangguhan hukuman baik kepada Uni Eropa, Kanada maupun Meksiko yang sedang berunding dengan AS tentang perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara.

Ross juga mengingatkan, Presiden Trump memiliki wewenang menaikkan tarif atau mengubah (kebijakan) setiap saat. “Kami terus sangat bersedia dan memang ingin berdiskusi dengan semua pihak,” terang Ross.

Mengutip analisis koresponden bisnis BBC Theo Leggett – pemerintahan Trump bertekad untuk memegang konsesi dari mitra dagangnya di seluruh dunia – dan itu dipersiapkan dengan gaya pendekatan yang agresif. Presiden Trump sendiri percaya, impor barang murah akan merugikan industri dan pekerja AS.

Maka, selama kampanye pemilihan presiden pada tahun 2016 silam, Trump menjanjikan kesepakatan yang lebih adil – dan sepertinya Trump senang mengambil risiko perang dagang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Fakta menyebutkan, dalam berbagai kesempatan Trump menyebutkan perang dagang adalah “baik, dan mudah untuk menang”.

Tentu saja tantangan Trump akan dibalas oleh negara-negara yang dikenai pajak impor tinggi. Uni Eropa dan Meksiko tampaknya siap untuk membalas – dan Kanada telah mengisyaratkan akan mengambil pembalasan serupa. Gejala itu tidak terlihat bagus. Namun jika dicermati transaksi Washington dan China – target utama dari perang dagang ini tampak tidak jelas.

Pada beberapa kesempatan, retorika antara kedua belah pihak telah ditingkatkan, ancaman telah dibuat, namun selanjutnya posisi kembali melunak. Sejauh ini, perang dagang habis-habisan antara AS Vs China dapat dihindari. Dan China telah membuat beberapa konsesi.

Gaya Agresif

Jadi Theo Legget melihat ini hanya sebuah gaya yang terlihat agresif, keras dan kental dengan publisitas. Namun kenyataannya – sebagaimana yang dilakukan antara AS dan China – dapat dirundingkan untuk mencapai kesepakatan saling menguntungkan.

Meskipun hanya gaya gertak sambal, tapi gaya komunikasi Presiden Trump berpotensi memicu instabilitas pasar. Kanada, Meksiko dan Uni Eropa secara keseluruhan mengekspor baja dan alumunium senilai US$ 23 miliar ke AS tahun lalu – hampir setengah dari total impor baja dan US$ 48 miliar pada tahun 2017 lalu.

Sejak Trump mengumumkan tarif ke sejumlah negara – dan negara sekutu masih diberi kekecualiaan hingga 1 Juni ini – para pengusaha AS banyak yang mengeluh tentang tingginya harga baja. Terlebih produsen baja dari dalam negeri tidak memiliki kemampuan untuk memasok kebutuhan baja di negaranya.

Para ekonom di AS sendiri sudah mengingatkan, biaya logam yang lebih tinggi akan mengganggu rantai pasokan dan akhirnya harga tinggi itu akan dibebankan kepada konsumen rumah tangga di AS. Tarif juga akan membuat hilangnya beberapa jenis pekerjaan bagi warga AS. Goldman Sachs pada bulan Maret juga mempridiksi kenaikan tarif akan mendorong inflasi kurang dari setengah poin persentase.

Produk baja

Namun kekhawatiran itu ditepis oleh Menteri Perdagangan Ross yang merasa yakin efek domino dari kenaikan harga dapat diimbangi dengan peningkatan lapangan kerja, sehingga efek buruk dari kenaikan tarif dapat diminimalisir.

Saham produsen baja AS naik dalam perdagangan pada Kamis (31/5) kemarin. Sebaliknya saham perusahaan-perusahaan yang bergantung kepada logam – seperti Caterpillar dan perusahaan raksasa penerbangan Boing, turun.

Sedangkan di negara-negara lainnya, seperti Inggris dan Eropa daratan, khawatir tarif akan menyebabkan turunnya permintaan AS dan akan mendorong lonjakan impor baja dialihkan oleh AS. Hambatan perdagangan itu, jelas Gareth Stace – direktur asosiasi perdagangan baja Inggris – mengancam langsung 31 ribu pekerja pabrik baja yang biasa mengirimkan 7% produknya ke AS.

AS Sendiri Cemas

Gonjang-ganjing pemberlakuan tarif itu mendapat penentangan yang keras dari pelaku usaha dan parlemen AS itu sendiri – termasuk dari partai Republik yang biasanya bersekutu dengan presiden. Sebut anggota parlemen Republikan – Kevin Brady – yang akhir tahun lalu ikut mendorong pemotongan pajak, melalui Kongres kini dia bersuara lantang, mendesak pemerintah mengembalikan pengecualian pemberlakuan tarif ke sejumlah negara sekutu.

Bahkan Brady mengancam: “Pemerintah harus datang ke Capitol Hill untuk menjelaskan atas terjadinya kerusakan yang diakibatkan oleh pemberlakuan tarif yang sembarangan dan menyebabkan hancurnya bsnis lokal kami.”

Asosiasi alumunium AS yang mewakili produser besar juga mengkritik keputusan AS – sekaligus mengingatkan tarif akan mengasingkan sekutu dan gagal mengatasi kelebihan pasokan.

Di sisi lain Menteri Perdagangan Perancis Jean-Baptiste Lamoyne sangat mengharapkan adanya balasan dari Uni Eropa pada pertengahan Juni ini. Sedangkan Kanada mengancam akan mengenakan tarif terhadap produk AS senilai US$ 13 miliar pada 1 Juli nanti.

Ada pun China telah menerapkan bea atas barang-barang AS senilai US$ 3 miliar – termasuk anggur dan kacang-kacangan – sebagai pembalasan atas tarif baja dan alumunium.

Eropa Barat, Kanada dan Meksiko mengatakan, sebagai sekutu dekat AS mestinya mendapat pengecualian dalam pemberlakuan tarif perdagangan. Trudeau berkata: “Ini sangat konyol untuk melihat perdagangan dengan Kanada sebagai ancaman keamanan nasional ke AS.”

Inggris mengatakan dengan sikap yang lebih kalem: “Kami akan terus bekerja sama dengan Uni Eropa dan pemerintah AS untuk mencapai pembebasan permanen, dan sekaligus memastikan pekerja-pekerja Inggris dilindungi dan dijaga.” [] Sumber BBC News

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here