Tebusan Amnesti Pajak Periode III Hanya Rp710 miliar

0
90

Nusantara.news, Jakarta – Tidak seperti pada dua periode sebelumnya, masing-masing Rp97,2 triliun pada periode I dan Rp6 triliun pada periode II, tebusan pengampunan pajak periode III  terhitung sangat kecil. Hanya Rp710 miliar.

Catatan kedua, bidikan kakap untuk program pengampunan pajak juga gagal. Buktinya, diantara Rp710 miliar, penyumbang terbesarnya Rp460 miliar berasal dari pribadi-pribadi skala UMKM,bos-bos Tajir hanya menyumbang Rp160 miliar. Selebihnya Badan Usaha Non UMKM Rp60 miliar dan Badan Usaha UMKM Rp30 miliar.

Maka untuk Periode IV ini Dirjen Pajak Kemenkeu Ken Dwijugiasteadi tidak hanya fokus ke UMKM. “Apakah kita yang dikejar hanya UMKM? Tidak. banyak juga pengusaha yang belum ikut amnesti pajak ya, masih banyak. Itu yang akan kami fokuskan juga,” janji Ken dalam temu wartawan di kantornya, Senin (13/2) sore.

Oleh karenanya Ken menghimbau masyarakat memanfaatkan program amnesti pajak yang tinggal 45 hari lagi masa berlakunya. Sebab dalam sisa waktu yang ada Dirjen Pajak masih menawarkan berbagai fasilitas dan kemudahan. Maka Ken terpaksa memaksa mereka ikut program pengampunan.

Sebab apabila masa berlaku amnesti pajak telah berakhir, Ditjen Pajak akan mengimplementasikan ketentuan Pasal 18 UU Pengampunan Pajak, bahwa wajib pajak (WP) yang tidak ikut amnesti pajak atau ikut tapi tidak melaporkan kondisi yang sebenarnya, akan menghadapi dua konsekuensi.

Konsekuensi pertama, sambung Ken, WP yang sudah ikut amnesti pajak dan kemudian Ditjen Pajak menemukan data harta yang belum dilaporkan pada Surat Pernyataan Harta (SPH), maka harta tersebut dianggap sebagai penghasilan dan dikenai pajak penghasilan dengan tarif normal serta sanksi kenaikan 200 persen dari pajak yang kurang dibayar.

Sementara bagi WP yang tidak ikut amnesti pajak dan kemudian Ditjen Pajak menemukan adanya harta yang tidak dilaporkan dalam SPT, maka harta tersebut dianggap sebagai penghasilan dan dikenai pajak beserta sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Tapi apakah para WP akan mentaati Ken? Kita lihat nanti. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here