Tekad PKB Menangkan Jagonya di Pilgub Jatim 2018

0
43

Nusantara.news, Surabaya Launching Buku Jihad Politik PKB dan Pameran Foto Fraksi PKB Jawa Timur dengan tema “Kiprah Fraksi PKB DPRD Jatim Membela Rakyat” menjadi ajang penegasan pengukuhan dan dukungan kepada kandidat bakal calon yang diusung PKB di Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang, yakni Saifullah Yusuf.

Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar yang juga Ketua DPW PKB Jawa Timur, yang dikenal dengan slogannya Holopis Kuntul Baris sebelumnya santer digadang maju di Pilgub Jawa Timur, menegaskan bahwa fraksi partainya yang dipimpin Thoriqul Haq telah menjalankan visi dan misi partai politik menuju Jawa Timur lebih baik.

Untuk menarik simpatik masyarakat, Halim memastikan PKB mengusung Gus Ipul untuk sukses memenangkan kursi ‘Jatim Satu’ melalui pilkada serentak Juli 2018, mendatang. Tentu, janjinya akan menyelesaikan semua persoalan di Jawa Timur dan menyejahterakan rakyat. Untuk menggalang kekuatan, PKB akan berkoalisi dengan sejumlah partai yang sejalan, memperjuangkan kepentingan masyarakat Jawa Timur.

“Fraksi PKB sejak saat ini mempersiapkan visi misi untuk bakal calon Gubernur Jatim 2019-2024. Ruhnya adalah perjuangan untuk masyarakat,” ujar Halim Iskandar di sela Launching Buku Jihad Politik PKB dan Pameran Foto F-PKB di Gedung DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (31/7/2017).

Untuk meraih sukses dan mengantar jagonya Gus Ipul, di perhelatan Pilgub Jawa Timur, Halim menguraikan kalau FPKB harus memetakan keberhasilan Gubernur Jawa Timur dua periode, Soekarwo.

Dia menyebut selama hampir 10 tahun pasangan KarSa, Soekarwo-Saifullah Yusuf telah mengukir prestasi untuk Jawa Timur. Selanjutnya, pihaknya bertekad untuk mempertahankan apa yang sudah dinikmati di kepemimpinan Pakde Karwo untuk masyarakat Jawa Timur.

“Sukses itulah yang harus diteruskan. Yang sudah baik harus dipertahankan dan melakukan pembenahan untuk yang masih kurang,” tegasnya berusaha meyakinkan masyarakat pemilih di Jawa Timur.

Halim kemudian juga menyinggung soal disparitas wilayah serta pendapatan per kapita masyarakat. Menurutnya, untuk membahas disparitas wilayah, kemiskinan juga pendapatan per kapita tidak akan pernah selesai. Soal pemerataan pendidikan 12 tahun dan lainnya, diakui menjadi pekerjaan rumah bagi FPKB, dan itu harus terus dilakukan perbaikan.

Secara implisit, ujungnya dia menyodorkan kepada masyarakat kalau Gus Ipul bisa melakukan itu, yang disebut sebagai penerus estafet kepemimpinan Pakde Karwo. Namun, dipastikan masyarakat khususnya calon pemilih di Pilgub Jawa Timur nanti tidak semua seperti yang bisa diharapkan.

“Ke depan, FPKB menyiapkan konsep pembangunan Jatim lebih baik,” tambahnya, tanpa menguraikan konsep seperti apa yang akan diterapkan untuk calon yang dijagokan, Gus Ipul di Pilkada mendatang.

Namun, masyarakat di Jawa Timur dipastikan tidak semua sama seperti yang diuraikan Halim. Sejumlah ketimpangan dan kekurangan di kepemimpinan Pakde Karwo-Gus Ipul juga masih banyak cela dan menjadi catatan bagi masyarakat.

Selebihnya, calon yang akan maju di Pilgub Jawa Timur nanti bukan hanya Gus Ipul. Meski belum resmi mendaftar, nama Khofifah Indar Parawansa masih memiliki pengaruh dan dirindukan masyarakat. Nama lainnya, ada Nurwiyatno birokrat di Pemerintahan Provinsi Jawa Timur yang dipastikan memiliki modal birokrasi. Ada juga nama Nur Hayati, anggota DPR RI dari Partai Demokrat yang juga Arek Malang itu mengaku siap memajukan Jawa Timur menjadi lebih baik dibanding saat dipimpin Pakde Karwo. Lainnya, juga ada nama La Nyalla Mahmud Mattaliti dan Kombes Pol Syafiin yang dari Ponpes Ploso, Jombang serta nama-nama lain.

Halim, juga dengan nada optimistis maksudnya untuk mengunggulkan nama Gus Ipul, menegaskan Gubernur Jawa Timur ke depan harus mempertahankan yang sudah bagus yang telah dilakukan pendahulunya. Artinya, bisa melanjutkan dan mengulang sukses Pakde Karwo bisa dilanjutkan Gus Ipul.

Masih dengan nada optimistis, sambil memuji keberhasilan Soekarwo-Saifullah Yusuf pihaknya juga mengatakan akan mencari terobosan-terobosan baru untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi, menuju Jawa Timur lebih baik.

“Selama ini sudah bagus, di sisi lain ada hal yang belum tersentuh, kita persiapkan pemetaan untuk Gus Ipul,” kata dia.

Dipastikan, semua pihak akan mengatakan jagonya yang akan maju di perhelatan pilkada adalah yang terbaik. Handal penguasaan persoalan dan bisa melakukan perbaikan. Tetapi itulah ‘jualan’ timses atau pihak-pihak pendukung. Tetapi semua itu akan tampak aslinya saat mereka memimpin. Apakah kemenangan yang di dapat benar-benar untuk perbaikan nasib rakyat atau sebaliknya, untuk diri sendiri dan kelompoknya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here