Telegram Ditendang, Ukhuwah Pun Datang

0
184
Para penggemar aplikasi Telegram tak perlu gundah, karena kini telah hadir aplikasi Ukhuwah yang lebih meng-Indonesia

Nusantara.news, Jakarta – Jumat keramat, 14 Juli 2017, merupakan hari yang naas, khususnya buat para pengguna aplikasi Telegram. Sejak saat itu Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) memblokir pemakaian aplikasi sosmed paling cerdas itu.

Keputusan Kemenkominfo memang telah lama merencanakan pemblokiran pesan singkat multi-platform itu, tahapannya tidak pernah diumumkan. Namun pada 14 Juli pemblokiran yang terkesan mendadak itu pun dieksekusi.

Walau seharusnya baru resmi Senin (17/7/2017), pada Jumat (14/7/2017) ada beberapa provider yang sepertinya sudah memblokir situs Telegram. Seperti Telkom telah melakukan pemblokiran untuk situs XL pun tampaknya ikut memblokir situs Telegram. Saat penulis mencoba mengakses lewat ponsel, akses ke situs dialihkan ke halaman pemblokiran.

Menurut Menkominfo Rudiantara, yang membuat Telegram populer adalah kemampuan layanan ini untuk mengirim pesan terenkripsi. Enkripsi pesan ini pun sulit ditembus. Walau fitur ini dibuat untuk mengantisipasi penyadapan yang dilakukan pemerintah, sejumlah pihak khawatir kalau layanan Telegram justru bisa digunakan sebagai media komunikasi favorit teroris.

Telegram dikembangkan oleh Telegram Messenger LLP dan didukung oleh wirausahawan Rusia Pavel Durov. Kode pihak kliennya berupa perangkat lunak sistem terbuka namun mengandung blob binari.

Sebenarnya bukan Indonesia saja yang memblokir penggunaan aplikasi Telegram. Kabarnya Rusia telah memblokir Telegram sejak 4 Mei 2017, bersama dengan aplikasi medsos lainnya. Demikian pula China, bulan Juni 2017 telah menutup 60 situs informasi hiburan, termasuk Telegram dengan alasan tidak kooperatif.

Termasuk Mesir telah memblokir Telegram dan medsos lainnya sejak 2011. Alasannya semua medsos harus mudah diakses oleh pihak otoritas. Negara Afrika lain yang juga ikut memblokir Telegram adalah Kongo, Chad dan Uganda, tujuannya untuk mencegah beredarnya informasi palsu.

Tentu saja Korea Utara, sejak 2016, tak hanya membekukan Telegram, juga telah memblokir Facebook, Twitter, Youtube dan medsos lainnya. Kementerian Telekomunikasi Korea Utara menyatakan bahwa pemblokiran dilakukan untuk membatasi akses medsos dari luar negara itu.

Para penggemar Telegram di tanah air tidak perlu cemas, karena ada aplikasi pesan baru yang dikembangkan oleh PP Muhammadiyah dan diberi nama Ukhuwah. Ukhuwan merupakan kata generik yang diambil dari al Quran dengan arti ‘persaudaraan’.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, KH Abdul Mu’ti, turut mengenalkan sendiri aplikasi Ukhuwah yang diniatkan jadi media silaturahmi dan dakwah tersebut. Aplikasi tersedia di Playstore, dan sudah bisa diunggah warga Muhammadiyah.

Mu’ti mengucapkan selamat atas peluncuran batik Muhammadiyah Bantul, yang memiliki ciri khas kembang Kates. Ia menilai, peluncuran produk tersebut jadi penanda warga Muhammadiyah kenyataannya tidak anti-budaya.

“Ini tanda kuatnya kita berjamiyah, berjamaah dan bersyarakat, jadi kalau ada yang bilang Muhammadiyah anti-budaya itu keluar dan tidak sesuai kenyataan,” kata Mu’ti di depan Masjid Agung Manunggal Bantul, Ahad (23/7/2017).

Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan tujuh sikap yang ditekankan Rasul agar dapat dihindari demi menjaga rasa kasih sayang dan persaudaraan, meliputi berprasangka buruk, mencari salah, menggunjingkan, memata-matai, hasut iri dengki, membenci dan bermuka dua.

“Itu dihindari biar kita rukun karena rukun membuat hidup jadi bahagia,” ujar Mu’ti.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul, Suwandi DS menjelaskan, aplikasi Ukhuwah sengaja dihadirkan untuk menjawab tuntutan zaman. Pada saat yang sama terjadi kekosongan aplikasi Telegram, yang hampir sama dan sebangun dengan aplikasi Ukhuwah.

Aplikasi ukhuwah ini, lanjut Suwandi sudah di-design untuk komunikasi internal warga Muhammadiyah. “Isi konten-kontennya sendiri berkaitan dengan dakwah Muhammadiyah, konten yang ada di dalamnya pun telah terkendali dengan baik,” jelas Suwandi.

Cara Penggunaan

Cara aktivasi Ukhuwah sangat mudah. Karena aplikasi Ukhuwah dapat di-install melalui Google Play atau Play Store. Bagaimana caranya?

Pertama, ketik kata ‘Ukhuwah’ di Google Play atau Play Store di HP

Kedua, pilih/sentuh logo ‘Ukhuwah’, akan muncul pilih/sentuh install, tunggu proses download selesai

Ketiga, tutup play store anda, dan cari aplikasi ‘Ukhuwah’ di menu HP

Keempat, buka aplikasi ‘Ukhuwah’, masukkan nomor HP, kemudian klick next

Kelima, masukkan nama user (nama pengguna), kemudian pilih foto, pilih menu complete registration

Setelah itu para pengguna HP tinggal menggunakan aplikasi Ukhuwah sebagaimana laiknya menggunakan Telegram.

Dengan hadirnya Ukhuwah, maka pemerintah tidak perlu lagi khawatir seperti ketika menghadapi Telegram. Karena toh Ukhuwah adalah produk dalam negeri, yang juga merupakan inovasi anak bangsa sendiri.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here